Pengaruh Pemberian Uap Etanol dan Pelapisan Kitosan terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p09Kata Kunci:
kitosan, masa simpan, mutu manggis, uap etanolAbstrak
Manggis merupakan buah tropis yang memiliki potensi yang tinggi sebagai komoditas ekspor, namun kendalanya cepat mengalami kemunduran mutu akibat proses fisiologis pascapanennya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas perlakuan uap etanol dan pelapisan kitosan dalam memperlambat kemunduran mutu dan memperpanjang masa simpan buah manggis. Analisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama pemberian uap etanol yang berasal dari penguapan larutan etanol dengan konsentrasi 0%, 5%, dan 10% dan faktor kedua pelapisan kitosan dengan konsentrasi 0%, 1.25%, dan 1.5%. Parameter penelitian yaitu susut bobot, intensitas kerusakan, color difference, kekerasan buah, nilai total asam, total padatan terlarut dan uji organoleptik terhadap warna daging buah, rasa daging buah, aroma daging buah. Pengamatan dilakukan selama 25 hari penyimpanan pada suhu ruang (28-31ºC). Hasil penelitian menunjukan pemberian uap etanol secara tunggal berpengaruh nyata terhadap susut bobot sedangkan pelapisan kitosan secara tunggal berpengaruh nyata terhadap total asam dan total padatan terlarut. Interaksi pemberian uap etanol dan pelapisan kitosan berpengaruh nyata terhadap susut bobot, intensitas kerusakan, color difference, kekerasan buah, dan organoleptik terhadap warna daging buah, rasa daging buah, serta aroma daging buah. Perlakuan E2C1 merupakan kombinasi terbaik yang mampu mempertahankan mutu dan masa simpan buah
manggis hingga 10 hari, karena memiliki nilai perubahan paling rendah pada parameter yang diamati seperti susut bobot, intensitas kerusakan, color difference, kekerasan buah, dan memiliki nilai organoleptic tertinggi terhadap warna, rasa, serta aroma daging buah. Perlakuan E2C1 mampu mempertahankan visual buah hingga hari ke-10 berdasarkan warna buah, tekstur buah dan kerusakan seperti muculnya busuk buah
Referensi
Angelia, I. (2017). Kandungan pH, Total Asam Tertitrasi, Padatan Terlarut dan Vitamin C pada Beberapa Komoditas Hortikultura. Jurnal of Agritech Science., 1(2), 68–74.
Asoda, Toshiyo, Terai, H., Kato, M., & Suzuki., Y. (2009). Effects lof Postharvest Ethanol Vapor Treatment on Ethylene Responsiveness in Broccoli. J. Post. Bio. Tech., 5(2), 216–220.
Das, D. ., Dutta, H., & Mahanta, C. L. (2013). Development of a rice starch-based coating with antioxidant and microbe-barrier properties and study lof its effect on tomatoes stored at room temperature. LWT-Food Science and. Technology Journal, 50(1, 272–278.
Ekaputri, D., & Hapsari. (2009). PengaruhPemberian Kitosan dan GA3 terhadap self-life Buah Manggis (Garcinia Mangostana). Institut Pertanian Bogor. Franca, D. L. B., Braga, J. C. U., Laureth, J. A. L.,Dranski, & Moura. (2019). Physiological Response, Antioxidant Enzyme Activities and Conservation of Banana Treated with Ethanol Vapor. J Food Sci Technol., 56(1), 208–216.
Gennadios, A., & Weller, C. L. (1990). Edible Films and Coatings from Wheat and Corn Protein. Food Technol., 44 (2), 63–69.
Kalsum, U., Sukma, D., & Susanto, S. (2018). Pengaruh Kitosan terhadap Kualitas dan Daya Simpan Buah Tomat (Solanum lycopersicum L). Jurnal Pertanian Presis, 2(6), 67–74.
Krochta, J. M., Baldwin, E. A., & Nisperos- Carriedo, M. . (1994). Edible Coatings and Films to Improve Food Quality. Technomic Publishing. Moalemiyan, M., Swamy, R. H. S., & Maftoonazad, N. (2011). Pect in-Based Edible Coating for
Shelf-Life Extension of Ataulfo Mango. Journal of Food Process Engineering, 35 (4), 572–600.
Muchtadi, T. (1992). Fisiologi Pascapanen Sayuran dan Buah-buahan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jendral Pendidikan Tinggi. IPB.
Prassana, V., Prabha, T. N., & Tharanathan, R. N.(2007). Fruit Ripening Phenomena:an Overview. Critical review in food. Science and Nutrition, 47(1), 1-19,.
Prastya, O. A., Utama, I. M. S., & Yulianti., N. L. (2015). Pengaruh pelapisan emulsi minyak wijen dan minyak sereh
terhadap mutu dan masa simpan buah tomat (Lycopersicon esculentum Mill). Jurnal Beta, 3(1), 1–10.
Pundari, I. G. A. P., Utama, I. M. S., & Yulianti., N. L. (2018). Pengaruh Perlakuan Uap Etanol terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Manggis (Garcinia) Mangostana L.). Jurnal Beta, 7(1), 184–192.
Rhim, J., Wu, Y., Weller, C., & Schnepf, M. (1999). Physical characteristics of a composite film of soy protein isolate and propyleneglycol alginate. Journal of Food Science, 64(1), 149–152.
Ritenour, M. ., Mangrich, M. E., Beaulieu, J. C., Rab, A., & Salveit., M. E. (1997). Ethanol Effects On the Ripening of Climacteric Fruits. J. Post. Bio. Tech., 12:(2), 35–42.
Saragih, D., Elfrida, E., & Mawardi. (2019). Pengaruh Konsentrasi Kitosan Cangkang Kepiting Terhadap Daya Tahan Buah Duku (Lansium domesticum). Jurnal Jeumpa., 6(2), 301–309.
Sari, M. Y. (2018). Pengaruh Perlakuan Pascapanen dengan Kitosan dan Plastic Wrapping terhadap Masa Simpan dan Mutu Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) Fase Pemasakan Stadium II. Skripsi. Universitas
Lampung.
Suzuki, Y., Uji, T., & Terai, H. (2004). Inhibition of senescence in Broccoli Florets with Ethanol Vapor from Alcohol Powder, Postharvest Biol. Technol., 31(2), 177–182.
Suzukia, Y., Fukasawaa, A., Teraia, H., & Yamauchi, N. (2010). Effects of Postharvest Ethanol Vapor Treatment on Activities and Gene Expression of Chlorophyll Catabolic Enzymes in Broccoli Florets, Postharvest Biol. Technology Journal, 55(2), 97–102.
Utama, I. M. ., & Permana., I. D. G. . (2002). Teknologi Pascapanen. Universitas Udayana, Bali.
Xing, Y., Hongbin, L., Dong, C., & Qinglian, X. (2015). Effect of Chitosan Coating with Cinnamon Oil on The Quality and
Physiological Attributes of China Jujube Fruits. Biomed Research International, 15(2), 1–10.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/