Pengaruh Variasi Jumlah Perforasi Kemasan terhadap Mutu Kentang Konsumsi (Solanum tuberosumL)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p14Kata Kunci:
mutu kentang, oksigen, perforasi, suhuAbstrak
Tingginya produksi kentang di Indonesia tidak diimbangi dengan penanganan pascapanen yang tepat, sehingga banyak kentang yang mengalami kerusakan selama masa penyimpanan. Kemasan dengan perforasi dapat mempertahankan umur simpan umbi kentang. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan pengaruh perforasi kemasan terhadap mutu kentang konsumsi selama penyimpanan serta menentukan perlakuan yang dapat mempertahankan mutu kentang konsumsi selama penyimpanan. Penelitian dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan perfora si kemasan (0,42%, 0,63%, dan 0,84%). Setiap unit percobaan diulang 3 kali. Parameter yang diukur adalah susut bobot, kelembaban udara, suhu udara, color difference, dan tekstur umbi kentang. Laju peningkatan susut bobot untuk perlakuan kontrol, kemasan t anpa perforasi, kemasan perforasi 0,42%, kemasan perforasi 0,36%, dan kemasan perforasi 0,84% masing - masing adalah: 0,09 g/hari, 0,025 g/hari, 0,036 g/hari, 0,051 g/hari, 0,058 g/hari. Laju perubahan kelembaban udara untuk masing - masing perlakuan adalah: 0 ,10 %, 0,36 %, 0,30 %, 0,23 %, 0,16 %, dan laju perubahan suhu kemasan adalah: 0,03 o C/hari, 0,056 o C/hari, 0,020 o C/hari, 0,026 o C/hari, dan 0,033 o C/hari. Laju perubahan color difference untuk masing - masing perlakuan adalah: 0,24 /hari, 0,36 /hari, 0,26 /hari , 0,27 /hari, dan 0,23 /hari. Laju perubahan tekstur dari masing - masing perlakuan adalah: 0,13 /hari, dan 0,53 N/hari, 0,65 N/hari, 0,53 N/hari, 0,56 N/hari, dan 0,63 N/hari. Kecukupan oksigen merupakan parameter penentu kualitas umbi kentang yang disimpa n, maka perlakuan terbaik adalah perlakuan kemasan perforasi 0,84% dengan nilai penurunan susut bobot 8,77%, kelembaban 69,8%, perubahan suhu 28,8 o C, color difference 6,95, tekstur 63,4 N.Referensi
Alhassan, N., & Abdul-rahaman, A. (2014). Technology and application of edible coatings for reduction of losses and extension of shelf life of cantaloupe melon fruits. International Journal of Scientific and Technology Research, 3(11), 7–12.
Andriyanto, F., Setiawan, B., Dina Riana, F., & Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl Veteran Malang, J. (2013). Dampak Impor Kentang Terhadap Pasar Kentang di Indonesia Impact Of Imported Potatoes For Indonesian Market. 1.
Anggraini, R., & Permatasari, N. D. (2018). Pengaruh Lubang Perforasi Dan Jenis Plastik Kemasan Terhadap Kualitas Sawi Hijau (Brassica Juncea L.). Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 14(3), 154. https://doi.org/10.21082/jpasca.v14n3.2017.154-162
Asgar, A. (2017). Pengaruh Suhu Penyimpanan dan Jumlah Perforasi Kemasan Terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Brokoli (Brassica oleracea var. Royal G) Fresh-Cut.
Astuti, N., & Nurul Fuadi, dan. (2019). Pengaruh Waktu Penyimpanan Terhadap Nilai Suhu, Kelembaban Dan Kesegaran Sayuran Pada Kemasan Daun Pisang (Vol. 6, Issue 2).
Babarinsa, F. A., & Williams, J. O. (2015). Development of a Diffuse Light Store for “Seed” Potato Storage. In International Journal of Agriculture and Earth Science(Vol. 1, Issue 8). www.iiardonline.org
Bianchi, G., Scalzo, R. Lo, Testoni, A., & Maestrelli, A. (2014). Nondestructive Analysis to Monitor Potato Quality during Cold Storage. Journal of Food Quality, 37(1), 9–17. https://doi.org/10.1111/jfq.12068
BPS. (2020). Statistik Hortikultura 2020. Badan Pusat Statistik, 88, 23–26.
Fransisca, A. (2019). Pengaruh Suhu Dan Jumlah Perforasi Pada Kemasan Terhadap Susut Bobot Kangkung. Jurnal Ilmu Pangan Dan Hasil Pertanian, 3(1), 31–41. https://doi.org/10.26877/jiphp.v3i1.3452.
Gallagher, M. J. S., dan Mahajan, P. V. 2011. The Stability and Shelf Life of Fruit and Vegetables. In Food andBeverage Stability and Shelf Life(Issue March).Woodhead Publishing Limited. https://doi.org/10.1533/9780857092540.3.641
Martin, K., Van, I., & Scholte, K. (1992). Shortening dormancy of seed potatoes by storage temperature regimes. In Potato Research(Vol. 35).
Prastya, O. A., I. M. S. Utama dan N. L. Yulianti. 2015. Pengaruh pelapisan emulsi minyak wijen dan minyak sereh terhadap mutu dan masa simpan buah tomat (Lycopersicon esculentum Mill). Jurnal BETA. 3(1): 1-10.
Proulx, E., Yagiz, Y., Nunes, M. C. N., & Emond, J.-P. (2010). Quality Attributes Limiting Snap Bean(Phaseolus vulgarisL.) PostharvestLife at Chilling and Non-chillingTemperatures. Hort Science, 45(8), 1238–1249.
Purnomo, E., Suedy, S. W. A., & Haryanti, S. (2014). Perubahan Morfologi Umbi Kentang Konsumsi (Solanum Tuberosum L. Var Granola) Setelah Perakuan Cara dan Waktu Penyimpanan Yang Berbeda. Jurnal Biologi Universitas Diponegoro, 3(1), 40–48.
Rhim, J. W., Wu, Y., Weller, C. L., & Schnepf, M. (1999). Physical Characteristics of a Composite Film of Soy Protein Isolate and Propyleneglycol Alginate. In JOURNAL OF FOOD SCIENCE(Vol. 64, Issue 1).
Setiawan, R. (2019). Efek Suhu Dingin Dan Kelembapan Tinggi Terkontrol Serta Perendam An Dengan Sodium Bikarbonat Dan Pengemas Pp Terhadap Sifat Fisik Cabai Merah Besar(Capsicum Annum L.).
Setiyo, Yohanes., Susrusa, ketut budi, Gunam, I., Gunadnya, I. B. P., Yulianti, N. luh, & Ada, W. (2017). Agribisnis Kentang. Udayana University Press.
Setiyo, Y., Permana, D. G. M., Triani, I. L., & Gunadnya, I. (2017). Quality of Potato Seeds from Some Models of Cultivation After Storage.
Techavises, N., & Hikida, Y. (2008). Development of a mathematical model for simulating gas and water vapor exchanges in modified atmosphere packaging with macroscopic perforations. Journal of Food Engineering, 85(1), 94–104. https://doi.org/10.1016/j.jfoodeng.2007.07.014
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/