Analisis Kebutuhan Traktor Berdasarkan Ketersediaan Air Pada Subak di Kabupaten Tabanan
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p17Kata Kunci:
lahan, subak,, tanah,, , traktor dan ketersediaan airAbstrak
Mengolah tanah dalam kegiatan pertanian memerlukan pengaturan kebutuhan traktor secara optimal.
Jumlah traktor yang seharusnya dibutuhkan dengan luas lahan yang ada berdasarkan pada ketersediaan air
di suatu subak dengan tujuan untuk memperoleh produktivitas hasil olah tanah yang optimal maka
diperlukan traktor dengan ketersediaan air irigasi yang mengairi lahan untuk memperlancar pengolahan dan
mengefisienkan tanah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui banyaknya traktor yang
diperlukan berdasarkan ketersediaan air dengan membandingkan traktor yang tersedia pada subak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif melalui metode survey dengan mencari data
primer yaitu pengukuran debit tersedia dibangunan bagi dan pengukuran dilahan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa traktor yang dibutuhkan berdasarkan ketersediaan air di subak Kabupaten Tabanan
yang ada di hulu, tengah dan hilir. Untuk sembilan subak yang ada di daerah hulu, traktor rotari yang
diperlukan dengan rata-rata 6 traktor dapat mengolah lahan mencapai 87,3 ha atau 1 unit traktor dapat
mengerjakan lahan dengan luas 14,6 ha dengan rata-rata konsumsi air untuk 1 unit traktor yaitu 27,16 lt/dt.
Untuk sembilan subak yang ada di daerah tengah traktor yang diperlukan dengan rata-rata 5 traktor dapat
mengolah lahan dengan luas 69 ha atau 1 unit traktor dapat mengerjakan lahan dengan luas 13,8 ha dengan
rata-rata konsumsi air untuk 1 unit traktor yaitu 26,84 lt/dt. Sedangkan sembilan subak yang ada di daerah
hilir traktor yang diperlukan dengan rata-rata 10 traktor dapat mengolah lahan dengan luas 114,5 ha atau 1
unit traktor dapat mengerjakan lahan dengan luas 11.8 ha dengan rata-rata konsumsi air untuk 1 unit traktor
yaitu 12,1 lt/dt
Referensi
Aisyah, S. (2015). Analisis Kebutuhan dan Pengelolaan Traktor Tangan pada Kegiatan Pengolahan Tanah Pertanian di Desa Sumber Kalong Kecamatan Kalisat.
Bachrein, S., Ruswandi, A., dan Subarna, T. (2009). Penggunaan Traktor Roda Dua pada Lahan Padi Sawah di Jawa Barat. Agrikultura, 20(3).
Fuadi, N. A., Purwanto, M. Y. J., dan Tarigan, S. D. (2016). Kajian Kebutuhan Air dan Produktivitas Air Padi Sawah dengan Sistem Pemberian Air secara Sri dan Konvensional Menggunakan Irigasi Pipa. Jurnal Irigasi, 11(1), 23-32.
Hardjosentono, M, 2010. Mesin- Mesin Pertanian. Pusat Pendidikan Dan Latihan Pertanian. Jakarta
Irawan, B., dan Friyatno, S. 2002. Dampak Konversi Lahan Sawah di Jawa terhadap Produksi Beras dan Kebijakan Pengendaliannya. SOCA (Socio-Economic of Agriculturre And Agribusiness). Bogor.
Lubis, N. M. A. I., dan Nasution, Z. (2017). Klasifikasi Tanah Lahan Sawah Terasering di Desa Huta Hotang Kecamatan Onan Runggu Berdasarkan Toposekuen. Jurnal Online Agroekoteknologi, 5(4), 764-772.
Soedjatmiko. 1999. Masalah Penggunaan Traktor Dalam Budidaya Pertanian di Indonesia. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Saraswati, R., dan Husen, E. (2007). Prospek Penggunaan Pupuk Hayati Pada Sawah Bukaan Baru. di Dalam: Prosiding Tanah Sawah Bukaan Baru. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, BBLSLP, Bogor. Hlm, 151-174.
Suheiti, K. (2016). Peran Traktor Roda Dua dalam Gerakan Percepatan Tanam Padi di Jawa Timur: Sebuah Review.
Suyastiri, Y. P. N. M. (2012). Pemberdayaan Subak Melalui “Green Tourism” Mendukung Keberlanjutan Pembangunan Pertanian Di Bali. SEPA, 8(2), 51-182
Yunus, L., Iswandi, M., dan Hasan, I. (2017). Optimalisasi Kebutuhan Traktor Untuk Pengolahan Tanah Sawah Di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka. Jurnal Sosio Agribisnis, 1(1).
Zakaria, Z. 2009. Analisis Kestabilan Lereng Tanah. Laboratorium Geologi Fakultas Teknik Geologi Universitas
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/