Pengaruh Kombinasi Limbah Jagung Ketan (Zea mays ceratina) dan Kotoran Sapi pada Proses Pengomposan dengan Bioaktivator Berbeda di Desa Lokasari
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p05%20Kata Kunci:
bioaktivator, kotoran sapi, limbah jagung ketan, pengomposanAbstrak
Potensi limbah jagung ketan, kotoran sapi, dan mikroorganisme lokal (MOL) di Desa Lokasari belum termanfaatkan secara baik. Teknologi sederhana dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kompos limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh kombinasi komposisi bahan dengan tambahan jenis bioaktivator berbeda terhadap kualitas hasil pengomposan sesuai dengan Standar Nasional
Indonesia (SNI) 19-7030-2004. Bahan penyusun kompos adalah limbah jagung ketan dan kotoran sapi. Bahan bioaktivator yang digunakan yaitu bonggol pisang, daun gamal, dan nasi basi dengan proses fermentasi selama 2 minggu dengan penambahan molase dan air cucian beras. Wadah yang digunakan adalah keranjang bambu berbentuk tabung dengan tinggi 40 cm dan diameter 40 cm. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dua faktor. Faktor pertama adalah kombinasi komposisi limbah jagung ketan dan kotoran sapi dengan 5 taraf perlakuan, yaitu K1 (100%:0%), K2
(75%:25%), K3 (50%:50%), K4 (25%:75%), dan K5 (0%:100%). Faktor kedua adalah jenis bioaktivator 3 taraf perlakuan, yaitu B1 (MOL bonggol pisang), B2 (MOL daun gamal), dan B3 (MOL nasi basi). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi limbah jagung ketan dan kotoran sapi dengan jenis bioaktivator berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap suhu dan C-organik, serta berbeda nyata terhadap rendemen, N-total, dan rasio C/N. Komposisi limbah jagung ketan dan kotoran sapi K5B1 menghasilkan kompos dengan kualitas rata-rata terbaik sesuai SNI, yaitu pH 6,94, kadar air 36,47%, C-organik 28,87%, N-total 1,56%, dan rasio C/N 18,49%
Referensi
Aminah;, S., Soedarsono;, G. B., & Sastro;, Y.(2003). Teknologi Pengomposan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Jakarta.
Atmaja, I., Tika, I., & Wijaya, I. (2017). Pengaruh perbandingan komposisi bahan baku terhadap kualitas dan lama waktu pengomposan. The Effect Composition Ratio of Raw Material on Compost Quality and Timing for Composting.
Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 111–119. http://ojs.unud.ac.id/index.php/beta
BPS Karangasem. (2018). Kecamatan Sidemen Dalam Angka 2018. Badan Pusat Statistik. Karangasem. http://www.bps.go.id/
BPS Karangasem. (2020). Kecamatan Sidemen Dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik. Karangasem. http://www.bps.go.id/
Budiyani;, N. K., Soniari;, N. N., & Sutari;, N. W. S. (2016). Analisis Kualitas Larutan Mikroorganisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang. Analysis of Local Mikroorganisme Solution Quality Based on Banana Weevil. E-Jurnal
Agroekoteknologi Tropika, 5(1), 63–72. http://ojs.unud.ac.id/index.php/JAT
Dewi, N., Setiyo, Y., & Nada, I. (2017). PENGARUH BAHAN TAMBAHAN PADA KUALITAS KOMPOS KOTORAN SAPI. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 76–82. http://ojs.unud.ac.id/index.php/beta
Djuarnani;, N., Kristian;, & Setiawan;, B. S. (2005). Cara cepat membuat kompos. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Ernita;, E. J., Yetti;, H., & Ardian; (2017). Pengaruh pemberian limbah serasah jagung terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.). Jom Faperta, 4(1), 1–15.
Faesal;, & Syuryawati; (2018). Efektivitas kompos limbah jagung menggunakan dekomposer bakteri dan cendawan pada tanaman jagung. Jurnal Pangan, 27(2), 117 – 128.
Faesal, Dj, N., & Soenartiningsih. (2017). Seleksi Efektivitas Bakteri Dekomposer terhadap Limbah Tanaman Jagung Selection for Effectiveness of Decomposer for Maize Stover. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 1(2), 105–114.
Furqaanida;, N. (2004). Pemanfaatan klobot jagung sebagai substitusi sumber serat ditinjau dari kualitas fisik dan palatabilitas ransum komplit. IPB. Bogor.
Prawiratama, D. R., Widia, I. W., & Sucipta, I. N. (2020). Pengaruh Komposisi Kotoran Sapi dan Pelepah Rebung Bambu Tabah serta Konsentrasi Aktivator terhadap Kualitas Kompos yang dihasilkan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(1), 25–34.
Royaeni;, Pujiono;, & Pudjowati;, D. T. (2014).PENGARUH PENGGUNAAN BIOAKTIVATOR MOL NASI DAN MOL TAPAI TERHADAP LAMA WAKTU PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK PADA TINGKAT RUMAH TANGGA. VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(1),1–9.
SENI, I., ATMAJA, I., & SUTARI, N. (2013). Analisis Kualitas Larutan Mol (Mikoorganisme Lokal) Berbasis Daun Gamal (Gliricidia Sepium). E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology), 2(2), 135–144.
Setiyo;, Y., Gunam;, I., & Harsojuwono;, B. (2019). Bioproses Limbah Pertanian. Intimedia. Malang.
Setiyo;, Y., Purwadaria;, H. K., Yuwono;, A. S., & Subroto;, M. A. (2007). PENGEMBANGAN MODEL SIMULASI PROSES
PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK PERKOTAAN DALAM BIOREAKTOR. Jurnal Forum Pascasarjana, 30(1), 1–12.
Sutari;, N. W. S., & Suwastika, A. A. N. G. (2016). Efektivitas penggunaan beberapa mikroorganisme lokal (mol) dalam pengolahan limbah organik kota (sampah upacara) menjadi pupuk organik dan aplikasinya pada tanaman sawi hijau (brassica juncea. L). Seminar Nasional Sains Dan Teknologi (SENASTEK- 2016), Kuta, Bali, Indonesia, 15-16 Desember
2016.
TANTRI P. T. N, T., SUPADMA, A., & ARTHAGAMA, I. (2016). Uji Kualitas Beberapa Pupuk Kompos Yang Beredar Di
Kota Denpasar. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology), 5(1), 52–62.
Yuwono;, T. (2006). Bioteknologi Pertanian. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 I Gede Yoga Juni Sastrawan, I Putu Surya Wirawan , Ni Luh Yulianti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/