Pengaruh Lama Penyimpanan Buah Kopi Arabika (coffea arabica L.) Petik Merah terhadap Kinerja Mesin Pulper Pengupas Kulit Daging Buah secara Basah
The Effect Of Storage Duration Of Red Picked Arabica Coffee (Coffea Arabica L.) On The Performance Of Wet Fruit Skin And Flesh Pulper Machine
DOI:
https://doi.org/10.24843/j.beta.2025.v13.i02.p05Kata Kunci:
lama penyimpanan buah, efektivitas pengupasan, mesin pulper, kopi Arabika petik merahAbstrak
ABSTRAK
Lama penyimpanan buah kopi Arabika petik merah mempengaruhi karakteristik fisik buah sebelum pengupasan secara basah. Penyimpanan menyebabkan perubahan kadar air dan sifat reologi buah, yang mempengaruhi koefisien gesek dan efektivitas mesin pulper. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh lama penyimpanan terhadap kinerja mesin pulper dan mutu biji kopi hasil pengupasan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan yaitu, tanpa penyimpanan (P0), penyimpanan tiga hari (P1), lima hari penyimpanan (P2), dan tujuh hari penyimpanan (P3). Setiap perlakuan dilakukan ulangan 5 kali dan setiap sampel percobaan menggunakan 5 kg buah kopi Arabika petik merah. Buah kopi dengan kadar air awal 55% disimpan hingga kadar air 45–50% sebelum dikupas menggunakan mesin pulper berkapasitas 300 kg/jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas kerja mesin menurun dari 290 kg/jam (P0) menjadi 204 kg/jam (P3), dengan efisiensi 68,0–96,7%. Semakin lama disimpan, kadar air berkurang, meningkatkan gesekan dan memperlambat pengupasan. Buah kopi Arabika petik merah yang disimpan 3 hari menghasilkan karateristik hasil pengupasan yang optimal yang dicirikan oleh persentase biji terkelupas sempurna 99,16%, persentase buah kulit kopi 42,4%, biji tercampur kulit 0,77%, dan biji pecah 0,26%, memenuhi batas maksimum biji pecah 1% menurut SNI 01-2907-2008. Sementara penyimpanan tujuh hari (P3) meningkatkan persentase biji pecah menjadi 1,15%, melebihi batas standar. Semakin lama penyimpanan, kadar air menurun, kulit mengeras, dan gaya gesek meningkat, menyebabkan kinerja mesin menurun dan kualitas hasil pengupasan memburuk. Disimpulkan bahwa penyimpanan selama tiga hari merupakan perlakuan optimal untuk mempertahankan kualitas biji kopi Arabika serta efisiensi kerja mesin pulper.
ABSTRACT
The storage period of red-picked Arabica coffee cherries affects the physical characteristics of the cherries before wet pulping. Storage causes changes in the moisture content and rheological properties of the cherries, which affect the friction coefficient and effectiveness of the pulper machine. This study aims to evaluate the effect of storage period on the performance of the pulper machine and the quality of the peeled coffee beans. The study used a Completely Randomized Design with four treatments: no storage (P0), three days of storage (P1), five days of storage (P2), and seven days of storage (P3). Each treatment was replicated five times, and each experimental sample used 5 kg of red-picked Arabica coffee cherries. Coffee cherries with an initial moisture content of 55% were stored until they reached 45–50% moisture content before being peeled using a pulper machine with a capacity of 300 kg/hour. The results showed that the machine's working capacity decreased from 290 kg/hour (P0) to 204 kg/hour (P3), with an efficiency of 68.0–96.7%. The longer the storage period, the lower the moisture content, increasing friction and slowing down the pulping process. Red picked Arabica coffee cherries stored for 3 days produced optimal peeling characteristics characterized by a percentage of perfectly peeled beans of 99.16%, a percentage of coffee skinned fruit of 42.4%, beans mixed with skin of 0.77%, and broken beans of 0.26%, meeting the maximum limit of broken beans of 1% according to SNI 01-2907-2008. Meanwhile, seven days of storage (P3) increased the percentage of broken beans to 1.15%, exceeding the standard limit. The longer the storage period, the water content decreased, the skin hardened, and the friction force increased, causing machine performance to decrease and the quality of the peeling results to deteriorate. It was concluded that three days of storage was the optimal treatment to maintain the quality of Arabica coffee beans and the efficiency of the pulper machine
Referensi
Akbar, F. B., Yusuf, A., Thoriq, A., & Sugandi, W. K. (2020). Analisis Teknik dan Uji Kinerja Mesin Pengolah Kopi (Pulper dan Huller) Mobile pada Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) Pengolahan Kopi (Studi Kasus di PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia, Kab. Bogor, Jawa Barat). Agroteknika, 3(1), 42–55.
