PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN KOMPOS TERHADAP KEBUTUHAN AIR TANAMAN BEBERAPA JENIS KACANG
DOI:
https://doi.org/10.24843/j.beta.2013.v01.i02.p04Kata Kunci:
pupuk kompos, kebutuhan air tanamanAbstrak
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian dosis pupuk kompos terhadap kebutuhan air tanaman beberapa jenis kacang yaitu kacang tunggak, kacang kedelai, dan kacang hijau. Perbandingan tanah dan kompos terdiri dari 7 tingkatan yaitu: 100% tanah; 97,5% tanah : 2,5% kompos; 95% tanah : 5% kompos; 92,5% tanah : 7,5% kompos; 90% tanah : 10% kompos; 87,5% tanah : 12,5% kompos; dan 85% tanah :15% kompos. Data dianalisis secara statistic kuantitatif dan di bahas secara deskriptif. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kapasitas lapang, titik layu, ketersediaan air tanah, dan kebutuhan air tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tingkat pemberian pupuk kompos pada budidaya beberapa jenis kacang berpengaruh terhadap ketersediaan air tanah. Ketersediaan air pada budidaya kacang tunggak berkisar 34,4% - 42,7%, pada budidaya kacang kedelai berkisar 42,3% - 48,6%, pada budidaya kacang hijau 46,7% – 55,7%. Kebutuhan air tanaman sangat bervariasi bergantung kepada jenis kacang. Pada penelitian ini diperoleh perbandingan tanah dengan pupuk kompos 85% : 15% merupakan perlakuan terbaik untuk mendapatkan nilai kebutuhan air tanaman yang optimal pada budidaya kacang tunggak, kacang kedelai, maupun kacang hijau.
Referensi
Adisarwanto, T., 2008, Budidaya Kedelai Tropika, Penebar Swadaya, Jakarta.
Ali M, Jensen CR, Mogensen VO, Andersen MN, Henson IE , 1999, Root signalling and osmotic adjustment during intermittent soil dryingsustaingrainyieldoffieldgrownwheat, Field Crops Research, New Jersey.
Anita suharyati, 2010, hubungan sifat fisik dengan kesuburan tanah, fakultas pertanian , Skripsi(tidak dipublikasikan), Universitas Sebelas Maret, Solo.
Aron, 2009, Pengaruh Ratio Penggunaan Kompos Terhadap Ketersediaan Air Tanah Pada Budidaya Jahe Merah(Zingiber Officinale Rosc), Skripsi (tidak dipublikasikan), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Bali.
Fitter A H dan Hay R K M. 1998, Fisiologi Lingkungan Tanaman, Terjemahan, Sri Andani dan Purbayanti Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Hanafiah, K., A. 2005, Dasar-Dasar ILmu Tanah, Rajawali Pers, Jakarta.
Jumin H B, 2002, Agroekologi, Raja Grafindo, Jakarta.
Nazir. M, 1983. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Rahmawati, Linda, 2008, Pengaruh Pemberian Kompos dan Pupuk N Terhadap Beberapa Sifat Fisik Tanah, Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Pada Inceptisol Tlekung, Skripsi (tidak dipublikasikan, Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang.
Reeves D W, 1997, The Role of Soil Organic Matter in Maintaining Soil Quality in Continuous Cropping Systems, Soil Tillage Res. (43); 131–167, Oklahoma.
Samekto R, 2006, Pupuk Kompos, PT Intan Sejati, Klaten.
Sarief S E, 1985, Konservasi Tanah dan Air, Pustaka Buana, Bandung.
Schjønning P, Munkholm L J, Elmholt S and Olesen J E. 2007, Organic Matter and Soil Tilth in Arable Farming: Management Makes A Difference within 5–6 Years. Agriculture, Ecosystems and Environment (122); 157–172, St. Petersburg college, St. Petersburg.
Sumiyati dkk, 2006, Penuntun Praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Bali.
Supriyanto.N, 1996, Kajian Pengukuran Kapasitas Lapang Pada Tanah-Tanah Tropika, Agr, UMY, Yogyakarta.
Sutanto, Rahmat, 2005, Dasar-Dasar Ilmu Tanah, Kanisius, Yogyakarta.
Soemarno, M. S., 2004, Manajemen Sumberdaya Air dan Pengelolaan Air Tanah Bagi Tanaman, Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Malang.
Syukur, A. 2005, Kajian Pengaruh Pemberian Macam-macam Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe di Inceptisol, Karanganyar.
Syukur, A dan Nur Indah M, 2006, Kajian Pengaruh Pemberian Macam Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe di Inceptisol, Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 (2) 2006. p:124-131, Karanganyar.
Utomo, H.W, 1985, Sifat Fisik Tanah (Dasar dan Teori), Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/