Dinamika Bahan Organik dan Total Nitrogen Tanah pada Pengelolaan Jerami Padi
DOI:
https://doi.org/10.24843/j.beta.2025.v13.i01.p14Kata Kunci:
pengelolaan jerami, dekomposisi, mineralisasi nitrogen tanah.Abstrak
Sisa panen padi berupa jerami dapat mencapai kurang lebih 25 ton/ha. Jerami padi umumnya dikelola oleh
petani dengan metode dibenamankan dan dibakar. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dinamika
bahan organik dan total Nitrogen tanah pada pengelolaan jerami padi dan menganalisis kandungan hasil
mineralisasi Nitrogen setelah perlakuan pengelolaan jerami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
Pola Tersarang (Nested Design). Faktor dalam Nested Design yang di gunakan pertama adalah pengelolaan
jerami dengan 3 perlakuan yang terdiri dari pembenaman jerami dengan EM4 (SI), pembenaman jerami
tanpa EM4 (SI0), dan pembakaran (BR), faktor kedua adalah lokasi pengambilan sampel yang bersarang
di faktor pertama. Penelitian dilakukan dengan analisis laboratorium sampel tanah pada parameter Bahan
Organik Tanah (BOT) menggunakan metode Walkey dan Black, dan Total Kjeldahl Nitrogen (TKN)
menggunakan metode Kjeldahl. Kandungan BOT tanah sebelum dan sesudah perlakuan pengeloaan jerami
berkisar antara 3,94% - 5.11%. Perlakuan pengelolaan jerami tidak berpengaruh nyata terhadap perubahan
BOT (p>0.05). Rata-rata TKN tanah berkisar antara 0,17% sampai 0,39%. Analisis Wilcoxon Signed Ranks
Test menunjukkan perlakuan pembenaman jerami dengan dan tanpa EM4, berbeda nyata (p<0,05).
Sebaliknya pada perlakuan pembakaran tidak berbeda nyata terhadap TKN tanah (p>0,05). Uji Nested
Design menunjukkan adanya pengaruh nyata antar tiga perlakuan, sehingga uji lanjut LSD dilakukan. Hasil
penelitian ini menunjukkan secara umum, BOT tanah meningkat setelah perlakuan pengelolaan jerami,
dengan perubahan yang signifikan ada pada pembakaran jerami. Rata-rata BOT dan TKN sesudah
perlakuan pada perlakuan pembenaman jerami dengan EM4 adalah 5,11% dan 0,34%, perlakuan
pembenaman jerami tanpa EM4 5.15% dan 0,39%, serta perlakuan pembakaran 5,11% dan 0,33%.
Referensi
Agustono, B., Ma’ruf, A., Lamid, M., & Purnama, M. T. E. (2017). Identification of Agricultural and lantation Byproducts as Inconventional Feed
Nutrition in Banyuwangi. Jurnal Medik Veteriner, 1(1), 12–22. https://www.researchgate.net/publication/322095385
Arisandi, & Mia, M. S. A. (2021). Pengendalian Pencemaran Udara Akibat Kegiatan Usaha Penggilingan Padi di Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten Oku Timur. Universitas Atma Jaya Yogyakarta, September 2021, 1–20.
Badia, D., & Marti, C. (2003). Plant ash and heat intensity effects on chemical and physical properties of two contrasting soils. Arid Land Research and Management, 17(1), 23–41. https://doi.org/10.1080/15324980390169046
Bakri, Prayitno, M. B., & Dirgantara, A. N. (2022). Bahan Organik Tanah pada Sawah dengan Pola Tanam Padi - Padi dan Padi - Palawija di Kecamatan Pagar Alam Selatan Kota Pagar Alam. Seminar Nasional Lahan Suboptimal Ke-10, 6051, 143–152.
BPTP Jawa Barat. (2013). Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Jawa Barat. Universitas Andalas. http://scholar.unand.ac.id/16514/2/BAB 1.pdf
Budiarta, I. W., Sumiyati, & Setiyo, Y. (2017). Pengaruh Saluran Aerasi pada Pengomposan Berbahan Baku Jerami. Beta (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 68–75. http://ojs.unud.ac.id/index.php/beta
Certini, G. (2005). Effects of fire on properties of forest soils: A review. Oecologia, 143(1), 1–10. https://doi.org/10.1007/s00442-004-1788-8
Darma, S., Ramayana, S., Sadaruddin, & Suprianto, B. (2020). Investigasi kandungan C organik, N, P, K dan C/N ratio daun tanaman buah untuk
bahan pupuk organik. Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab, 3(1), 12–18.
