Karakteristik Asap Cair Hasil Pirolisis dari Bagian Batang Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ) yang Berbeda
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p18Kata Kunci:
pyrolysis temperature, smoke liquid, tabah bamboo stemAbstrak
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui berapa rendemen asap cair batang bambu tabah bagian atas, tengah, dan bawah yang dihasilkan dari proses pirolisis pada saat suhu mencapai 200 o C serta kandungan senyawa kimianya (pH, total asam, total fenol). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu bagian dari batang bambu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedan bagian batang bambu berpengaruh terhadap karakteristik asap cair yang diperoleh. Batang bambu bagian bawah menghasilkan rendemen (46,44%), total fenol (2,79), dan persentase arang (58,40%) paling tinggi. Sedangkan total asam (12,36%) dan pH (4,10) tertinggi masing - masing diperoleh dari batang tengah dan batang atas. Analisis beda nyata terkecil menunjukkan perbedaan batang atas, tengah dan bawah b erpengaruh nyata terhadap hasil rendemen, total fenol, dan persentase arangReferensi
Alpian, Prayitno, T. A., Johanes Pramana Sutapa, G., & Budiadi. (2014). Kualitas Asap Cair Batang Gelam ( Melaleuca sp.). Juurnal Penelitian Hasil Hutan, 32(2), 83–92..
Darmadji, P. 2006. Perancangan pengolahan sampah kota berwawasan lingkungan berbasis teknologi asap cair.
Komarayati, S., & Wibowo Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Jl Gunung Batu No, S. (2014). Karakteristik Asap Cair Dari Tiga Jenis Bambu (Characteristics of Liquid Smoke from Three Bamboo Species), 33(2), 167–174.
Kencana, P. K. D., Widia, W. danAntara, N. S. 2012. ‘Praktek Baik Budi Daya Bambu Rebung Tabah(Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ)’, pp. 1–69.
Loiwatu, M., & Manuhuwa, E. (2008). Komponen kimia dan anatomi tiga jenis bambu dari Seram, Maluku. Agritech, 18(2), 76–83.Marasabessy I. 2007. Produksi asap cair dari limbah pertanian dan penggunaannya dalam pembuatan ikan tongkol (Euthynnus affinis) asap. Tesis. Program Pascasarjana IPB. Bogor.
Sumasroh M. 2010. Mengenal Asap Cair. Diambil dari http://www.kebonadem.com/2010/02/mengenal-asap-cair.htmL. Diakses pada tanggal 25 Januari 2018
Surest, A. H., Reza, M. S., & Priyayi, D. (n.d.). (2013). Bahan Bakar Cair, 19(4), 38–44
Syarif, U. I. N., Jakarta, H., Anisah, K., Kedokteran, F., Ilmu, D. A. N., & Farmasi, P. S. (2014). Analisa Komponen Kimia dan Uji Antibakteri Asap Cair Tempurung Kelapa Sawit ( Elaeis guineensis Jacq. ) Pada BakteriStaphylococcus aureus danPseudomonas aeruginosa.
Ulfah, D. (1999). Sifat dan Variasi Tiga Jenis Bambu (Apus, Ori, Wulung) pada Ketinggian Tempat Tumbuh yang Berbeda. Thesis UGM. Tidak Dipublikasikan.
Wibowo, S. (2012). Characteristic of Smoke liquid from Nyamplung Shell. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 30(3), 218–227.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/