Memperpanjang Masa Kesegaran Bunga Potong Gerbera (Gerbera jamesonii) dengan Pemanfaatan Gula dan Cuka Dapur (Asam Asetat) sebagai Larutan Peraga (Teknik Holding)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p23Kata Kunci:
bunga gerbera, gula, asam asetat, larutan penyangga, larutan peraga, masa kesegaranAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi terbaik gula dan cuka dapur (asam asetat) 25% sebagai larutan peraga untuk memperpanjang masa kesegaran bunga potong Gerbera (Gerbera Jamesonii). Penelitian ini di lakukan di Laboraturium Pascapanen Fakultas Teknnologi Pertanian Gedung Agrokomplek Universitas Udayana Sudirman Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu gula dengan konsentrasi (0%, 2%, 4%, 6%, 8%) danfaktor cuka dapur (asam asetat) 25% (0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, dan 4 ppm) dengan dua ulangan. Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa interaksi perlakuan gula dan cuka dapur (asam asetat) 25% berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap lamanya kesegaran bunga, persentase bunga layu, tingkat pencoklatan, total larutan terserap dan pH. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa kombinasi perlakuan dengan konsentrasi gula 3% dan cuka dapur (asam asetat) 25 % 100 ppm merupakan kombinasi perlakuan terbaik. Perlakuan tersebut dapat menjaga kesegaran bunga dengan lama kesegaran bunga yaitu 9 hari dan secara efektif dapat mempertahankan presentase bunga layu yang terendah yaitu 24.99 % dengan larutan terserap tertinggi yaitu 326.5 ml. Pada perlakuan kombinasi perlakuan dengan konsentrasi gula 3% dan cuka dapur (asam asetat) 1 ppm juga menunjukan skor tertinggi terhadap warnaBunga atau pencoklatan bunga dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Referensi
Amiarsih, D. (2008). Memperpanjang masa kesegaran bunga potong Alpinia purpurata.
Andayani, A. (2011). Pedoman penanganan pasca panen bunga potong krisan.
Casp, A. M., Salvador, P. J., & Ibañez, M. J. (1981). A new solution for carnation bud opening, with promising improvements due to a quaternary-ammonium compound. Acta Horticulturae, 113.
Dasuki & Sitorus. (n.d.). Sistematika tanaman tinggi. Pusat Universitas Ilmu Hayati ITB.
Gardjito, M., Murdijati, & Handayani, W. (2015). Penanganan segar hortikultura untuk penyimpanan dan pemasaran. Prenadamedia Group.
Halevy, A. H., & Mayak, S. (1981). Senescence and postharvest physiology of cut flowers (Part 2). Horticultural Reviews, 3, 39–143.
Hasbullah, R., Surorso, & Nofrianti, D. (2006). Kajian sistem pengemasan bunga mawar potong (Rosa hybrida) selama penyimpanan untuk memperpanjang masa pajangan. Jurnal Keteknikan Pertanian IPB, 20(1).
Hunter, N. T. (2000). The art of floral design. Delmar Thomson Learning.
Ketsa, S., & Boonrote, A. (1990). Holding solutions for maximizing bud opening and vase life of Dendrobium. Journal of Horticultural Science, 65(1).
Larassati, N. F. (2015). Kajian larutan pengawet dan penambahan semprotan air jeruk nipis untuk memperpanjang kesegaran bunga gerbera (Gerbera jamesonii).
Lifia, Y. O., & Hariance, R. (2018). Bauran pemasaran bunga gerbera (Gerbera jamensonii) di Kelompok Tani Boemi Nursery Jawa Barat. Journal of Agribusiness and Community Empowerment, 1.
Lumbantoruan, Y. P. (2018). Jalur distribusi dan upaya perbaikan pascapanen bunga potong krisan (Dendrathema grandiflora) dari petani Desa Pancasari Buleleng sampai pengecer. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 6.
Mbulu, M. M. K. (2019). Pemanfaatan air kelapa dan asam sitrat sebagai larutan peraga menggunakan teknik holding untuk memperpanjang masa kesegaran bunga potong krisan (Chrysanthemum indicum L.) tipe spray. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 7.
Mubarok, S., Nursuhud, Suminar, E., & Viola, V. R. (2018). Penghambatan respons etilen pada mawar potong melalui modifikasi larutan perendam, 1-MCP, dan sitokinin. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 23(1).
Sipayung, D. R. (2021). Pengaruh komposisi larutan pulsing dan lama perendaman terhadap kesegaran bunga potong mawar putih (Rosa hybrida L.) selama penyimpanan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 9.
Soekartawi, A., Soeharjo, J. L., & H., J. B. (1996). Ilmu usahatani dan penelitian untuk pengembangan pertanian kecil. Rajawali Press.
Suciati, N. (2002). Penggunaan berbagai jenis larutan perendaman untuk mempertahankan kesegaran bunga potong sedap malam (Polianthes tuberosa L.). Universitas Udayana.
Warta Penelitian dan Pertanian. (2007). Menjaga bunga potong agar tetap segar, 29.
Widyawan & Prahastuti. (1994). Agribisnis tanaman hias. Penebar Swadaya.
Wiraatmaja, L., Astawa, I. N. G., & Deviantiri, N. (2007). Memperjuangkan kesegaran bunga potong krisan (Dendrathema grandiflora Tzyelev) dengan larutan perendam sukrosa dan asam sitrat. Jurnal Agritrop, 26(3).
Wusnah, Meriatna, & Rina, L. (2008). Pembuatan asam asetat dari air cucian kopi robusta dan arabika dengan proses fermentasi. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 7(1).
Yuniati, E. (2008). Pengaruh konsentrasi larutan sukrosa dan waktu perendaman terhadap kesegaran bunga potong oleander (Nerium oleander L.). Jurnal Biocelebes.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/