BSN (Badan Standardisasi Nasional), 2010. SNI 7601:Mesin Pengupas Kulit Buah Kopi Basah Tipe Silinder Horizontal–Unjuk Kerja dan Metode Uji.Jakarta, Indonesia: Badan Standardisasi Nasional.
BSN. (2008). Standar Nasional Indonesia Biji Kopi 01-2907-2008. Badan Standarisasi Nasional Indonesia. Jakarta.
Ernawanti, E. (2014) Kualitas kopi arabika hasil penyimpanan dengan metode perendaman untuk pengaturan waktu pengupasan kulit buah basah.
Hendrawan, A. B., 2021. Analisis Jarak Celah Pengupas Dengan Variasi Putaran Poros Pengupas Pada Mesin Pengupas Kopi Basah (Pulper). Nozzle: Journal Mechanical Engineering, 10(2), 62-65.
Jampur, R., Yudiarini, N., & Pratiwi, L. P. K. (2019). Fakor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi Petani terhadap Peran Sertifikasi Indikasi Geografis Kopi Arabika di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Agrimeta, 9(18).
Kembaren, E. T., & Muchsin, M. (2021). Pengelolaan Pasca Panen Kopi Arabika Gayo Aceh. jurnal visioner & strategis, 10(1), 29–36.
Nasution, A. Y., & Effendi, R. (2018). Perancangan alat pengupas kulit kopi basah dengan kapasitas 120 kg/jam. Jurnal Teknik Mesin, 7(2), 140-146.
Nugrahapsari, R. A., Setiani, R., Marwoto, B., Anwarudinsyah, J., & Prabawati, S. (2019). penilaian keberlanjutan sistem usaha kentang dengan kriteria multidimensi: studi kasus di dataran tinggi dieng, wonosobo. Jurnal Agro Ekonomi, 38(1), 1–13.
Suherman, R. F., Hikmah, S. Q., & Firmansyah, R. (2023). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Kopi Indonesia dipasar Internasional. Ekonomi Manajemen Dan Sosial, 6(2), 51–61.
Wibowo, Y., & Palupi, C. B. (2022). analisis nilai tambah pengolahan biji kopi arabika (studi kasus: rumah kopi banjarsengon, jember). jurnal agroteknologi, 16(01), 37–48.
Widia, I. W., Duniaji, A. S., & Arnomi, N. L. E. (2022). Kopi bali: sains, industri kreatif dan enterpreneur milenial.
Widyotomo, S. (2020). Karakterisasi kinerja mesin pengupas kulit buah kopi basah tipe silinder horisontal. Enjiniring, 8, 27–38.
Wiranata, T., Sumiati, R., Rakiman, & Yetri, Y. (2021). Rancang bangun mesin pulper kopi menggunakan penggerak motor listrik.
Wicaksana, A. A. 2019. Uji Kinerja dan Analisis Ekonomi Mesin Pengupas Buah Kopi (Pulper). In Seminar Nasional Teknologi Komputer & Sains (Sainteks), 1(1).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/