Pengaruh Variasi Kecepatan Putaran terhadap Fertilitas, Mortalitas, dan Daya Tetas Telur Bebek (Anas platyrhynchos domesticus) pada Mesin Penetas Telur Otomati
The Effect of Rotation Speed Variation on Fertility, Mortality, and Hatchability of Duck Eggs (Anas platyrhynchos domesticus) in an Automatic Incubator Machine
DOI:
https://doi.org/10.24843/j.beta.2025.v13.i02.p06Kata Kunci:
turnover seed, fertility, mortality, hatchability, duck eggAbstrak
Abstrak
Mesin penetas berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan dalam proses penetasan telur bebek. Kecepatan putaran telur pada mesin penetas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap distribusi suhu didalam mesin. Kecepatan yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat menyebabakan ketidakmerataan suhu, yang berpotensi menurunkan tingkat keberhasilan penetasan. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memodifikasi kecepatan putar pada rak secara otomatis dengan menggunakan dimmer 2000 watt dan menentukan kecepatan putaran yang optimal pada mesin penetas telur bebek secara otomatis. Setiap mesin penetas menggunakan variasi kecepatan putaran yang berbeda. Setiap mesin penetas kecepatan putar yang digunakan pada rak pemutar antara lain 1 rpm, 3 rpm, dan 5 rpm dengan kondisi suhu yang sama. Metode penelitian ini, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 (satu) faktor yaitu kecepatan putaran pada rak dudukan telur. Penelitian ini menggunakan 150 butir telur bebek yang didapat dari peternak bebek langsung dari desa Banjarangkan, kabupaten Klungkung. Setiap perlakuan dilakukan 5 kali ulangan dengan jumlah telur di setiap ulangan sebanyak 10 butir telur bebek. Hasil dari penelitian ini adalah. Ketiga kecepatan putar yang dilakukan pada mesin penetas memiliki nilai persentase fertilitas, mortalitas, dan daya tetas masing-masing kecepatan adalah 74%, 42%, 58% untuk kecepatan 1rpm, 90%, 14%, 86%untuk kecepatan 3 rpm dan kecepatan 5 rpm masing masing 62%, 38%, dan 62%. Perlakuan kecepatan putar 3 rpm menghasilkan tingkat fertilitas, mortalitas, dan daya tetas tertinggi.
Abstract
The incubator plays an important role in increasing the success of the duck egg hatching process. The speed of egg rotation in the incubator has a significant effect on the temperature distribution inside the machine. Speeds that are too slow or too fast can cause uneven temperatures, which have the potential to reduce the success rate of hatching. The study aims to modify the rotation speed on the rack automatically using a 2000 watt dimmer and determine the optimal rotation speed on the duck egg incubator automatically. Each incubator uses a different rotation speed variation. Each incubator rotation speed used on the rotating rack includes 1 rpm, 3 rpm, and 5 rpm with the same temperature conditions. This research method uses a Completely Randomized Design (CRD) with 1 (one) factor, namely the rotation speed on the egg rack. This study used 150 duck eggs obtained from duck farmers directly from Banjarangkan village, Klungkung district. Each treatment was repeated 5 times with the number of eggs in each repetition of 10 duck eggs. The results of this study are. The three rotation speeds carried out on the incubator have percentage values of fertility, mortality, and hatchability of each speed of 74%, 42%, 58% for a speed of 1 rpm, 90%, 14%, 86% for a speed of 3 rpm and a speed of 5 rpm of 62%, 38%, and 62% respectively. The treatment of a rotation speed of 3 rpm produces the highest levels of fertility, mortality, and hatchability.
Referensi
Allatif, A. M. (2024). Rancang Bangun Mesin Tetas Telur Otomatis Dengan Back Up Energi sebagai Sumber Listrik Cadangan Agung Muchlis A dkk / Jurnal Rekayasa Mesin. 19(2), 191–198.
Dewi, R. P., & Kholik, M. (2019). Pembuatan Mesin Penetas Telur untuk Meningkatkan Produktifitas Peternak Itik di Desa Ngrajek Dewi Civitas Ministerium. Civitas Ministerium,03(01). https://jurnal.untidar.ac.id/index.php/civitasministerium/article/view/3472
Eddi Indro Asmoro dan Henggar Kresdianto. (2021). Pengembangan Mesin Penetas Telur Menggunakan Pemerataan Panas Buatan. Jurnal Dinamika Teknik, Vol .IV, No. 1, 1, 1–9.
