Pengaruh Pemberian Aerasi Pada Pertumbuhan Dan Produksi Selada (Lactuca Sativa L.) dengan Sistem Hidroponik Rakit Apung (Floating Raft Hydroponic System)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p12Kata Kunci:
aerasi, selada, hidroponik, sistem hidroponik rakit apungAbstrak
Sistem hidroponik rakit apung adalah salah satu budidaya yang dapat diterapkan untuk memperoleh lingkungan pertumbuhan yang lebih terkontrol. Dalam sistem hidroponik rakit apung terdapat kendala yakni apabila sistem tersebut tidak diberi oksigen dalam waktu yang lama. Salah satu penyakit yang timbul pada sistem ini ialah busuk akar yang diakibatkan karena tidak terdapatnya oksigen terlarut didalamnya. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian aerasi pada sistem hidroponik rakit apung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aerasi pada budidaya selada dengan sistem hidroponik rakit apung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan yakni sistem hidroponik rakit apung yang tidak diberi aerator sebagai kontrol (P0), sistem hidroponik rakit apung yang diberi aerator dengan kapasitas debit aliranlaju air700 liter/jammerk Yamano(P1), sistem hidroponikrakit apung yang diberi aerator dengan kapasitas debit aliranlaju air1500 liter/jam merk Amara (P2) dan sistem hidroponik rakit apung yang diberi aerator dengan kapasitas debit aliran 2000 liter/jam merk Hai-Long (P3) serta masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dengan total sampel yang diamati berjumlah 80 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa (P3) berpengaruh nyata terhadap perubahan oksigen terlarut, jumlah helai daun, lebarhelaidaun,panjang akar, beratsegartajuk,beratkeringtajukdanwarnahelaidaun yang mana pada perlakuan pemberian aerasi dengan debit aliranlaju air2000 liter/jam dapat memberikan hasil terbaik diantara perlakuan yang diberikan dengan nilai rata-rata oksigen terlarut sebesar 8,4mg/L, jumlah helai daun 17.6, nilai lebar helai daun 8.10, nilai panjang akar 29.70 cm, nilai berat segar tajuk 207.12gram, nilai berat kering tajuk 4.96gram, dan nilai warna helai daun yaitu 48.31.
Referensi
Azis, A. H., Surung, M. Y., & Buraerah. (2006). Produktivitas tanaman selada pada berbagai dosis Posidan-HT. Jurnal Agrisistem, 2, 36–42.
Dewi, W. A. N. (2012). Pengaruh macam larutan nutrisi pada hidroponik sistem rakit apung terhadap pertumbuhan dan hasil baby kailan (Brassica oleracea var. alboglabra). Vol. 7, Issue 6.
Fauzi, R., Putra, E. T. S., & Ambarwati, E. (2013). Pengayaan oksigen di zona perakaran untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.) secara hidroponik. Jurnal Vegetalika, 2(4), 63–74.
Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (1991). Fisiologi tanaman budidaya. Universitas Indonesia.
Krisnawati, D., Triyono, S., & Kadir, M. Z. (2014). Pengaruh aerasi terhadap pertumbuhan tanaman baby kailan (Brassica oleracea var. achepala) pada teknologi hidroponik sistem terapung di dalam dan di luar greenhouse. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 213–222.
Lahadassy, J., Mulyati, A. M., & Sanaba, A. H. (2007). Pengaruh konsentrasi pupuk organik pada daun selada. Jurnal Agrisistem, 3(6), 51–55.
Lubis, J. (2018). Pengaruh pertumbuhan dan produksi tanaman selada (Lactuca sativa L.) pada sistem hidroponik NFT dengan berbagai konsentrasi pupuk AB mix dan Bayfolan.
Mas’ud, H. (2009). Sistem hidroponik dengan nutrisi dan media tanam berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil selada. Media Litbang Sulteng, 2(2), 131–136.
Milatu, R. M. (2019). Pengaruh pengurangan intensitas radiasi matahari terhadap pertumbuhan dan kualitas selada merah (Lactuca sativa L.). https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Muchtadi, D. (1989). Petunjuk laboratorium evaluasi nilai gizi pangan. Depdikbud PAU Pangan dan Gizi IPB.
Nugraha, R. U., & Susila, A. D. (2015). Sumber hara pengganti AB mix pada budidaya sayuran daun secara hidroponik. Jurnal Hortikultura Indonesia, 6(1), 11–19.
Perwitasari, B., Tripatmasari, M., & Wasonowati, C. (2012). Pengaruh media tanam dan nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakchoy (Brassica juncea L.) dengan sistem hidroponik. Jurnal Agrovigor, 5(1), 14–25.
Rahmawati, E., Sains, F., & Teknologi. (2018). Pengaruh berbagai jenis media tanam dan konsentrasi nutrisi larutan hidroponik terhadap pertumbuhan tanaman mentimun Jepang (Cucumis sativus L.). Journal Universitas Islam Alauddin, 15, 1–85.
Rahmi, A., & Jumiati. (2007). Pengaruh konsentrasi dan waktu penyemprotan pupuk organik cair Super ACI terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Agritrop, 26(3), 105–109.
Reza, F. (2014). Pengayaan oksigen di zona perakaran untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.) secara hidroponik. Jurnal Vegetalika, 2(4), 63–74. https://doi.org/10.22146/veg.4006
Salmin. (2005). Oksigen terlarut (DO) dan kebutuhan oksigen biologi (BOD) sebagai salah satu indikator untuk menentukan kualitas perairan. Oseana, 30(3), 21–26.
Setyowati, N., Bustamam, H., & Derita, M. (2003). Penurunan penyakit busuk akar dan pertumbuhan gulma pada tanaman selada yang dipupuk mikroba. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 5(2), 48–57.
Surtinah. (2016). Penambahan oksigen pada media tanam hidroponik terhadap pertumbuhan pakcoy (Brassica rapa). Journal Bibiet, 1(1), 27–35. https://doi.org/10.22216/jbbt.v1i1.1249
Telaumbanua, M., Purwantana, B., Sutiarso, L., & Fallah, M. A. (2016). Studi pola pertumbuhan tanaman sawi (Brassica rapa var. parachinensis L.) hidroponik di dalam greenhouse terkontrol. Jurnal AGRITECH, 36(1), 104–110.
Wills, R., McGlasson, B., Graham, D., & Joyce, D. (1991). Postharvest: An introduction to the physiology and handling of fruit and vegetables. https://doi.org/10.5860/Choice.28-2733
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/