Analisis Kebutuhan Air Dan Finansial Tanaman Krisan (Chrysanthemum Sp.) Dengan Metode Guludan Dan Pot
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i17.Kata Kunci:
chrysanthemum flower, finansial analyze, plant water requirementsAbstrak
Bunga krisan (Chrysanthemum sp.) merupakan salah satu tanaman hias yang diproduksi sebagai bunga potong. Budidaya bunga krisan biasanya menggunakan metode di guludan, namun saat ini sudah berkembang budidaya krisan menggunakan metode pot. Berkembangnya dua metode budidaya mengakibatkan adanya perbedaan kebutuhan air tanaman dan finansial pada masing-masing metode. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis kebutuhan air tanaman dan kelayakan finansial dari masing-masing metode. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menentukan perbedaan tingkat kebutuhan air pada budidaya bunga krisan menggunakan metode guludan dan metode pot, dan (2) menganalisis kelayakan finansial budidaya tanaman krisan dengan kedua metode tersebut. Perlakuan penelitian ini adalah : Budidaya bunga krisan dengan metode guludan dan budidaya bunga krisan dengan metode pot. Pada masing-masing metode dianalisis kebutuhan air tanaman (ETc) dan kelayakan finansialnya. Analisis kelayakan finansial yang digunakan dalam penelitian ini adalah NPV,IRR dan BCR. Total kebutuhan air tanaman krisan dengan metode guludan dan pot masing-masing adalah 1056,72 ml/tanaman dan 866,64 ml/ tanaman, sedangkan rata-rata kebutuhan air harian masing-masing 19,57 ml/hari, dan 16,05 ml/hari. Hasil kelayakan finansial dari penelitian ini adalah NPV pada metode guludan sebanyak Rp.5.687.537,35 lebih kecil dari metode pot yang bernilai Rp.12.627.709,99. IRR dari metode guludan dengan persentase 15% lebih kecil dari metode pot yang persentasenya 18%. Analisis BCR dari metode guludan memperoleh hasil sebesar 1,51 yang mana lebih kecil dari metode pot yang memperoleh hasil sebesar 1,63. Walaupun kedua metode budidaya bunga krisan dikatakan layak, namun metode pot lebih menguntungakan dari pada metode guludan dari segi finansial.Referensi
Abdurachman, A. Dan Hidayat, A. 1999. Pengelolaan Sumber Daya Lahan dan Air Untuk Mendukung Pembangunan Pertanian. Seminar Nasional Sektor Pertanian Sebagai Andalan Ekonomi Nasional. Jakarta 26-27 Juli 1999.
Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Florikultura. 2013. Profil Krisan, Direktorat Jendral Holtikultura, Kementrian Pertanian.
Anonim. 2013. Inflasi RI 6 Tahun Terakhir 5,2%, Dengan Bunga Bank 12,03, Lebih Tinggi Dibanding Malaysia dan Thailand. https://m.merdeka.com/uang/inflasi-ri-6-tahun-terakhir-52-persen-lebih-tinggi-dibanding-malaysia-thailand.html. [diakses pada tanggal 28 April 2018].
Bustomi, F 1999. Sistem Irigasi : Suatu Pengantar Pemahaman, Tugas Kuliah Sistem Irigasi. Program Pasca Sarjana Program Studi Teknik Sipil UGM, Yogyakarta.
Ghozali, Imam. 2009. “Aplikasi AnalisisMultivariate dengan Program SPSS”.Semarang : UNDIP.
Saputra, I.M.W., I.M.A.S. Wijaya, I.W. Tika, 2015. Kajian Frekuensi Dan Lama Pemaparan Medan Elektromagnetik Pada Fase Generatif Terhadap Produksi Dan Kualitas Bunga Krisan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian). Universitas Udayana. Jimbaran.
Sosrodarsono, Suyono dan Takeda, Kensaku. 2003. Hidrologi Untuk Pengairan. Pradna Paramita, Jakarta.
Suweca, N, Wawancara. 2016. “Wawancara Budidaya Tanaman Krisan dan Prospek Budidaya Bunga Krisan Di Bedugul”. Banjar Kembang Merta, Desa Candikuning< Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Wiguna, I.K.W., I.M.A.S. Wijaya, I.M. Nada, 2015. Respon Tanaman Terhadap Penambahan Warna Cahaya Lampu LED Selama 30 Hari Pada Fase Vegetatif Terhadap Produksi Dan Kualitas Bunga Krisan Jurnal BETA 202
(Biosistem dan Teknik Pertanian). Universitas Udayana. Jimbaran.
Yuliasih, N.L.P., Sumiyati, S. Yohanes, 2015. Analisis Profil Iklim Mikro Pada Greenhouse Tipe Arch Untuk Budidaya Bunga Krisan Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian). Universitas Udayana. Jimbaran
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/