Pengaruh Pelapisan Emulsi Minyak Wijen dan Minyak Sereh terhadap Mutu dan MasaSimpan Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis Lour)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i13Kata Kunci:
citrus, quality, storage periode, consentration, emulsion coatingAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh campuran konsentrasi yang berbeda antara minyak wijen dan minyak sereh dalam air sebagai bahan pelapis pada kualitas buah jeruk selama penyimpanan pada suhu kamar. Konsentrasi emulsi minyak wijen bervariasi 0%, 0.5%, dan 1% dalam kombinasi minyak serah 0%, 0.5%, 1%, dan 1.5%. Bahan tambahan yang digunakan untuk membuat emulsi adalah 1% dari tween 80, 0.5% asam oleat, dan alkohol 3%. Buah kontrol tanpa perlakuan juga disiapkan untuk perbandingan. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian men unjukkan bahwa perlakuan campuran minyak wijen dan minyak sereh signifikan mempengaruhi mutu dan masa simpan buah jeruk. Konsentrasi gabungan dari 0.5% minyak wijen dan 0.5% minyak sereh memberikan hasil terbaik yang mampu mengurangi susut bobot, kerusakan pembusukan, perubahan pH dan total padatan terlarut jus buah, dan kekerasan buah.Referensi
___________. www.litbang.deptan.go.id. Minyak Wijen: “Raja Minyak Nabati”[internet]. Malang: Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas); 1997-2011.
Aked, J. 2000. Fruits and Vegetables in Stability and shelf-life of food, in Kilcast. K and Subramaniam, P (Eds.):The Stability and Shelf-life of Food, CRC Press.
Anonim. 1999. Peluang Usaha dan Pembudidayaan Jeruk Siam. Penebar Swadaya. Jakarta
Apandi. 1984. Teknologi Buah dan Sayuran. Alumni, Bandung.
Burt, S. 2004. Essential oils: their antibacterial properties and potential applications in foods:a review. Intl. J. Food Microbiol.94: 223−253.
Departemen Pertanian. 1994. Penuntun Budiddaya Buah-buahan (Jeruk).Direktorat
Guenther, Ernest. 1948. The Essential Oil Vol. 4 (Minyak Atsiri, terjemahan Ketaren, pokok bahasan: Sereh Dapur). Universitas Indonesia Press. Jakarta.
Hammer, K.A.,C.F. Carson dan T.V. Riley. 1999. Antimicrobial activity of essemtial oils and other plants extract. J. Appl. Microbiol. 86:985-990.
Handoko, D. D., B. Napitupulu dan H. Sembiring., 2000. Penanganan Pasca Panen Buah Jeruk. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara, Medan.Jakarta.Jenderal Pertanian Tanaman Pangan. 269 h.
Kadarisman, D., Sunarmani, dan M. Arintawati. 2004. Mempelajari Perubahan Fisika Dan Kimia Sari Buah Jeruk Siam (C. Nobilis Var Microcarpa) dan Proses.
Ma’mun dan Nurdjannah, N.1993. Pengaruh Perajangan dan Lama Pelayuan terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Serai Dapur (Cymbopogon citratus Stapf). Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bul. Litro. Vol VIII. No. 1. Hal: 42 –45. http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/81934245.pdf diakses tanggal 17 Agustus 2013.
Maizura, M., A. Fazilah, M.H. Norziah, and A.A. Karim. 2007. Antibacterial activity and mechanical properties of partially hydrolyzed sago starch-alginate edible film containing lemongrass oil.J. Food Sci. 72: 6: c324−c330.
Makfoeld D. 1993. Mikotoksin Pangan. Yogyakarta: Kanisius.Makfoeld, D. 1992. Buah Klimakterik. Fakultas Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
Muchtadi, T. R. 1992. Fisiologi Pascapanen Sayuran dan Buah-buahan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jendral Pendidikan Tinggi. PAU. IPB. Bogor.
Pangestuti, R., A. Supriyanto dan Suhariyono. 2007. Umur Simpan dan Perubahan Kualitas Jeruk Keprok SoE (Citrus reticulate Blanco) pada Umur Petik dan suhu Penyimpanan yang Berbeda. Balai Penelitian tananman Jeruk dan Buah Subtropika, Tlekung.
Pantastico, E. R. B, 1993. Fisiologi Pasca Panen. UGM-Press, Yogyakarta.
Pracaya, 2000. Jeruk Manis, Varietas, Budidaya dan Pascapanen. Penebar Swadaya, Jakarta.
Quintavalla, S. and L. Vicini. 2002. Antimicrobial food packaging in meat industry.Meat Sci. 62: 373–380.
Saputera, Sutrisno., S. Susanti dan I. W. Budiastra, 2000. Pengkajian Penyimpanan Jeruk Besar (Citrus grandis L) Pengolahan Minimal dengan Kemasan Atmosfer Termodifikasi. Buletin Keteknikan Pertanian.
Satuhu, S. 1994. Penanganan dan Pengolahan Buah-buahan. Penebar Swadaya.
Setiawan, Ade Iwan, dan Yani trisnawati. 2003. Peluang Usaha dan Pembudidayaan Jeruk Siam. Penebar Swadaya. Jakarta
Siagian, H.F. Penggunaan Bahan Penjerat Etilen Pada Penyimpanan Pisang Barangan dengan Kemasan Atmosfer Termodifikasi Aktif.Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Sihombing, D.T.H., 1997. Ilmu Ternak Lebah Madu. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Siswadi. 2007. Penanganan Pasca Panen Buah-buahan dan Sayuran. Jurnal lnovasi Pertanian Vol. 6.
Suhardi. 1992. Penanganan Pascapanen Buah dan Sayuran. PAU Pangan dan Gizi.Yogyakarta.
Sutopo, 2011. Penanganan Panen dan Pasca Panen Buah Jeruk. http://www.kpricitrus.wordpress.com (30 Mei 2013).
Tambun, R. 2006.Buku Ajar Teknologi Oleokimia. Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Medan.
Thomson, J.F, Mitchell, F.G, Rumsey, Kasmire, R.F, and Crisosto, C.H., 2002. Commercial Cooling Fruit, Vegetables, and Flower. University of California. Devision of Agricultural and Natural Recources Publication 21567.
Tranggono, 1992. Memperpanjang Umur Simpan Buah Salak Pondoh Dengan Penyimpanan Dalam Atmosfer Terkendali. Laporan Penelitian, PAU UGM, Yogyakarta.
Utama, I M. S. 2001.Penanganan Pascapanen Buah Dan Sayuran Segar.Universitas Udayana, Denpasar, Bali.Utama, I M.S. 2008. Manual praktik laboratorium teknik pascapanen hortikultura.Program studi keteknikan pertanian. Fakultas teknologi pertanian. Universitas udayana.
Willes, J. V. (2000). Water Vapor Transmission Rates of Chitosan Film. Journal of Food Science. vol 60, no 7.
Winarno, F. Moehammad Adnan. 1979. Fisiologi Lepas Panen. PT. Sastra Hudaya. Jakarta Pusat.
Winarno, F.G. 2002. Fisiologi lepas panen produk hortikultura. M-Brio Press, Bogor.www.wikipedia.com. Minyak Nabati. 6 Juni 2013. 20.18 Wita.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/