Kajian pola titik layu tanaman paprika (Capsicum Annuum L.) dan kapasitas lapang pada beberapa media tanam (Studi Kasus di Br. Pemuteran Baturiti, Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan).

Penulis

  • I Made Gede Widnyana Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana
  • Sumiyati Sumiyati Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana
  • I Wayan Tika Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i01.p18

Kata Kunci:

paprika, itik layu sementara, kapasitas lapang, air tersedia bagi tanaman

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola titik layu tanaman paprika (Capsicum annuum L.) serta kapasitas lapang pada beberapa jenis media tanam. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan tiga perlakuan media tanam, yaitu P1: arang sekam, P2: tanah campur kompos dengan perbandingan 2:1, dan P3: tanah. Pengamatan kadar air kapasitas lapang, titik layu sementara, serta air tersedia dilakukan dari minggu ke-2 hingga minggu ke-14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas lapang pada media arang sekam, tanah campur kompos, dan tanah berturut-turut berkisar antara 79,11%–82,06%, 44,10%–46,31%, dan 36,20%–37,41%. Kadar air pada titik layu sementara pada media arang sekam, tanah campur kompos, dan tanah masing-masing mengalami penurunan dari 42,99% menjadi 25,84%, 13,95% menjadi 8,95%, dan 14,39% menjadi 10,23%. Sementara itu, air tersedia bagi tanaman paprika pada media arang sekam, tanah campur kompos, dan tanah berturut-turut mengalami peningkatan dari 5,20 cm menjadi 9,65 cm, 5,72 cm menjadi 6,33 cm, dan 3,43 cm menjadi 4,86 cm.

Referensi

Anita Suharyati. 2010. Hubungan Sifat Fisik dengan Kesuburan Tanah. Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Solo.

Hanafiah, K.A. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Rajawali Pers, Jakarta.

Hanafiah, K.A. 2010. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Rajawali Pers, Jakarta.

Hardjowigeno, S. 1992. Ilmu Tanah. Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta.

Hardjowigeno, S. 1993. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.

Murbandono, L. 2009. Membuat Kompos. Penebar Swadaya, Jakarta.

Palupi, E.R. dan Dedywiryanto, Y. 2008. Kajian Karakter Toleransi Cekaman Kekeringan pada Empat Genotipe Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Buletin Agronomi, 36(1): 24–32.

Prihmantoro, H. 2003. Memupuk Tanaman Sayur. Penebar Swadaya, Jakarta.

Solichatun, Anggarwulan, E., dan Mudyantini, W. 2005. Pengaruh Ketersediaan Air terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Bahan Aktif Saponin Tanaman Ginseng Jawa (Talinum paniculatum Gaertn.).

Schjønning, P., Munkholm, L.J., Elmholt, S., dan Olesen, J.E. 2007. Organic Matter and Soil Tilth in Arable Farming: Management Makes a Difference within 5–6 Years. Agriculture, Ecosystems and Environment, 122: 157–172.

Syachrozi. 1996. Penjadwalan Kebutuhan Air Tanaman Tomat pada Media Tanam Arang Sekam dan Pasir dengan Sistem Irigasi Tetes. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-06

Cara Mengutip

Widnyana, I. M. G., Sumiyati, S., & Tika, I. W. (2026). Kajian pola titik layu tanaman paprika (Capsicum Annuum L.) dan kapasitas lapang pada beberapa media tanam (Studi Kasus di Br. Pemuteran Baturiti, Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan). Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 146–151. https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i01.p18

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>