Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2026-02-10. Baca versi terbaru.

Karakteristik Briket Biomassa dari Variasi Bahan Baku Dan Persentase Perekat yang Berbeda

Penulis

  • Agnesia Arista Wijaya AK Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali.
  • Ni Luh Yulianti Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali.
  • Ida Bagus Putu Gunadnya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali.

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p07

Kata Kunci:

arang bambu tabah, sekam, karakteristik briket, persentase perekat briket

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pengaruh jenis bahan baku dan persentase
perekat yang berbeda terhadap mutu briket biomassa yang dihasilkan dan menentukan perlakuan manakah yang
memberikan hasil terbaik terhadap karakteristik briket yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan
Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan menggunakan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama (A) adalah
jenis bahan baku yang terdiri dari 3 taraf arang bambu tabah (A1), sekam padi (A2) dan campuran bambu tabah
dan sekam padi (A3). Faktor kedua (B) adalah persentase perekat yang terdiri dari 3 taraf yaitu persentase 10%,
(B1) 15% (B2) dan 20%(B3). Parameter penelitian yang diamati adalah kadar air, kadar abu, kadar zat menguap
dan laju pembakaran. Seluruh perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga didapatkan 27 unit percobaan.
Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan apabila terdapat pengaruh perlakuan yang signifikan, maka
dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Test (DMRT). Berdasarakan hasil penelitian diketahui bahwa, interaksi
perlakuan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter kadar air, kadar abu, kadar zat menguap dan
laju pembakaran. Selanjutnya Kadar air yang didapat berkisar antar 2,30% bb - 4,78%bb kadar abu 5,88% - 34,85%,
kadar zat menguap 31,30% - 51,59% dan laju pembakaran 73,20 gr/menit – 106,00 gr/menit. Kualitas briket yang
paling baik diperoleh pada perlakuan A2B3 (arang sekam 80 gram perekat 20 gram) dimana kadar air yang
dihasilkan sebesar 2,30%bb, kadar abu 32,29%, kadar zat menguap 32,01% dan laju pembakarannya 92,60
gr/menit.

Referensi

Masyarakat, 7(3), 154–156.

Hendra, D. (2007). Pembuatan Briket Arang Dari

Campuran Kayu, Bambu, Sabut Kelapa Dan

Tempurung Kelapa Sebagai Sumber Energi

Alternatif. In Jurnal Penelitian Hasil Hutan

(Vol.

25,

Issue

3,

pp.

242–255).

https://doi.org/10.20886/jphh.2007.25.3.242

255

Isa, I. (2012). Briket Arang Dan Arang Aktif Dari

Limbah Tongkol Jagung. Universitas Negeri

Gorontalo,

1–50.

http://repository.ung.ac.id/get/simlit/1/168/2/

Briket-Arang-Dan-Arang-Aktif-Dari

Limbah-Tongkol-Jagung.pdf

Iskandar, T., & Rofiatin, U. (2017). Karakteristik

Biochar Berdasarkan Jenis Biomassa Dan

Parameter Proses Pyrolisis. Jurnal Teknik

Kimia,

12(1),

28–34.

https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i1.843

Ismayana, A., & Afriyanto, M. R. (2011). Pengaruh

Jenis Dan Kadar Bahan Perekat Pada

Pembuatan Briket Blotong Sebagai Bahan

Bakar Alternatif. J. Tek. Ind. Pert, 21(3), 186

193.

Kencana, P. K. D., Widia, W., & Antara, N. S.

(2012). Praktek baik budi daya bambu rebung

tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE

KURZ).

DAFTAR PUSTAKA

Batubara, B., & Jamilatun, S. (2012). Sifat-Sifat

Penyalaan dan Pembakaran Briket Biomassa,

Briket Batubara dan Arang Kayu. Jurnal

Rekayasa

Proses,

2(2),

37–40.

https://doi.org/10.22146/jrekpros.554

Faiz, T. A., Harahap, L. A., & Daulay, S. B. (2015).

Pemanfaatan Tongkol Jagung dan Limbah Teh

Sebagai Bahan Briket. Jurnal Rekayasa

Pangan Dan Pertanian, 4(3), 427–432.

Handayani, R. T., & Suryaningsih, S. (2019).

Pengaruh Suhu Karbonisasi dan Variasi

Kecepatan. 4(2), 98–103.

