Aplikasi Medan Elektromagnetik Solenoida terhadap Pertumbuhan Selada dalam Sistem Hidroponik Rakit Apung
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p21Kata Kunci:
Selada, Elektromagnetik, Solenoida, HidroponikAbstrak
Selada merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Salah satu cara membudidayakan selada adalah menggunakan hidroponik dengan sistem rakit apung dan pemanfaatan teknologi lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang lebih baik adalah menggunakan paparan medan elektromagnetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil terbaik dari variasi paparan medan elektromagnetik pada pertumbuhan selada berupa jumlah daun, panjang akar, berat segar, dan berat kering. Penelitian ini menggunakan perangkat solenoida sebagai sumber medan elektromagnetik. Perlakuan pada penelitian ini disajikan sebanyak tiga, yaitu T 0 ( merupakan variab el tanpa perlakuan medan elektromagnetik ) , T 1 mempunyai medan elektromagnetik 0,00027 Tesla, dan (T 2 ) mempunyai medan elektromagnetik 0,00047 Tesla. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan Uji BNT 5%. Perlakuan dengan menggunakan paparan medan elektromagnetik pada pertumbuhan salada dapat berpengaruh nyata pada variabel pengamatan. Hasil yang signifikan didapatkan oleh variabel (T 2 ) yang mendapatkan hasil rata - rata jumlah daun sebanyak 11,7 helai, rata - rata panjang akar sepanjang 35,8 cm, jumlah total berat segar seberat 114,53 gram, dan jumlah total berat kering seberat 12,56 gramReferensi
Abdel Tawab, R. S., Younes, M. A., Ibrahim, A. M., & AbdleAziz, M. M. (2011, March). Testing commercial water magnetizers: A study of TDS and pH. In Fifteenth International Water Technology Conference (IWTC), Alexandria, Egypt (Vol. 15).
Agcaoili, S. O. (2019). Enhancing the growth and yield of lettuce (Lactuca sativa L.) in hydroponic system using magnetized irrigation water. Recoletos Multidisciplinary Research Journal, 7(2), 15–28.
Ali, Y., Samaneh, R., & Kavakebian, F. (2014). Applications of magnetic water technology in farming and agriculture development: A review of recent advances. Current World Environment, 9(3), 695–703.
Badan Pusat Statistik. (2017). Produksi tanaman selada di Indonesia tahun 2014–2017. Jakarta Pusat: Badan Pusat Statistik.
Dharmayanti, N. K. S. A., Sumiyati, & Yulianti, N. L. (2022). Pengaruh pemberian aerasi pada pertumbuhan dan produksi selada (Lactuca sativa L.) dengan sistem hidroponik rakit apung. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 10, 121–128.
El-Shamy, A. M., Abdo, A., Gad, E. A. M., Gado, A. A., & El-Kashef, E. (2021). The consequence of magnetic field on the parameters of brackish water in batch and continuous flow system. Bulletin of the National Research Centre, 45(1).
Hassan, S. M., Ridzwan, A. R., Rezuwan, K., & Umoruddin, N. A. (2018). Exposure effect of magnetic field on water properties in recirculation aquaculture systems (RAS). Iraqi Journal of Agricultural Sciences, 49(6), 1018–1031.
Herwibowo, K., & Budiana, N. S. (2014). Hidroponik sayuran. Penebar Swadaya Grup.
Jannah, A., & Hariyono, K. (2022). Pengaruh paparan medan elektromagnetik pada biji terhadap pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.). Berkala Ilmiah Pertanian, 5(4), 229–235.
Kotb, A. (2013). Magnetized water and memory meter. Energy and Power Engineering, 5(6), 422–426.
Lingga, P. (1984). Hidroponik: Bercocok tanam tanpa tanah.
Navira, N. L. (2021). Pengaruh pemberian medan magnet pada air untuk pertumbuhan kangkung (Ipomoea reptans) hidroponik (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Prameswari, A. W. (2017). Pengaruh warna light emitting diode (LED) terhadap pertumbuhan tiga jenis tanaman selada (Lactuca sativa L.) secara hidroponik.
Putri, A. R. A. E. (2022). Pengaruh paparan medan magnet extremely low frequency (ELF) terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman selada merah (Lactuca sativa var. acephala) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Putri, N. C., Nyayu, N. S. K., & Saputra, H. M. (2022). Substitusi hara mikro formulasi Huett’s lettuce terhadap pertumbuhan selada (Lactuca sativa L.) di dua sistem hidroponik statis. Jurnal Hortikultura Indonesia, 13(3), 128–132.
Mghaiouini, R., Al-Antary, T. M., Shiyab, S., Sabir, I., Salah, M., Nmila, R., … & El Bouari, A. (2020). Potential impact of magnetized water on plant growth of lettuce (Lactuca sativa L.). Fresenius Environmental Bulletin, 29(9), 7891–7900.
Redouane, M., Al-Antary, T. M., & Shiyab, S. (2020). Potential impact of magnetized water on plant growth of lettuce (Lactuca sativa L.).
Sari, D. N. I. (2014). Hidroponik mini sebagai media praktikum pertumbuhan selada (Lactuca sativa L.) dengan perbedaan konsentrasi Gandasil B (Skripsi, Universitas Tanjungpura).
Shofiana, L. N. (2017). Pengaruh medan magnet terhadap sifat fisis air sebagai media tanam hidroponik pertumbuhan sayuran (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Suryanto, A., & Bakhri, S. (2022). Listrik dan medan magnet.
Tjahjono, B., Karsono, K., Meria, L., & Anwar, N. (2021). Pelatihan hidroponik rakit apung di era pandemi COVID-19 sebagai ketahanan pangan masyarakat. Ikra-Ith Abdimas, 4(3), 211–218.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/