Efisiensi Penggunaan Air Irigasi pada Saluran Sekunder di Daerah Irigasi Tungkub
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p23Kata Kunci:
distribusi irigasi, efisiensi, KAI, TungkubAbstrak
Distribusi air irigasi yang baik akan menghasilkan produksi yang baik dan diharapkan mampu
meningkatkan kesejahteraan petani. Efisiensi sebagai faktor yang sangat penting dalam skema irigasi karena menentukan kinerja jaringan irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan efisiensi penggunaan air irigasi di DI Tungkub pada saluran sekunder. Penelitian ini mengambil data debit langsung di 11 titik di saluran sekunder. Data iklim diperolah dari NASA POWER dan BMKG Wilayah III Denpasar. Data curah hujan dari 3 stasiun hujan (tibubeneng, kapal, dan mengwi gede). Luas areal sawah yang diamati adalah seluas 416 Ha (Hulu), 349 Ha (Tengah), dan 164 Ha (Hilir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zona A memiliki tingkat efisiensi penggunaan tertinggi sebesar 68% terjadi di Mei I dan terendah 14,1% di Maret I. Zona B memiliki efisiensi penggunaan tertinggi sebesar 100% (terjadi di periode April I, April II, Juni II, dan Juli I) dan terendah 0% pada periode Mei I dan Mei II. Zona C memiliki efisiensi penggunaan tertinggi sebesar 100% terjadi pada Juni I dan Juni II, sedangkan efisiensi penggunaan yang terendah terjadi di Maret I sebesar 35%.
Referensi
Darajat, A. R., Nurrochmad, F., & Jayadi, R. (2017). Analisis Efisiensi Saluran Irigasi Di Daerah Irigasi Boro Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. INERSIA, 13(2), 154–166.
Dipayana, I. K. A., & Tika, I. W. (2017). Analisis Pemakian Air Irigasi Pada Budidaya Padi Beras Merah dengan Sistem Tanam Legowo Nyisip (Studi Kasus di Subak Sigaran). BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 131–138.
Hariyanto. (2018). Analisis Penerapan Sistem Irigasi untuk Peningkatan Hasil Pertanian di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora. Reviews in Civil Engineering, 02(1), 29–34.
Hasnuri, F., Acmad, M., & Samsuar. (2019). Kebutuhan Air Tanaman Padi ( Oryza sativa) Sawah Tadah Hujan berdasarkan Jadwal Tanam Hasil Musyawarah Tani dan Katam di Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo. Agritechno, 12(2), 102–109.
Norken, I. N., Saputra, I. K., & Asana, I. G. N. K. (2015). Water Resources Management of Subak Irrigation System in Bali. Applied Mechanics and Materials, 776, 139–144.
Pratama, I. W. A. P., Tika, I. W., & Budisanjaya, I. P. G. (2021). nalisis Persentase Penghematan Air Irigasi dengan Metode Pergiliran (Magilihan) pada Subak di Das HO. BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 9(1), 138–147.
Rahmadani, S., Nurrochmad, F., & Sujono, J. (2020). Analisis Sistem Pemberian Air Terhadap Tanah Sawah Berbahan Organik. Pendidikan Teknik Bangunan Dan Sipil, 6(2), 66–75.
Rumagit, D. J. (2019). Identifikasi Kerusakan Pintu Air Di Daerah Irigasi Alale Kabupaten Bone Bolango. RADIAL, 7(1), 1–11.
Santika, I. K. A., Tika, I. W., & Budisanjaya, I. P. G. (2020). Analisis Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada Budidaya Tanaman Padi di Subak Kabupaten Tabanan. BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2), 204–210.
Sukertayasa, I. P., Tika, I. W., & Wijaya, A. M. A. S. (2017). Analisis Efisiensi Penggunaan Air Irigasi Pada Subak Agung Yeh Sungi. BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 44–50.
Suprapto. (2016). Modul Perencanaan Operasi Jaringan Irigasi Diklat Teknis Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Tingkat Dasar. ementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Tika, I. W., Madrini, I. A. G. B., & Sumiyati, S. (2019). Peningkatan Efisiensi Penggunaan Air Irigasi dengan Aplikasi Jadual Tanam Secara“Nyorog” pada Subak. Ilmiah Teknolgi Pertanian Agrotechno, 4(1), 35–43.
Walbat, F., Tika, I. W., & Madrini, I. A. G. B. (2022). Analisis Persentase Kekurangan Air Irigasi pada Subak di Das Ho Saat Musim Kemarau. BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 10(1), 34–44.
Wibowo, R. S., Wardoyo, W., & Edijatno. (2018). Strategi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Blimbing. Aplikasi Teknik Sipil, 16(1), 23–30.
Wirosoedarmo, R., Rahadi, B., & Laksmana, S. I. (2018). Evaluasi Efisiensi Saluran Terhadap Debit Aliran Air pada Jaringan Irigasi Purwodadi Magetan , Jawa Timur. Jurnal Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 3(3), 16–25.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-09 (2)
- 2023-09-30 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/