Analisis Kinerja Distribusi Air Irigasi pada Temuku di Subak
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p27Kata Kunci:
distribusi irigasi, RPM, subak, temukuAbstrak
Gangguan distribusi air juga kadang-kadang disebabkan oleh adanya sampah dan faktor pemias (penyusutan debit) serta mengabaikan aliran numbak (aliran lurus) dan ngerirun (aliran berbelok). Dengan pemahaman seperti itu maka petani (krama subak) yang lahannya terletak di hilir cendrung mendapatkan kuota air yang kurang dari seharusnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja manajemen distribusi air irigasi sesuai nilai dan kriteria RPM pada subak tradisional dan subak semi teknis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitaif yang menjelaskan peristiwa berdasarkan nilai RPM dari 30 bangunan bagi (temuku) pada subak di Kabupaten Gianyar. Hasil penelitian menunjukkan 30% memiliki kinerja distribusi air irigasi yang sangat kurang, 30% dengan kriteria kinerja
kurang, 13% dengan kriteria kinerja cukup, dan 27% dengan kriteria kinerja baik. Dari hasil tersebut juga dapat diperoleh dimensi baru dari bangunan bagi pada subak dengan pendekatan formula proporsional yang melibatkan variabel luasan subak yang diberikan air irigasi, luasan subak di hilir, serta koefisien gangguan aliran air sekitar 1,05 sampai 1,1.
Referensi
Arnanda, I. K. Y., Tika, I. W., & Madrini, I. A. G.
B. (2020). Analisis Rasio Prestasi Manajemen
Irigasi pada Distribusi Air di Subak Kabupaten
Tabanan. Beta (Biosistem Dan Teknik
Pertanian), 8(2), 290–300.
Munir, A. (2012). Peningkatan produktivitas dan
efisiensi
air
dalam pertanian Madura.
Agrovigor, 5(2), 125–131.
Prawati, E., & Dermawan, V. (2018). Debit banjir
rancangan
pada
DAS Kedunglarangan
( Kabupaten Pasuruan Jawa Timur ). Seminar
Nasional Sains Dan Teknologi 2018, 1–11.
Putri, D. A., Susilo, R. K. D., Hayat, M., &
Purwasih,
J.
H.
G.
(2020).
Sistem
Kelembagaan Organisasi Subak sebagai
Pengelola Sumber Daya Air Berkelanjutan.
EnviroScienteae, 16(2), 225–237.
Santika, I. K. A., Tika, I. W., & Budisanjaya, I. P. G.
(2020). Analysis of Irrigation Management
Achievement Ratio in Rice Cultivation in
Tabanan Subak Regency. Jurnal Beta
(Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2), 204
210.
Sari, S. N. I., Yekti, M. I., & Norken, I. N. (2020).
Analisis Pengembangan Sumber Daya Air
DAS Tukad Saba Dengan Dibangunnya
Waduk Titab di Kabupaten Buleleng. Jurnal
Spektran, 8(1), 28–35.
Sumiasih, N. K., Tika, I. W., & BudiSanjaya, I. P.
G. (2016). Desain Bangunan Bagi Numbak dan
Ngerirun pada Sistem Distribusi Air Irigasi
Subak Berdasarkan Konsep Pemias. Beta
(Biosistem Dan Teknik Pertanian), 4(2), 1–8.
Supriawan, I. M. M., Tika, I. W., & Wijaya, I. M. A.
S. (2018). Penerapan Koefisien Pemias Untuk
Redesain Bangunan Tembuku Pengalapan pada
Jaringan Irigasi Subak ( Studi Kasus di
Kabupaten Tabanan Provinsi Bali ) The
Implementation of Pemias Coefficient for
Redesign Tembuku Pengalapan in the Subak
Irrigation Channel (. BETA (Biosistem Dan
Teknik Pertanian), 6(1), 41–47.
Suweta, I. M. B., Tika, I. W., Ngurah, I. G., &
Aviantara, A. (2024). Analysis of Management
Performance Ratio on Irrigation Water
Distribution in Subak Gede Kedewatan. 12.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-09 (2)
- 2023-09-30 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/