Karakteristik Pengeringan Dan Sifat Fisik Bubuk Jahe Merah Kering (Zingiber Officinale Var.rubrum) Dengan Variasi Ketebalan Irisan Dan Suhu Pengeringan
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p01Kata Kunci:
Suhu Pengeringan, Ketebalan Irisan, Karakteristik Pengeringan, Bubuk Jahe MerahAbstrak
Pengolahan jahe merah dalam bentuk bubuk merupakan salah satu cara untuk mengawetkan hasil panen jahe merah yang memiliki kadar air yang tinggi. Pengolahan jahe merah dalam bentuk bubuk perlu dilakukannya pengeringan pada bahan sehingga mampu mengeluarkan kandungan air yang terdapat pada bahan. Dalam pengeringan suatu bahan suhu dan ketebalan merupakan hal berpengaruh pada pengeringan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik pengeringan, sifat fisik bubuk jahe merah serta perlakuan yang menghasilkan kualitas bubuk jahe kering yang paling baik dengan variasi suhu dan ketebalan irisan selama pengeringan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor yang pertama yaitu suhu pengeringan 50oC, 60oC, dan 70oC dan faktor kedua yaitu ketebalan irisan jahe merah 1 mm, 3 mm, 5 mm. Parameter yang diamati yaitu kadar air, kerapatan curah, sudut curah, indeks keseragaman, dan laju penurunan kadar air jahe merah. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa
interaksi antar perlakuan suhu dan ketebalan irisan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter kadar air, kerapatan curah, sudut curah, dan laju penurunan kadar air jahe merah. Selanjutnya perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan (N3S5) dari jahe merah yang dikeringkan dengan ketebalan irisan 3 mm yang dikeringkan dengan suhu 50oC dengan nilai kadar air 10,05% bb, kerapatan curah 790Kg/m3, sudut curah 43,34o.
Referensi
Andriani, M., Anandito, B. K., & Nurhartadi, E. (2013). Pengaruh Suhu Pengeringan Terhadap Karakteristik Fisik Dan Sensori Tepung
Tempe"Bosok". Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 6(2).
Anwar, E., . H., & Jufri, M. (2010). Studi Kemampuan Niosom Yang Menggunakan Maltodekstrin Pati Garut (Maranta
Arundinaceae Linn.) Sebagai Pembawa Klorfeniramin Maleat. Makara Of Science Series, 8(2), 59–64.
Arpah, M. (1993). No Title. Pengawasan Mutu Pangan.Penerbit Tarsito, Bandung.
Asgar, A., & Musaddad, D. (2006). Optimalisasi Cara, Suhu, Dan Lama Blansing Sebelum Pengeringan Kubis. Jurnal Hortikultura, 16(4),
83054.
Dash, K. K., Gope, S., Sethi, A., & Doloi, M. (2013). Star Fruit Slices. International Journal of Agriculture and Food Science Technology.,
4(7), 679–686.
Dyah Purnomosari. (2008). No Title. Studi Isoterm Sorpsi Lembab Dan Fraksi Air Terikat Pada Tepung Gaplek, 56.
Erwanto. (2018). Karakteristik (Zingiber No Title. Mempelajari Pengeringan Officianale Jahe Merah Var. Rubrum) Menggunakan Alat Pengering Mekanis Tipe Rak, 38.
Galuh prapita sari. (2011). No Title. Studi Budidaya Dan Pengaruh Lama Pengeringan Terhadap Jahe Merah (Zinggiber Officinale Rosc.), 40.
Jaelani, A., Djaya, M. S., Nimah, G. K., & ... (2018). The Physical Quality of Complete Feed of Modified Granules Made From Legumes And Swamp Forage For Goat Feed. Proceeding of the …, 249–254.
Lisa, M., Lutfi, M., Susilo, B., & Lll. (2015). Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan terhadap Mutu Tepung Jamur Tiram Putih ( Plaerotus
ostreatus ) Effect of Temperature Variation and Long Drying Of the Quality Flour White Oyster Mushroom ( Plaerotus ostreatus ). Jurnal
Keteknikan Pertanian Tropis Dan Biosistem, 3(3), 270–279.
Mahdi Jufri, R. D. A. R. F. (2006). Studi Kemampuan Pati Biji Durian Tablet Ketoprofen Secara Granulasi Basah. Majalah Ilmu Kefarmasian,
III(2), 78–86.
Metode, P., Terhadap, P., Simplisia, K., Prihastanti, E., Parman, S., Biologi, L., Tumbuhan, F., Biologi, J., & Sains, F. (2013). Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kualitas Simplisia Lempuyang Wangi (Zingiber Aromaticum L.). Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 21(1), 19–25.
Pangaribuan, S., Nuryawati, T., & Suprapto, A. (2016). Sifat Fisik dan Mekanik Serta Pengaruh Penyosohan terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Biji Sorgum Varietas KD 4 Physical and Mechanical Properties as well as The Effect of Milling on The Physical and Mechanical
Properties of Grain Sorghum Varieties KD 4. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian, September, 81–86.
Peleg, M. dan E. B. B. (1983). No Title. Physical Properties of Food. Avi Publishing Company, Inc. Wesport Connection.
Priastuti, R. C., -, T., & Suhandy, D. (2016). Pengaruh Arah Dan Ketebalan Irisan Kunyit Terhadap Sifat Fisik Tepung Kunyit Yang Dihasilkan. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 5(2), 101–108.
Priastuti, R. C., & Suhandy, D. (2016). Effect of Direction and Thickness of Physical Slice. Teknik Pertanian Lampung, 5(2), 101–108. Syah, H., Studi, P., Pertanian, T., Pertanian, F., & Kuala, U. S. (2013). Karakteristik Fisik Bubuk Kopi Arabika Hasil Penggilingan Mekanis
dengan Penambahan Jagung dan Beras Ketan. Karakteristik Fisik Bubuk Kopi Arabika Hasil Penggilingan Mekanis Dengan Penambahan
Jagung Dan Beras Ketan, 5(1), 32–37.
Tropik, J. P., Farrel, R., Aulawi, T., & Darmawi, A. (2020). Analisis Mutu Simplisia Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubrum)
dengan Suhu Pengeringan yang Berbeda Quality Analysis of Simplicia Red Ginger (Zingiber officinale Var. Rubrum) Rhizome
with Different Drying Temperature. 7(1), 136-143.
Ummah, N., Purwanto, Y. A., & Suryani, A. (2016). Penentuan Konstanta Laju Pengeringan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Iris Menggunakan Tunnel Dehydrator. Warta IHP/Journal of Agro-Based Industry, 33(2), 49–56.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-10 (2)
- 2026-02-03 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/