Kebutuhan Air Tanaman pada Budidaya Cabai Rawit (Capsicum FrutescensL.) dengan Sistem Polybag yang Menggunakan Berbagai Tingkat Kandungan Organik Tanahh
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i20Kata Kunci:
chili pepper, irrigation, paddy fields, manureAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pola kebutuhan air tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dari usia tanam sampai tanaman berbunga dengan sistem polybag dan (2) mengetahui pola kebutuhan air tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dengan berbagai tingkat kandungan organik tanah yang sejalan dengan usia tanaman. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap masing-masing terdiri dari lima perlakuan dan tujuh ulangan, yaitu perlakuan menggunakan tanah sawah 100%, perlakuan menggunakan tanah sawah 80% dan pupuk kandang 20%, perlakuan tanah sawah 60% dan pupuk kandang 40%, perlakuan tanah sawah 40% dan pupuk kandang 60%, perlakuan tanah sawah 20% dan pupuk kandang 80%. Data kebutuhan air tanaman yang diperoleh diolah dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel untuk memperoleh grafik dan dilanjutkan analisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian jumlah kebutuhan air tanaman pada perlakuan menggunakan tanah sawah 100% rata - rata 25,29 ml/hari, pada perlakuan tanah sawah 80% dan pupuk kandang 20% rata-rata 24,26 ml/hari, pada perlakuan tanah sawah 60% dan pupuk kandang 40% rata-rata 22,06 ml/hari, pada perlakuan tanah sawah 40% dan pupuk kandang 60% rata-rata 21,27 ml/hari, pada perlakuan tanah sawah 20% dan pupuk kandang 80% rata-rata 19,32 ml/hari. Pada perlakuan tanah sawah 20% dan pupuk kandang 80% menunjukkan kebutuhan air paling sedikit diantara perlakuan yang lainnya.
Referensi
Anonimus. 2008. Penuntun Praktikum teknik Irigasi dan Drainase. Program Studi TeknologiPertanian, Fakultas Pertanian. Universitas Hasanuddin; Makassar.
Anonim.2014. Standar Operasional Prosedur Budidaya Cabai Rawit. Bidang Pengembangan Produksi Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah 2014. Diakses pada tanggal 5 Desember 2017.
Agnellia, dan N. G. Ustriyana. 2016. Analisis Struktur, Perilaku dan Kinerja Cabai di Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana.
Bastian. 2016. Identifikasi Karakter Beberapa Varietas Cabai (Capsicum annuum L.) Introduksi di Rumah Kaca. Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung.
Cahyono. 2003. Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta.
Doorenbos, J. and Pruitt, W.O. 1977. Food and Agriculture Organization (rome, Italia) –Rome [Italy]:FAO 1997. (FAO Irrigation and drainase paper No. 33)
Dewi, dan N. G. Ustriyana. 2017. Strategi Pemasaran Cabai Merah Pada Sub Terminal Agribisnis Manik Mekar Nadi. Program Studi Agribisnis, Program Non Reguler, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana.
Ningsih. 2017. Makalah Pengantar Bisnis "Budidaya Tanaman Cabai Rawit". Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi Universitas Merdeka Surabaya 2017.
Prabaningrum. 2011. Budidaya Cabai Merah di Bawah Naungan untuk Menekan Serangan Hama dan Penyakit. Yayasan Bina Tani Sejahtera Lembang -Bandung Barat.
Badan Pusat Statistik, 2010. Kalimantan arat Dalam Angka BPS 2009. Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.
Balai Penelitian Tanah. 2005. Pupuk Organik Tingkatkan Produksi Pertanian. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor. Vol. 27.
Purwono., 2006. Bertanam cabai rawit dalam pot. Tim lentera. Agro Media Pustaka. Bogor.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/