Perlakuan Tambahan Pada Proses Pengemasan Meningkatan Nilai Jual dan Profit Margin Paprika (Capsicum annum var. Grossum) di Pasar Tradisional
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p11Kata Kunci:
Perlakuan Tambahan, Nilai Jual, Margin Keuntungan, PengemasanAbstrak
Paprika merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura sayuran. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan hargaper kg paprika di pasar tradisional Rp 25.000 sedangkan untuk dipasar modern harga per kg paprika Rp 65.190. Harga paprika dipasar modern lebih tinggi dibandingkan dengan harga di pasar tradisional dikarenakan adanya perlakuan tambahan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinilai jual paprika apabila diberikanperlakuan tambahan di pasar tradisional dan menentukan profit marginpada perlakuanpaprika di pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di salah satu pasar tradisional candikuning Kabupaten Tabanan dan pasar modern Tiara Dewata Denpasar. Dari hasil penelitian menunjukan pasar tradisional tidak memberikan perlakuan tambahan pada paprika sebelum dijual, berbeda dengan di pasar modern Tiara Dewata yang memberikan perlakuan tambahan sebelum paprika dijual. Perlakuan tambahan tersebut adalah dengan melakukan pengemasan pada paprika menggunakan plastik wrapping. Hasil penelitian ini juga menunjukan profit margindari kedua pasar yaitu profit marginyang diperoleh pasar tradisional sebesar 2,93% sedangkan untuk profit marginyang diperoleh pasar modern sebesar 27%. Dari asumsi perhitungan profit margin pasar tradisional hanya dengan menambahkan pengemasan paprika dengan plastik wrapping memberikan kenaikan profit margin sebesar 18,35%.
Referensi
Apriadi Aviantara, I. G. N., & Sujana, P. (2018). Kajian sistem jaminan mutu pada budidaya paprika di greenhouse di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian AGROTECHNO, 3(2), 338–341.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Tabanan. (2015). [Judul publikasi tidak disebutkan].
Darmawan, D. (2017). Pengaruh kemasan dan harga terhadap keputusan pembelian produk sayuran hidroponik. 1(April), 1–10. https://doi.org/10.31227/osf.io/vcsg3
Duwika, K. (2018). Analisis pendapatan usaha paprika di Desa Pancasari Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Jurnal Mitra Manajemen, 2(2), 80–88. https://doi.org/10.52160/ejmm.v2i2.73
Indah Kusuma Dewi, I. G. A., Aviantara, I. G. N. A., & Widia, I. W. (2019). Distribusi serapan sayur paprika pada rantai pasok di Kecamatan Baturiti hingga ke konsumen. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8(1), 122–129.
Muhammad, Y. (2006). Pengaruh penanganan pasca panen terhadap mutu komoditas hortikultura. Pengaruh Penanganan Pasca Panen, 8(1), 31–36.
Mutiarawati, T. (2007). Penanganan pasca panen hasil pertanian.
Purnavita, S., Sriyana, H. Y., & Widiastuti, T. (2018). Kemasan menarik dan internet marketing untuk meningkatkan nilai jual emping garut sebagai produk unggulan Kabupaten Sragen. E-Dimas, 9(1), 88. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v9i1.2260
Riyadi, S. (n.d.). Analisis profit margin petani jagung di Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal.
Siswadi. (2007). Penanganan pasca panen buah-buahan dan sayuran. INNOFARM: Jurnal Inovasi Pertanian, 6(1), 68–71.
Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sukerena, W. (1979). Nilai ekonomi dalam usahatani cabe paprika melalui sistem greenhouse (Kasus di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali), 6(2).
Taufik, M. (2016). Analisis pendapatan usaha tani dan penanganan pascapanen cabai merah. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 30(2), 66–72. https://doi.org/10.21082/jp3.v30n2.2011.p66-72
Usman, S. (2018). Analisa net profit margin pedagang sayur dan umbi-umbian di Tanah Papua. Jurnal Ekonomi Manajemen & Bisnis, 19(1), 71–76. https://journal.unimal.ac.id/emabis/article/view/279
Windari, E., Aviantara, I. G. A., & Yuliantini, N. L. (2018). Analisis nilai tambah produk hortikultura selada (Lactuca sativa L.) di pasar modern dengan proses penanganan pascapanen. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 6, 2018.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/