Efek Penambahan Kotoran Sapi terhadap Kualitas Kompos pada Pengomposan Batang Pisang

Penulis

  • I Kadek Aditya Pranata Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana. Kampus Bukit Jimbaran, Badung-Bali
  • Ida Ayu Gede Bintang Madrini Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana. Kampus Bukit Jimbaran, Badung-Bali
  • I Wayan Tika Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana. Kampus Bukit Jimbaran, Badung-Bali

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p21

Kata Kunci:

batang pisang, kotoran sapi, tahiron, pengomposan, kualitas kompos

Abstrak

Pengomposan merupakan salah satu alternatif untuk meningkatan kegunaan dan nilai tambah dari limbahbahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kotoran sapi terhadap kualitas kompos. Pada proses pengomposan limbah batang pisang untuk menentukan komposisi campuran bahan yang terbaik dari penggunaan batang pisang dan kotoran sapi yang menghasilkan kualitas kompos sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-7030-20014. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah batang pisang dan kotoran sapi dengan perbandingan berat batang pisang dengan kotoran sapi yaitu: K1 (1:1), K2 (2:1), K3 (3:1), K.BP (hanya batang pisang). Proses pengomposan pada penelitian ini menggunakan Biokomposter Tahiron New Garden Bag 2. Pada proses pengomposan suhu diamati setiap hari, sedangkan kadar air C-organik, Nitrogen, rasio C/N danpH diamati setiap 14 hari sekali. Suhu pada perlakuan K1, K2, K3dan K.BP yaitu masing-masing mencapai 43,6oC, 44,3oC, 43,6oC dan 38,6oC. Parameter suhu, pH, dan kadar air tidak menunjukkan perbedaan secara signifikan antar perlakuan sedangkan rasio C/Npada pebandingan KBP dengan K1 (1:1), K2 (2:1), dan K3 (3:1) menunjukkan perbedaan.Perlakuan K2 menunjukkan komposisi campuran terbaik yang ditunjukkan oleh suhu pengomposan mendekati termofilik yaitu 44,3oC. Rasio C/N dari semua perlakuan belum memenuhiSNI 19/7030/2004, sedangkan pH, kadar air, bahan organik memenuhistandar tersebut

Referensi

Arman, Y. (2018). Kemampuan MOL bonggol pisang terhadap lama waktu pengomposan. Jurnal Universitas Gadjah Mada, 34, 20.

Azwar, E. (2018). Transformation of biomass into carbon nanofiber for supercapacitor application: A review. International Journal of Hydrogen Energy, 43(45), 20811–20821.

Dewi, Y. S., & Tresnowati. (2012). Pengolahan sampah skala rumah tangga menggunakan metode komposting. Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik LIMIT’S, 8(2).

Djuarnani, N. K., & Setiawan, B. S. S. (2005). Cara cepat membuat kompos. PT Agromedia Pustaka.

Esther, J. R. (2009). Spectrometric analysis of biomarkers and dilution markers in exhaled breath condensate reveals elevated purines in asthma and cystic fibrosis. American Journal of Physiology–Lung Cellular and Molecular Physiology, 296(6), L987–L993.

Gumbira-Sa’id, E. (1987). Bioindustri: Penerapan teknologi fermentasi. Penebar Swadaya.

Haug, R. T. (2018). The practical handbook of compost engineering. Routledge.

Indriani, Y. H. (2002). Membuat kompos secara kilat. Penebar Swadaya.

Kesumaningwati, R. (2015). Penggunaan MOL bonggol pisang (Musa paradisiaca) sebagai dekomposer untuk pengomposan tandan kosong kelapa sawit. Jurnal Ilmu Pertanian, 40(1), 40–45.

Mirwan, M. (2015). Optimasi pengomposan sampah kebun dengan variasi aerasi dan penambahan kotoran sapi sebagai bioaktivator. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 4(1), 61–66.

Muhammad, F. R. (2016). Prototype alat biogas berbahan baku kotoran sapi dan enceng gondok (Eichhornia crassipes) untuk produksi listrik menggunakan Stirling engine. Jurnal Agrotekno, 55, 6.

Murbandono, L. (2000). Membuat kompos. Penebar Swadaya.

Nurrani, L. (2012). Pemanfaatan batang pisang (Musa sp.) sebagai bahan baku papan serat dengan perlakuan termo-mekanis. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 30(1), 1–9.

Rahman, H. (2006). Pembuatan pulp dari batang pisang uter (Musa paradisiaca Linn.). Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 26, 23.

Rosmarkam, A., & Yuwono, N. (2002). Ilmu kesuburan tanah. Kanisius.

Som, M., et al. (2009). Stability and maturity of green waste and biowaste compost assessed based on molecular study using spectroscopy and thermal analysis. Journal of Analytical and Applied Pyrolysis, 56, 28.

Syafrudin. (2004). Pengaruh konsentrasi larutan dan waktu pemasakan terhadap rendemen dan sifat fisis pulp batang pisang kepok (Musa spp.). Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian, 45, 24.

Wahyono, S., Sahwan, F., & Suryanto, F. (2003). Mengolah sampah menjadi kompos. Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan.

Widarti, B. N. (2015). Pengaruh rasio C/N bahan baku pada pembuatan kompos dari kubis dan kulit pisang. Jurnal Integrasi Proses, 5(2).

Yuwono, T. (2006). Bioteknologi pertanian. Gadjah Mada University Press.

Unduhan

Diterbitkan

2022-04-29

Cara Mengutip

Pranata, I. K. A., Madrini , I. A. G. B., & Tika, I. W. (2022). Efek Penambahan Kotoran Sapi terhadap Kualitas Kompos pada Pengomposan Batang Pisang. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 10(1), 93–102. https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p21

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>