Efendi, Z., Ramon, E., Zurina, R., & Malianti, L. (2023). Pengaruh Frekuensi Pemutaran Telur Itik Persilangan Mojosari Alabio (Ma) Dalam Incubator Terhadap Daya Tetas Dan Bobot Tetas Telur. Jurnal Inspirasi Peternakan, 3(1),1–9. https://doi.org/10.36085/jinak.v3i1.4836
Jufril, D., Darwison, Rahmadya, B., & Derisma. (2015). Implementasi Mesin Penetas Telur Ayam Otomatis. Tinf - 012, November, 1–6.
Makmun, S. (2023). Pelihara 100 Bebek, Seminggu Bisa Hasilkan 500 Butir Telur.
Patria, C. A., & Herawati, M. (2018). Local duck fertility and hatchability in bulukarto village , pringsewu regency. Jurnal Wahana Peternakan, 2(1), 1–6.
Peambonan, S., & Palopo, K. (2024). TELUR. 12(3).
Pipit Muliyah, Dyah Aminatun, Sukma Septian Nasution, Tommy Hastomo, Setiana Sri Wahyuni Sitepu, T. (2020). Pembuatan mesin penetas telur otomatis bersumber dari energi mandiri. Journal GEEJ, 7(2), 5–12.
Ramdani, R., Saleh, A., Ginting, G., & Hellena, L. (2024). Rancang Bangun Mesin Penetas Telur Kapasitas 60 Butir Berbasis Arduino Uno Menggunakan Sensor DHT 11. Ramatekno,4(1),18–28. https://doi.org/10.61713/jrt.v4i1.163
Simanjuntak, P. P., & Triwiyatno, A. (2022). Pengaturan Suhu dengan Metode Gain Scheduling PI pada Prototipe Inkubator Telur. 10(3), 84–93.
Siswoko, Budi, E. S., & Komarudin, A. (2020). Kontrol elektronik mesin penetas telur hybrid matahari berbasis arduino. Integrated Lab Journal, 08(02), 77–83.
Sitorus, T. F., & Zalukhu, S. S. (2017). ITIK LOKAL Tunggul Ferry Sitorus dan Sukiman Sozanolo Zalukhu Fakultas Peternakan Universitas HKBP Pengaruh Lama Penyimpanan dan Frekuensi Pemutaran Telur pada Masa Simpan Terhadap Fertilitas dan Daya Tetas Telur Itik Loka. November, 1–6.
Usman, U., Kusrianty, N., Supamri, S., & Nilasari, N. (2022). Pengaruh Pemberian Minyak Cengkeh Terhadap Daya Tetas dan Mortalitas Telur Itik. JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis,2(1),14. https://doi.org/10.56630/jago.v2i1.185
Wirajaya, M. R., Abdussamad, S., & Nasibu, I. Z. (2020). Rancang Bangun Mesin Penetas Telur Otomatis Menggunakan Mikrokontroler Arduino Uno. Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering,2(1),24–29. https://doi.org/10.37905/jjeee.v2i1.4579
Wolfert, S., Ge, L., Verdouw, C., & Bogaardt, M. J. (2017). Big Data in Smart Farming – A review. Agricultural Systems, 153, 69–80. https://doi.org/10.1016/j.agsy.2017.01.023
Yoal, H., Dirgantara, W., & Subairi, S. (2023). Monitoring Suhu dan Kelembaban pada Penetas Telur Otomatis Menggunakan Metode Fuzzy Sugeno Berbasis IoT. Blend Sains Jurnal Teknik, 2(2), 176–183. https://doi.org/10.56211/blendsains.v2i2.356
Siboro N., D. Garnida dan I. Setiawan. 2016. Pengaruh umur induk itik dan specific gravity terhadap karakteristik tetasan. Jurnal Ilmu Ternak. 5 (4): 1-7.
Soesanto. (2002). Pengaruh frekuensi pemutaran telur terhadap daya tetas dan bobot badan DOC ayam kampung. Jurnal Agribisnis Peternakan. 2:101-105.
Daulay, A. H., S. Aris, dan A. Salim. 2008. Pengaruh umur dan frekuensi pemutaran terhadap daya tetas dan mortalitas telur ayam Arab (Gallus turticus). Jurnal Agribisnis Peternakan 1: 6-10.
Dewanti,. R, Yuhan, dan Sudiyono. 2014. Pengaruh Bobot dan Frekuensi Pemutaran Telur Terhadap Fertilitas, Daya Tetas, Dan Bobot Tetas Itik Lokal. Buletin Peternakan Vol. 38(1): 16-20, Februari 2014. ISSN 0126-4400.
French NA. 2000. Effect of short periods of high incubation temperature on hatchability and incidence of embryo pathology of turkey eggs. Brit Poultry Sci. 2000;41(3):377–382
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/