Giardina, C. P., & Sanford, R. L. (2000). of a Dry Tropical Forest. 405, 399–405.
Gu, J., & Yang, J. (2022). Nitrogen (N) transformation in paddy rice field: Its effect on N uptake and relation to improved N management. Crop and Environment, 1(1), 7–14.
Gummert, M., Van Hung, N., Chivenge, P., & Douthwaite, B. (2019). Sustainable Rice Straw Management. In Sustainable Rice Straw Management. https://doi.org/10.1007/978-3-030-32373-8
Huang, T., Yang, N., Lu, C., Qin, X., & Siddique, K. H. M. (2021). Soil organic carbon, total nitrogen, available nutrients, and yield under different straw returning methods. Soil and Tillage Research, 214(January), 105171. https://doi.org/10.1016/j.still.2021.105171
Kaur, R., Bansal, M., Sharma, S., & Tallapragada, S.134 (2019). Impact of In Situ rice crop residue burning on agricultural soil of district Bathinda, Punjab, India. Rasayan Journal of Chemistry, 12(2), 421–430. https://doi.org/10.31788/RJC.2019.1225160
Krisnawan, A. (2018). Potensi Jerami Padi Menjadi Kompos. Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Buleleng. https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/potensi-jerami-padi-menjadi-kompos-14#:~:text=Proses pengomposan bertujuan
untuk untuk,dapat berasal dari limbah pertanian.
Kurniawati, T. D., Susanti, A., & Ma’rufah, S. (2021). Pengaruh Trichoderma sp dan EM4 Terhadap Kandungan Hara Kompos Biomasa Pertanian dan Gulma. Agrosaintifika, 3(2), 209–218. https://ejournal.unwaha.ac.id/index.php/agriwarta/article/view/1584%0Ahttps://ejournal.unwa
ha.ac.id/index.php/agriwarta/article/download/1584/686
Massa, S., Setiyo, Y., & Widia, I. W. (2016). Pengaruh Perbandingan Jerami dan Kotoran Sapi Terhadap Profil Suhu dan Karakteristik Pupuk Kompos yang Dihasilkan. Jurnal Beta (Biosistem Dan Teknik Pertanian), IV(1984).
Numberi, S. C. N., Sinolungan, M. T. M., & Kumolontang, W. J. N. (2017). Respons Pemberian Kompos Eceng Gondok Pada Sedimen Daerah Aliran Sungai Tondano Terhadap Pertumbuhan Jagung. Cocos. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/cocos/article/view/14855%0Ahttps://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/cocos/article/viewFile/14855/144
21
Patti, P. S., Kaya, E., & Silahooy, C. (2018). Analisis Status Nitrogen Tanah Dalam Kaitannya Dengan Serapan N Oleh Tanaman Padi Sawah Di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Agrologia, 2(1), 78–79. https://doi.org/10.30598/a.v2i1.278
Syafruddin, Hasan, H., & Amin, F. (2016). Analisis Kadar Protein Pada Ikan Lele (Clarias batrachus) Yang Beredar Di Pasar Tradisional Di Kabupaten Gowa Dengan Menggunakan Metode Kjeldahl. Jurnal Farmasi, 13(2), 77–87.
Turmel, M. S., Speratti, A., Baudron, F., Verhulst, N., & Govaerts, B. (2014). Crop residue management and soil health: A systems analysis. Agricultural Systems, 134, 6–16. https://doi.org/10.1016/j.agsy.2014.05.009
Wu, H., Zhang, Z., Hu, C., Liu, D., Qiao, Y., Xiao, Z., & Wu, Y. (2024). Short-Term Straw Return Combined with Nitrogen Fertilizer Alters the Soil Nitrogen Supply in Rice – Rapeseed. Agronomy.
Yadvinder-Singh, Bijay-Singh, Ladha, J. K., Khind, C. S., Khera, T. S., & Bueno, C. S. (2004). Effects of Residue Decomposition on Productivity and Soil Fertility in Rice–Wheat Rotation. Soil Science Society of America Journal, 68(3), 854–864. https://doi.org/10.2136/sssaj2004.8540
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/