Hastiawan, I., Ernawati, E., Noviyanti, A. R., Eddy,

D. R., & Yuliyati, Y. B. (2018). Pembuatan

briket dari limbah bambu dengan memakai.

Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk

1–69.

https://bamboeindonesia.files.wordpress.com/

2012/06/budidaya-bambu-rebung-tabah.pdf

Muhammad, D. R. A., Parnanto, N. H. R., &

Widadie, F. (2018). Kajian Peningkatan Mutu

Briket Arang Tempurung Kelapa Dengan Alat

Pengering Tipe Rak Berbahan Bakar

Biomassa. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian,

6(1). https://doi.org/10.20961/jthp.v0i0.13500

Musabbikhah, Saptoadi, H., Subarmono, & Arif

Wibisono, M. (2015). optimasi proses

pembuatan briket biomassa menggunakan

metode yang ramah lingkungan (Optimization

of Biomass Briquettes Production Process

Using Taguchi Method to Fulfill The Need of

Environment Friendly Alternative Fuel)

Diterima : 15 Desember 2014. J. Manusia Dan

Lingkungan, 22(1), 121–128.

Ningsih, E., Mirzayanti, Y. W., Himawan, H. S., &

Indriani, H. M. (2016). Pengaruh Jenis Perekat

pada Briket dari Kulit Buah Bintaro terhadap

Waktu Bakar. Prosiding Seminar Nasional

Teknik Kimia “Kejuangan” Pengembangan

Teknologi Kimia Untuk Pengolahan Sumber

Daya Alam Indonesia, 1–8.

Purwanto, D. (2014). Pengaruh Tekanan Kempa

Dan Persentase Perekat Terhadap Sifat

Biobriket Dari Limbah Tempurung Sawit.

Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 7(2), 1.

https://doi.org/10.24111/jrihh.v7i2.1225Putra, H. P., & Indonesia, U. I. (2018). Study

Karakteristik Briket Berbahan Dasar Limbah

Bambu dengan Menggunakan Perekat Nasi.

December 2013.

Sa’diyah, H., Nurhimawan, S., Fatoni, S. A.,

Irmansyah, I., & Irzaman, I. (2016). Ektraksi

Silikon Dioksida Dari Daun Bambu. V,

SNF2016-BMP-13-SNF2016-BMP-16.

https://doi.org/10.21009/0305020303

Silviana, & Purbasari, A. (2009). Kajian Awal

Pemanfaatan Kulit Biji Nyamplung Sebagai

Briket Bioarang. Kajian Awal Pemanfaatan

Kulit Biji Nyamplung Sebagai Briket

Bioarang, 6.

Siwi, H., Sirun, A., & Arungpadang, T. A. R.

(2017). Briket Campuran Arang Tempurung

Kelapa dan Enceng Gondok Hasil Pirolisis. 1,

61–68.

Sudarja.

(2009).

Analisis

Rekayasa

dan

Karakterisasi Briket Bahan Bakar dari Limbah

Serat Kenaf. Jurnal Ilmiah Semesta Teknika,

12(1), 92–98.

Sudding, & Jamaluddin. (2015). Pengaruh Jumlah

Perekat Kanji terhadap Lama Briket Terbakar

menjadi Abu. Jurnal Chemical, 16(1), 27–36.

Vachlepi, A., & Suwardin, D. (2013). Penggunaan

Biobriket Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Dalam Pengeringan Karet Alam. Warta

Perkaretan,

32(2),

65.

https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v32i2.38

Wibowo, A. S. (2009). Kajian pengaruh komposisi

dan perekat pada pembuatan briket sekam padi

terhadap kalor yang dihasilkan. Universitas

Stuttgart.

Yorgancı, B. (2018). Title. Gastrointestinal

Endoscopy,

10(1),

279–288.

http://dx.doi.org/10.1053/j.gastro.2014.05.02

3%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.gie.2018.04.0

13%0Ahttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed

/29451164%0Ahttp://www.pubmedcentral.ni

h.gov/articlerender.fcgi?artid=PMC5838726

%250Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.gie.2013.0

7.022

Unduhan

Diterbitkan

2021-09-29 — Diperbaharui pada 2026-02-10

Versi

Cara Mengutip

AK, A. A. W., Yulianti, N. L., & Gunadnya, I. B. P. (2026). Karakteristik Briket Biomassa dari Variasi Bahan Baku Dan Persentase Perekat yang Berbeda. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 9(2), 202–211. https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p07 (Original work published 29 September 2021)

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>