Pengaruh Hydrocooling dan jenis Plastik Terhadap Mutu Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata) Selama Penyimpanan Dingin
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p06Kata Kunci:
susut bobot, kekerasan bahan, warna, kadar air, laju pendinginanAbstrak
Hydrocoolingmerupakan cara sederhana untuk menurunkan suhu bahan pangan secara cepat sampai suhu bahan mendekati suhu penyimpanan yang akan dilakukan. Selain itu, perlakuan pengemasan bahan pangan mampu menghambat laju susut bobot dan kualitas produk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah lama perendaman pada proses hydrocooling(tanpa perendaman, perendaman selama1 menit, dan perendaman 2 menit (suhu air perendaman 5oC±1)) dan faktor kedua adalah jenis plastik (jenis plastik Polypropylene(PP) dan plastik High DensityPolyethylene(HDPE)). Setiap unit percobaan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali dan semua unit percobaan disimpan pada lemari pendingin dengan suhu 10oC±1. Parameter diamati adalah a) kadar air, b) susut bobot, c) kekerasan bahan, d) warna, dan e) laju pendinginan. Penelitian dilakukan selama 8 hari dengan interval pengambilan data selama 2 hari sekali. Selama penyimpanan dingin jagung manis mengalami banyak perubahan fisik. Perubahan tersebut mulai nyata terlihat pada hari ke-6. Pada hari ke-6 jagung manis yang disimpan pada penyimpanan dingin mengalami perubahan fisik yaitu layu, keriput, warna mulai pucat, dan timbul warna kecoklatan di bagian ujung sampai pangkal permukaan jagung manis. Di hari ke-8 jagung manis mengalami penurunan susut bobot dan kadar air pada perlakuan tanpa hydrocoolingdan tanpa pengemas, sedangakan perlakuan hydrocooling(1 menit dan 2 menit) dan dikemas (dengan plastik Polypropylene(PP) dan plastik High DensityPolyethylene(HDPE) juga mengalami penurunan kadar air dan susut bobot, namun masih memiliki nilai rata-rata kadar air dan susut bobot yang tinggi. Akibat dari penurunan kadar air dan susut bobot mempengaruhi kekerasan jagung manis, warna, dan laju pendinginan. Hasil penelitian selama 8 hari menunjukan kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan hydrocoolingselama 2 menit dengan kemasan plastik Polypropylene dengan nilai susut bobot 0,33%, kekerasan 34,20 N/mm2, warna L 50.00, a 16.69, b 51.81, kadar air 74,167%, dan laju pendinginan 2.3982 oC/30 menit.
Referensi
Agustiningrum, D. A., Susilo, B., & Yulianingsih, R. (2014). Studi pengaruh konsentrasi oksigen pada penyimpanan atmosfer termodifikasi buah sawo (Achras zapota L.). Bioproses Komoditas Tropis, 2(1), 22–34.
Anggraini, R., & Sugiarti, T. (2018). Analisis pengemasan jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt) berkelobot dengan berbagai bahan pengemas. FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan, 1, 25–31.
Anonim. (2008). Direktorat Jenderal Hortikultura. Departemen Pertanian, Jakarta.
Ansar, Murad, Sukmawaty, & Wati, S. (2020). Pengaruh jenis kemasan dan suhu penyimpanan terhadap karakteristik fisik jagung manis segar (Zea mays L.). Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, 8(2), 147–154. https://doi.org/10.29303/jrpb.v8i2.180
Asiani, B., F., R., & Palungkun, R. (1993). Agribisnis tanaman sayur. Penebar Swadaya, Jakarta.
Awanis. (2013). Kombinasi suhu air dan lama perendaman pada hydrocooling untuk mempertahankan kesegaran sawi hijau (Brassica juncea). Jurnal Institut Pertanian Bogor, 16.
Awanis, & Darmawati, E. (2020). Pengaruh sistem pendinginan pada dua jenis suhu penyimpanan terhadap kesegaran sawi hijau (Brassica juncea). Jurnal Informasi Teknologi Pertanian (JITP), 1(1), 1–18.
Blongkod, N., Wenur, F., & Longdong, I. (2016). Kajian pengaruh prapendinginan dan suhu penyimpanan terhadap umur simpan brokoli. Jurnal Cocos, 7(5), 1–10.
Buckle, K. A., Edwards, R. A., Fleet, G. H., & Wootton, M. (1987). Ilmu pangan (Terjemahan). UI-Press, Jakarta.
Djarkasi, G. S. S., & Molenaar, R. (2017). Pengaruh umur panen terhadap sifat fisik tepung jagung manis (Zea mays saccharata Sturt). Jurnal Teknologi Pertanian, 8(1), 36–46.
Hadi, I. K. P. H. (2018). Pengaruh ketebalan plastik polietilen densitas rendah sebagai bahan kemasan terhadap mutu daun seledri (Apium graveolens L.) selama penyimpanan dingin, 1–9.
Hidayah, N., Istiani, A. N., & Septiani, A. (2020). Pemanfaatan jagung (Zea mays) sebagai bahan dasar pembuatan keripik jagung untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Panca Tunggal. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 42–48.
Kader, A. A. (1992). Postharvest technology of horticultural crops. Division of Agriculture and Natural Resources, University of California.
Kader, A. A. (1995). Controlled atmospheres for storage and transport of perishable agricultural commodities. Short Report, North Carolina State University.
Khatir, R., Ratna, & Puri, M. A. (2015). Pendugaan umur simpan jagung manis berdasarkan kandungan total padatan terlarut dengan model Arrhenius. Jurnal Agritech, 35(2), 200. https://doi.org/10.22146/agritech.13831
Muchtadi, D. (1992). Petunjuk laboratorium fisiologi pascapanen sayuran dan buah-buahan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Institut Pertanian Bogor.
Phan, C. (1987). Effect on metabolism. Dalam J. Weichmann (Ed.), Postharvest physiology of vegetables. Marcel Dekker, Inc.
Pudja, I. A. R. P. (2009). Laju respirasi dan susut bobot buah salak Bali segar pada pengemasan plastik polyethylene selama penyimpanan dalam atmosfer termodifikasi. Agrotekno, 15(1), 8–11.
Pudja, I. A. R. P., Widia, I. W., & Gunadnya, I. B. P. G. (2014). Pengembangan teknologi rantai pendinginan sederhana untuk mempertahankan mutu sayuran dataran tinggi di Bali selama pendistribusiannya.
Sedani, N. W. (2014). Pengaruh jenis dan ketebalan plastik terhadap laju perubahan konsentrasi O₂ selama penyimpanan jagung manis (Zea mays var. saccharata Sturt). Jurnal Biosistem dan Teknik Pertanian, 1(4), 1–10.
Sumoprastowo, R. M. (2004). Memilih dan menyimpan sayur-mayur, buah-buahan, dan bahan makanan. Bumi Aksara, Jakarta.
Winarno, F. G., & Betty, S. (1982). Kerusakan bahan pangan dan cara pencegahannya. Ghalia Indonesia, Bogor.
Winarno, F. G. (1997). Kimia pangan dan gizi. PT Gramedia Pustaka Utama.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/