Analisis Persentase Kekurangan Air Irigasi pada Subak di Das Ho Saat Musim Kemarau

Penulis

  • Florinaus Walbat Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana. Kampus Bukit Jimbaran, Badung-Bali
  • I Wayan Tika Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana. Kampus Bukit Jimbaran, Badung-Bali
  • Ida Ayu Gede Bintang Madrini Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana. Kampus Bukit Jimbaran, Badung-Bali

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p04

Kata Kunci:

subak, kebutuhan air irigasi, debit tersedia, proporsional, kekurangan air irigasi

Abstrak

Kurangnya ketersediaan air irigasi yang disebabkan oleh debit air yang tidak mecukupi pada saat musim kemarau dan sifatnya tidak merata, dimana pada bagian hulu ketersediaan air cenderung berlebih dan di hilir cenderung kekurangan. Dengan adanya kondisi seperti itu maka perlu dilakukan penelitian mengenai kekurangan air irigasi pada saat musim kemarau agar dapat dilakukan pengelolaan air secara optimal pada DAS Ho. Penelitian dilakukan untuk mengetahui persentase kekurangan air irigasi yang ada pada setiap subak dan menentukan teknik pengelolaan air irigasi agar merata pada setiap bagian subak. Data primer diperoleh dengan metode wawancara, pengamatan, dan pengukuran sedangkan data sekunder diperoleh dari BMKG Wilayah III Denpasar. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis untuk mencari persentase kekurangan air irigasi yang terjadipada saat musim kemarau dan untuk menentukan proporsi distribusi air irigasi. Hasil penelitian menunjukan persentase kekurangan air irigasi pada subak daerah hulu rata-rata sebesar -48,43%, pada subak daerah tengah rata-rata 21,99%, dan pada subak daerah hilir rata-rata sebesar 23,92% dan penentuan teknik proporsional pengelolaan air pada subak daerah hulu, tengah, hilir pada musim kemarau menggunakan Qt rekayasa pada Qt awal yaitu pada subak bagian hulu Qt awal sebesar 2,67 l/detik/ha direkayasa menjadi 1,73 l/detik/ha , pada subak bagian tangah dari Qt awal yaitu sebesar 1,32 l/detik/ha direkayasa menjadi 0,75 l/detik/ha, dan pada subak bagian hilir dari Qt awal 2,53 l/detik/ha direkayasa menjadi 3,21 l/detik/ha.

Referensi

Arnanda, Y., Tika, I. W., & Madrini, I. A. L. G. B. (2019). Analisis rasio prestasi manajemen irigasi pada distribusi air di Subak Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8(2), 290–300.

Asdak, C. (2018). Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai. Gadjah Mada University Press.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (2020). Prakiraan musim kemarau 2020 di Indonesia. BMKG.

Dharmananta, I. D. P. G. A., Suyarto, R., & Trigunasih, N. M. (2019). Pengaruh morfometri DAS terhadap debit dan sedimentasi DAS Yeh Ho. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika. https://ojs.unud.ac.id/index.php/JAT

Dipayana, K. A., Tika, I. W., & Sumiyati, S. (2017). Analisis pemakaian air irigasi pada budidaya padi beras merah dengan sistem tanam legowo nyisip (Studi kasus di Subak Sigaran). Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 5(1), 131–138.

Fitriati, U., Novitasari, N., Rusdiansyah, A., & Rahman, A. (2015). Studi imbangan air pada daerah irigasi Pitap. Cantilever: Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil, 4(1).

Fuadi, N. A., Purwanto, M. Y. J., & Tarigan, S. D. (2016). Kajian kebutuhan air dan produktivitas air padi sawah dengan sistem pemberian air secara SRI dan konvensional menggunakan irigasi pipa. Jurnal Irigasi, 11(1), 23–32.

Handika, I. P. R., & Wijaya, I. M. A. S. (n.d.). Analisis neraca air irigasi untuk tanaman padi pada Subak Jaka sebagai Subak Natak Tiyis. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 3(2).

Heryani, N., Kartiwa, B., Hamdani, A., & Rahayu, B. (2020). Analisis ketersediaan dan kebutuhan air irigasi pada lahan sawah: Studi kasus di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Tanah dan Iklim, 41(2), 135–144.

Jailani. (2005). Kajian debit banjir Sungai Way Laay Kecamatan Karya Penggawas Kabupaten Lampung Barat (Tesis magister). Institut Teknologi Bandung.

Mediani, A., Fajar, M., Basuki, A., & Finesa, Y. (2019). Analisis neraca air dan kebutuhan air tanaman padi guna ketahanan pangan dalam upaya mitigasi bencana kekeringan pada Sub DAS Samin.

Priyonugroho, A. (2014). Analisis kebutuhan air irigasi (Studi kasus pada daerah irigasi Sungai Air Keban Kabupaten Empat Lawang). Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 2(3), 457–470.

Purnama, I. L. S., Trijuni, S., Hanafi, F., Aulia, T., & Razali, R. (2012). Analisis neraca air di DAS Kupang dan Sengkarang.

Pusposutardjo, S. (2001). Pengembangan irigasi: Usaha tani berkelanjutan dan gerakan hemat air. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.

Santika, I. K. A., Tika, I. W., & Budisanjaya, I. P. G. (n.d.). Analisis rasio prestasi manajemen irigasi pada budidaya tanaman padi (Oryza sativa L.) di Subak Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8(2), 204–210.

Subagyono, K., & Abdurachman, A. (2001). Effects of puddling various soil types by harrows on physical properties of newly developed irrigated rice areas in Indonesia. In Proceedings of the Meeting of Indonesian Student Association. Tokyo, Japan.

Diterbitkan

2022-04-29

Cara Mengutip

Walbat , F., Tika, I. W., & Madrini , I. A. G. B. (2022). Analisis Persentase Kekurangan Air Irigasi pada Subak di Das Ho Saat Musim Kemarau. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 10(1), 34–44. https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p04

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>