Efisiensi Penyaluran Air Pada Telabah Aya Dengan Konstruksi Lining Saluran dalam Sistem Irigasi Subak di Kabupaten Badung
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p07Kata Kunci:
sistem irigasi subak, telabah aya, lining saluran, efesiensi penyaluranAbstrak
Efisiensi penyaluran menjadi dasar dalam penyaluran air irigasi pada sistem irigasi subak. Kondisi efisiesnsi penyaluran pada telabah ayadipengaruhi oleh kondisi fisik saluran, khususnya bergantung pada jenis liningsaluran yang digunakan. liningsaluran yang diterapkan di subak Kabupaten Badung menjadi bukti bahwa pengaplikasian liningbanyak berpengaruh dalam penyaluran irigasi. Dibutuhkan informasi tentang besarnya efisiensi penyaluran pada jenis liningyang diterapkan pada telabahsebagai nilai acuan dasar dalam kegiatan pembagian air irigasi kedepannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei kuantitatif dengan pengamatan liningdan pengukuran langsung variabel debit pada telabah aya. Pengamatan lining yang dilakukan berdasarkan 30 objek telabah ayadengan liningsaluran yang ada di subak Kabupaten Badung. Pengukuran kecepatan aliran dilakukan dengan instrumen pelampung dan ukuran penampang aliran diukur dengan rollmeter. Pengukuran variabel debit dilakukan di hulu dan hilir telabah ayauntuk mendapatkan besarnya debit awal dan debit akhir sebagai dasar dalam penentuan efisiensi penyaluran. Jenis liningsaluran yang digunakan pada telabah ayadi Kabupaten Badung adalah tipe batu sebanyak 77% dan beton l-shapesebanyak 23%. Nilai efisiensi penyaluran untuk telabah ayadengan liningbatu sebesar 75,20% dan tipe beton l-shapesebesar 93,07%. Perbedaan nilai efisiensi ini disebabkan karena keadaan kondisi liningsaluran pada masing-masing telabah aya.
Referensi
Ali, M. (2019). Analisis kehilangan air pada saluran sekunder di daerah irigasi Gebong Kabupaten Lombok Barat (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Mataram. http://repository.ummat.ac.id/369/
Arnanda, I. K. Y., Tika, I. W., & Madrini, I. A. G. B. (2020). Analisis rasio prestasi manajemen irigasi pada distribusi air di subak Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8(2).
Bancin, A. A., Jayanti, D. S., & Ferijal, T. (2015). Efisiensi penyaluran air irigasi BKA Kn 16 Lam Raya daerah irigasi Krueng Aceh. Jurnal Rona Teknik Pertanian, 8(1), 19–28.
Bunganaen, W., Ramang, R., & Raya, L. L. M. (2017). Efisiensi pengaliran jaringan irigasi Malaka (studi kasus daerah irigasi Malaka Kiri). Jurnal Teknik Sipil, 6(1), 23–32. http://nirmana.petra.ac.id/index.php/jurnal-teknik-sipil/article/view/20439
Cahyadi, A., Widyastuti, M., & Sasongko, M. H. D. (2017). Hidrologi dan hidrogeologi karst. https://doi.org/10.31227/osf.io/8wcm7
Darajat, A. R. U., Nurrochmad, F., & Jayadi, R. (2017). Analisis efisiensi saluran irigasi di daerah irigasi Boro Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Inersia, 8(2), 154–166.
Febriansyah, I., Besperi, B., & Khairul, A. (2019). Analisis efisiensi penyaluran air irigasi pada saluran sekunder dan tersier (Studi kasus daerah irigasi Air Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan) (Skripsi). Universitas Bengkulu. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.22187.26404
Jubayir, J., Soedarsono, S., & Wahyudi, S. I. (2020). Analisis efisiensi penggunaan lining precast dengan satu desain sambungan (male–female) dua sisi pada rehabilitasi saluran sekunder D.I. Sidorejo. Pondasi, 23(2), 26. https://doi.org/10.30659/pondasi.v23i2.11209
KP-03. (2013). Standar perencanaan irigasi: Kriteria perencanaan bagian saluran KP-03. Direktorat Sumber Daya Air.
Lusiantorowati, E., Prawitosari, T., & Achmad, M. (2015). Efisiensi penyaluran air pada saluran induk Pekkabata daerah irigasi Saddang Utara Kabupaten Pinrang. Jurnal Agritechno, 117–123.
Neno, A. K., Harijanto, H., & Wahid, A. (2016). Hubungan debit air dan tinggi muka air di Sungai Lambagu Kecamatan Tawaeli Kota Palu. Warta Rimba, 4(2), 1–8.
Osman, E. A. M., Bakeer, G. A., Abuarab, M. E., & Eltantawy, M. T. (2016). Improving irrigation water conveyance and distribution efficiency using lined canals and buried pipes under Egyptian conditions. Misr Journal of Agricultural Engineering, 33(4), 1399–1420. https://doi.org/10.21608/mjae.2016.97611
Pongoh, F. M., Rumambi, D. P., Pakasi, S., & Ludong, D. (2015). Analisis kehilangan air pada jaringan irigasi Bendung Talawaan Kabupaten Minahasa Utara. Cocos, 6(17).
Rahayu, A. S., Amri, K., & Besperi, B. (2019). Analisis efisiensi penyaluran air irigasi kawasan Kemumu Kabupaten Bengkulu Utara (tinjauan saluran sekunder). Inersia: Jurnal Teknik Sipil, 9(1), 9–14. https://doi.org/10.33369/ijts.9.1.9-14
Rumihin, A. (2017). Studi pengaruh lining saluran irigasi terhadap kehilangan air untuk peningkatan produksi (Studi kasus: Kairatu I) (Disertasi). Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Staddal, I., Haridjaja, O., & Hidayat, Y. (2017). Analisis debit aliran sungai DAS Bila Sulawesi Selatan. Jurnal Sumber Daya Air, 12(2), 117–130. https://doi.org/10.32679/jsda.v12i2.56
Wirosoedarmo, R., Rahadi, B., & Laksmana, S. I. (2018). Evaluasi efisiensi saluran terhadap debit aliran air pada jaringan irigasi Purwodadi Magetan. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 3(3), 16–25.
Yusmita, W., Putra, I. G. S. A., & Budiasa, I. W. (2017). Manajemen irigasi tradisional pada sistem Subak Umaya di Desa Talibeng Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem. Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, 6(2), 179–189. https://doi.org/10.24843/jaa.2017.v06.i02.p01
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/