Karakteristik Fisikokimia dan Sensoris Bakso Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) Melalui Substitusi Tapioka dengan Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.)
DOI:
https://doi.org/10.24843/itepa.2025.v14.i03.p11Abstract
Abstract
Fish meatballs are fishery products made from a mixture of fish meat and binding agents. Tapioca is the most common binder, yet its low nutritional value limits its functional benefits. Partial substitution with red kidney bean (Phaseolus vulgaris L.) flour, which contains amylopectin similar to tapioca, can enhance nutritional value while maintaining binding and textural properties. This study aimed to determine the effect of tapioca substitution with red kidney bean flour on the physicochemical and sensory characteristics of Spanish mackerel (Scomberomorus commerson) fish meatballs and to identify the optimal substitution level. A completely randomized design (CRD) with five substitution levels—P0 (100% tapioca), P1 (75% tapioca : 25% red kidney bean flour), P2 (50% : 50%), P3 (25% : 75%), and P4 (100% red kidney bean flour)—was applied, with three replications (15 units). Parameters measured included moisture, ash, protein, crude fiber, antioxidant activity, cooking yield, texture (hardness), and sensory evaluation (hedonic attributes: color, aroma, texture, taste, overall acceptability; and scoring of taste and texture). Data were analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) when significant. Substitution significantly affected moisture, ash, protein, crude fiber, antioxidant activity, cooking yield, and texture. All hedonic attributes were rated like to very like without significant differences. Taste scores increased with higher substitution levels, while texture scores ranged from slightly chewy to chewy. The best result was P4, with 64.4% moisture, 1.34% ash, 22.25% protein, 4.31% crude fiber, 21.94% antioxidant activity, 12.26% cooking yield, 6.28 N texture, and sensory acceptability well-received by panelists.
Keywords: Fish balls, spanish mackerel, red bean flour
Abstrak
Bakso ikan termasuk produk olahan perikanan yang tersusun atas ikan dan bahan pengikat. Bahan pengikat yang umum digunakan adalah tapioka, namun karena kandungan gizinya rendah, sebagian penggunaannya disubstitusi dengan tepung kacang merah. Tepung kacang merah juga mengandung amilopektin seperti pada tapioka, sehingga tetap dapat berfungsi sebagai pengikat dalam pembentukan kekenyalan bakso ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tapioka dengan tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris bakso ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) serta mengetahui konsentrasi substitusi tapioka dengan tepung kacang merah yang tepat untuk menghasilkan bakso ikan tenggiri dengan karakteristik fisikokimia dan sensoris terbaik. Metode yang dipakai ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan substitusi tapioka dengan tepung kacang merah dalam lima taraf. yaitu P0 (100% tapioka), P1 (75% tapioka : 25% tepung kacang merah), P2 (50% tapioka : 50% tepung kacang merah), P3 (25% tapioka : 75% tepung kacang merah), dan P4 (100% tepung kacang merah), masing‐masing diulang tiga kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Parameter yang diukur dalam penelitian ini meliputi kadar air, abu, protein, serat kasar, aktivitas antioksidan, cooking yield, tekstur, uji sensoris kesukaan warna, aroma, tekstur, rasa, penerimaan keseluruhan, serta skoring rasa dan tekstur. Analisis data dilakukan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), dan jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Substitusi tapioka dengan tepung kacang merah berpengaruh signifikan terhadap komposisi kimia, aktivitas antioksidan, cooking yield, dan tekstur produk. Seluruh atribut hedonik berada pada kategori suka hingga sangat suka meskipun perbedaannya tidak signifikan, sedangkan skoring rasa meningkat. Perlakuan terbaik adalah P4 dengan kadar air 64,4%, abu 1,34%, protein 22,25%, serat kasar 4,31%, aktivitas antioksidan 21,94%, cooking yield 12,26%, tekstur 6,28 N, dan penerimaan sensoris yang dapat diterima panelis.
Kata kunci: Bakso ikan, ikan tenggiri, tepung kacang merah, fisikokimia, sensoris.

