Kajian Proses Pengomposan Berbahan Baku Limbah Kotoran Sapi dan Kotoran Ayam
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i02.p03Kata Kunci:
kompos, kotoran sapi, kotoran ayam, kualitas kompos, C/N rasioAbstrak
Penggunaan kompos sebagai pupuk organik merupakan upaya implementasi sistem low external input on sustainable agriculture (LEISA). Penerapan sistem ini dapat (1) meningkatkan proses perbaikan kesehatan lahan, (2) meningkatkan kesuburan lahan, dan (3) memperbaiki sifat fisik tanah. Permasalahan utama di beberapa SIMANTRI adalah proses pembuatan kompos yang belum menghasilkan kompos sesuai standar SNI, terutama karena penggunaan bahan baku yang belum memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan komposisi bahan terbaik antara kotoran sapi dan kotoran ayam dalam pembuatan kompos sesuai standar kualitas kompos. Percobaan dilakukan dengan lima perlakuan, yaitu KS = kotoran sapi, KA = kotoran ayam, KSKA 2:1 = kotoran sapi : kotoran ayam (2:1), KSKA 3:1 = kotoran sapi : kotoran ayam (3:1), dan KSKA 4:1 = kotoran sapi : kotoran ayam (4:1). Analisis dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana. Proses pengomposan berlangsung selama 2 bulan dengan suhu pengomposan berkisar antara 22⁰C sampai 53⁰C dan pH berkisar antara 4 sampai 7. Secara fisik, kompos yang dihasilkan telah menyerupai tanah berwarna hitam kecoklatan. Secara umum, kualitas kompos yang dihasilkan dari kelima perlakuan telah sesuai dengan SNI 19-7030-2004, dengan hasil terbaik pada perbandingan kotoran sapi dan kotoran ayam 2:1, yaitu suhu 25,71⁰C, pH 6,91, karbon 11,14%, nitrogen 0,66%, dan rasio C/N 15,82%.
Referensi
Agus, F., A. Adimiharja, S. Hardjowigeno, A. M. Fagi, dan W. Hartatik. 2004. Tanah Sawah dan Pengelolaannya. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor.
Djuarnani, Nan dkk. 2005. Cara Cepat Membuat Kompos. Agromedia Pustaka, Jakarta.
Pandebesie, E.S., dan D. Rayuanti. 2013. Pengaruh Penambahan Sekam pada Proses Pengomposan Sampah Domestik. Jurnal Lingkungan Tropis, 6(1), 31–40.
Setiawan, A.I. 2002. Memanfaatkan Kotoran Ternak. Cetakan Ketiga. Penebar Swadaya, Jakarta.
Setiyo, Y. 2007. Pengembangan Model Simulasi Proses Pengomposan Sampah Organik Perkotaan dalam Bioreactor. [Disertasi]. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
SNI. 2004. SNI 19-7030-2004 Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
Simamora, S., dan Salundik. 2006. Meningkatkan Kualitas Kompos. AgroMedia Pustaka, Jakarta.
Sriharti, dan T. Salim. 2008. Pemanfaatan Limbah Pisang untuk Pembuatan Pupuk Kompos Menggunakan Kompos Rotary Drum. Prosiding Seminar Nasional Bidang Teknik Kimia dan Tekstil, Yogyakarta.
Yuwono, Dipo. 2006. Kompos. Penebar Swadaya, Jakarta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/