Pengaruh Perbandingan Komposisi Bahan Baku terhadap Kualitas Kompos dan Lama Waktu Pengomposan
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i01.p14Kata Kunci:
jerami padi, kotoran ayam, pengomposan, kualitas komposAbstrak
otensi biomassa padi beras merah (varietas lokal) seperti jerami padi dan kotoran
ayam dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kompos. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perbandingan komposisi bahan baku yang terbaik dan mengetahui waktu
minimal yang diperlukan untuk menghasilkan kompos yang berkualitas. Penelitian ini
menggunakan perlakuan perbandingan komposisi jerami dan kotoran ayam dimana P1 =
(6: 8), P2 = (6: 7), P3 = (6: 6), P4 = (6: 5), dan P5 = (6: 4). Panjang tumpukan bahan baku
kompos adalah 1 m, tinggi 1 m, dan lebar 1 m. Berat bahan untuk masing-masing
perlakuan diasumsikan 50 kg. Tumpukan bahan baku kompos pada setiap perlakuan
ditutup menggunakan terpal untuk menjaga suhu dan melindungi dari faktor gangguan
luar selama proses pengomposan. Parameter yang diukur adalah suhu, kadar air,
rendemen, pH, nitrogen, karbon, dan C/N rasio. Proses pengomposan berlangsung selama
78 hari dengan suhu berkisar 30,1 - 51,1°C. Kadar air kompos berkisar antara 31,74 -
32,59%. Rendemen kompos berkisar 59 -64%, dan pH berkisar antara 7,2 - 7,5. Secara
umum, kualitas kompos yang dihasilkan sesuai dengan SNI 19-7030-2004 dengan C/N
ratio akhir adalah 16 - 33. P1 yang memiliki perbandingan komposisi jerami padi dan
kotoran ayam 6: 8 adalah perlakuan terbaik dengan C/N rasio 16 dan proses
pengomposannya terjadi selama 63 hari.
Referensi
Anonimus. 2014. Luas Lahan (Hektar) Per Kabupaten/Kota Menurut Penggunaannya Tahun 2013. Badan Pusat Statistik Provinsi Bali.http://bali.bps.go.id/tabel_detail.php?ed=607001&od=7&id=7
Cayuela, M.L., Mondini, C., Insam, H., Sinicco,T., and Franke-Whittle, I. 2009. Plant and animal wastes composting : Effects of the N source on process performance. Bioresource Technology, 100. 3097-3106.
Djuarnani, N. Kristiani dan B. S. Setiawan. 2008. Cara Cepat Membuat Kompos. Penerbit PT. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Ekawati, I. 2003. Pengaruh Pemberian Inokulum Terhadap Kecepatan Pengomposan Jerami Padi. Jurnal Penelitian Pertanian 11 (2)
Graves,R.E., Hattemer, G.M., Stetter, D., Krider, J.N. dan Dana, C.(2000). National Engineering Handbook. United States Departement of Agriculture.
Indriani, Novita Hety. 2011. Membuat Kompos Secara Kilat. Penebar Swadaya. Jakarta.
Irvan, Permata Mhardela, Bambang Trisakti. 2014. Pengaruh Penambahan Berbagai Aktivator Dalam Proses pengomposan Sekam Padi (Oryza Sativa). Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 30 No. 2. Medan
Jutono. 1993. Perombakan Bahan Organik Tanah. Program Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Madrini, I. A. G. B. 2016. Community-based Composting and Management of Leftover Food for Urban Agriculture. Thesis. Agricultural and Environmental Engineering, United Graduate School of Agricultural Science, Tokyo University of Agriculture and Technology.
Parnata, A. S. 2004. Pupuk Organik Cair Aplikasi dan Mamfaatnya. Jakarta : Agromedia Pustaka.
Pratiwi, I. G. A. P., Atmaja, Ii. W. D., Soniari, N. N. 2013. Analisis Kualitas Kompos Limbah Persawahan dengan Mol Sebagai Dekomposer. Jurnal Online Agroekoteknologi Tropika 2 (4) : 2301- 6515.
Sidabutar, N.V. 2012. Peningkatan Kualitas Kompos UPS Permata Regency Dengan Penambahan Kotoran ayam Menggunakan Windrow Composting. Skripsi. Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.
Supadma, A. A. N., dan Athagama, D. M. 2008. Uji Formulasi Kualitas Pupuk Kompos Yang Bersumber Dari Sampah Organik Dengan Penambahan Limbah Ternak Ayam, Sapi, Babi dan Tanaman Pahitan. Jurnal Bumi Lestari Vol. 8 (2) : 113-121
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/