Rancang Bangun Sistem Monitoring Suhu dan Kelembaban Kandang Bebek Berbasis Internet of Things
DOI:
https://doi.org/10.24843/j.beta.2025.v13.i01.p08Kata Kunci:
Bebek, Intenet of Things, Sensor DHT11Abstrak
Tantangan utama dalam budidaya bebek adalah menjaga kondisi lingkungan kandang, terutama suhu dan
kelembaban agar tetap optimal. Tujuan merancang sistem monitoring suhu dan kelembaban kandang bebek
berbasis Internet of Things. Tahapan Perancangan terdiri dari Rancangan Fungsional dan Rancangan
Struktural dan Uji Kinerja sistem monitoring suhu dan kelembaban berbasis Internet of Things. Lampu
pemanas bekerja sesuai rancangan menyala jika suhu kurang dari 27°C dan kelembaban lebih dari 80% dan
mati jika suhu lebih dari 30°C dan kelembaban kurang dari 60%. Hal ini menjaga kondisi suhu dan
kelembaban ideal bagi ternak bebek. Pada pengujian sensor DHT11 pada pengkuran suhu terdapat selisih
eror sebesar 0.43 dan persentase eror sebesar 1.65% sementara pada pengukuran kelembaban terdapat
selisih eror sebesar 0.44 dan persentase eror sebesar 0.53%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem
cukup akurat dalam pengukuran dan dapat digunakan dalam memonitoring suhu dan kelembaban kandang
bebek secara real-time.
Referensi
Arifin, J., Dewanti, I. E., & Kurnianto, D. (2017). Prototipe pendingin perangkat telekomunikasi sumber arus dc menggunakan smartphone. Media Elektrika, 10(1).
Detaviani, A. (2020). Perancangan Integrated Device Internet of Things Sebagai Monitoring Pembibitan Bebek (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Ponorogo).
Efendi, M. Y. (2019). Implementasi Internet of Things Pada Sistem Kendali Lampu Rumah Menggunakan Telegram Messenger Bot Dan Nodemcu Esp 8266 (Doctoral dissertation, Prodi Teknik Informatika).
Khobariah, N. F., Hermawan, P. D. S., & Kusumadiarti, R. S. (2022). Sistem Monitoring Suhu dan Kelembapan Ruang Server Berbasis Wemos D1. JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika), 7(1), 32-42.
Lembong, J. F., Santa, N. M., Makalew, A., & Elly, F. H. (2015). Analisis break even point usaha ternak itik pedaging (studi kasus pada usaha itik milik kelompok masawang di desa talikuran kecamatan remboken). ZOOTEC, 35(1), 39-45.
Lingga, R., Adibrata, S., Putri, S. G., Sari, A. D., & Jeniver, J. (2023). Performa Bebek Petelur yang Dibudidayakan pada Skala Rumah Tangga di Pekarangan Rumah yang Diberi Pakan Berprobiotik. Jurnal Peternakan, 20(2), 65-71.
Muta’affif, M. F., Mujtahid, M., El Bari, B., Evita, M., & Djamal, M. (2017). Sistem Kendali Peternakan Jarak Jauh Berbasis Internet of Things (IoT). Pros. SKF, 2017, 98-102.
Ummi, F. N. (2023). Prototype Monitoring Suhu Dan Kelembapan Penetasan Telur Bebbasis Internet Of Things (Doctoral dissertation, Universitas Siliwangi).
Polana, D. A. (2018). Beternak Itik Petelur; Produktivitas Hingga 95%. AgroMedia
Cahyono, P. W (2021). Perancangan Sistem Automasi Kandang Bebek Pintar Berbasis IoT (Internet of Things) (Doctoral dissertation, Universitas Balikpapan).
Salam, F., & Alexander, O. (2023). Perancangan Monitoring Suhu Berbasis Internet of Things Dengan Node Mcu Esp8266, Dht 11 Dan Thingspeak. Jurnal Ilmiah Informatika, 11(01), 22-26.
Santoso, R. A., Syauqy, D., & Ichsan, M. H. H. (2018). Pengembangan Sistem Prediksi Hama Wereng Berdasarkan Data Cuaca Sensor Dan Cuaca Online Menggunakan Metode Naive Bayes. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 2(10), 4002-4010.
Sriwati, S., Saripuddin, M., Fathurrahman, M., & Khaidir, M. (2023). Optimasi Pemeliharaan Pemantauan Suhu Kandang Doc Ayam Broiler Dengan Sensor Lm35 Dan Teknologi Komunikasi Bluetooth. ILTEK: Jurnal Teknologi, 18(02), 108-111.
Wiranto, A., & Nurwarsito, H. (2022). Sistem Monitoring Pengatur Suhu dan Kelembaban pada Kandang Jangkrik berbasis Internet of Things (Studi Kasus Budidaya Jangkrik
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/