Analisis Pemakaian Air Irigasi Pada Budidaya Padi Beras Merah Dengan Sistem Tanam Legowo Nyisip (Studi Kasus di Subak Sigaran)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i01.p16Kata Kunci:
legowo, nyisip, produktivitasAbstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemakaian air irigasi pada budidaya padi beras merah
dengan sistem tanam legowo nyisip dan membandingkan produktivitas pada setiap perlakuan.
Penelitian ini terdiri dari lima perlakuan, yaitu: K0 (konvensional, sesuai kebiasaan petani
setempat), K1 (sistem tanam legowo 4:1), K2 (sistem tanam legowo 4:1 nyisip), K3 (sistem
tanam legowo 6:1), K4 (sistem tanam legowo 6:1 nyisip). Parameter yang diamati dalam
penelitian ini adalah: kebutuhan air irigasi, efisiensi penggunaan air irigasi, jumlah anakan
berbuah, panjang malai, jumlah biji padi per malai, berat gabah per rumpun, persentase gabah isi
basis jumlah, persentase gabah isi basis berat, berat 1000 butir gabah isi dan hasil produksi
tanaman padi. Hasil penelitian menunjukan perbedaan sistem budidaya sesuai perlakuan tidak
berpengaruh terhadap kebutuhan air irigasi tiap perlakuan dan efisiensi relatif. Pada produktivitas
K0 menghasilkan 5.4 ton/ha, K1 menghasilkan 7.8 ton/ha, K2 menghasilkan 7.2 ton/ha, K3
menghasilkan 7.7 ton/ha, dan K4 menghasilkan 6.5 ton/ha.
Referensi
Arimbawa I.B. 2012. Pengaruh Sistem Tanam Terhadap Peningkatan Produktivitas Padi Di Lahan Sawah Dataran Tinggi Beriklim Basah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Jln. By Pass Ngurah Rai, Denpasar.
De Datta, S. K. 1981. Principles and Practices of Rice Production. John Wiley & Sons, Inc.Canada. 618p.
Hamzah, Z. Dan Atman. 2000. Pemberian Pupuk SP36 dan System Tanam Padi Sawah Varietas Cisokan. Prosiding Seminar Nasional Hasil- Hasil Penelitian Dan Pengkajian Pertanian. Buku I. Puslitbang Sosial Ekonomi Pertanian Bogor; 89-92 Hlm.
Hatta, M. 2012. Uji Jarak Tanam Sistem Legowo Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Padi Pada Metode SRI. Staf Pengajar Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unsyiah, Banda Aceh.
Hendra, I Putu. 2014. Kajian Jarak Legowo Pada Budidaya Padi Sistem Jajar Legowo (Studi Kasus di Subak Suala, Desa Pitera, Kec. Penebel, Kab. Tabanan). Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Udayana. Bali.
Lin, XQ, D.F. Zhu, H.Z. Chen, and Y.P. Zhang. 2009. Effects of Plant Density and Nitrogen Application Rate On Grain Yield And Nitrogen Uptake Of Super Hybrid Rice. Rice Science 16(2):138-142
Ludgerius, Paul. 2015. “Aplikasi Metode SRI dan Sistem Tanam Jajar Legowo Terhadap Iklim Mikro yang Mempengaruhi Produktivitas Padi Beras Merah”. (Studi Kasus di Subak Suala, Desa Pitera, Kec. Penebel, Kab. Tabanan) Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Udayana. Bali.
Manan dan Suhardianto, 1999.Penelitian Agroklimat dan Pengembangan Database Sumberdaya Iklim untuk meningkatkan Hasil Pertanian di Sulawesi Tenggara. Laporan Penelitian. Pusat Penelitan Tanah dan Agroklimat. Bogor.
Masdar, Musliar. K, Bujang R., Nurhajati H., Helmi. 2006. Tingkat Hasil Dan Komponen Hasil Sistem Intensifikasi Padi (SRI) Tanpa Pupuk Organik Di Daerah Curah Hujan Tinggi. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia 8 (2):126-131.
Sudjarwadi. 1990. Teori dan Praktek Irigasi. Pusat Antar Universitas Ilmu Teknik, UGM. Yogyakarta.
Sohel, M. Siddique, M. Asaduzzaman, M. N. Alam, & M.M. Karim, 2009. Varietal Performance of Transplant Aman Rice under Different Hill Densities. Bangladesh J. Agril. Res. 34(1): 33 – 39.
Tisdale, S.L. and W.L. Nelson. 1966. Soil Fertility and Fertilizers. The Macmillan Company, Newv York.
Windia, W.2006.Transformasi Sistem Irigasi Subak yang Berlandaskan Tri Hita Karana, Denpasar: Pustaka Bali Post.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/