Efisiensi Kinerja Combine Harvester pada Pemanenan Padi Varietas Unggul (Studi Kasus di Desa Polongaan Sulawesi Barat)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p21Kata Kunci:
Padi, Tenaga Kerja, Combine Harvester, Efisiensi KinerjaAbstrak
Waktu panen padi yang hampir bersamaan pada areal sawah yang luas dan ketersediaan tenaga kerja yang sedikit karenanya diperlukan alat bantu mekanis untuk menggantikannya, alat mekanis yang digunakan salah satunya mesin pemanen padi Combine Harvester. Mesin pemanen padi Combine Harvestertipe riddingmerek Kubota DC 70adalah mesin pertanian yang berfungsi untuk memanen padi melalui tahapan mengait, mengarahkan, memotong, merontokkan dan membersihkan gabah yang dilakukan secara terpadu dalam satu kali proses. Tujuan dari penelitian ini mengetahui efisiensi kinerja dan kebutuhan mesin Combine Harvesteryang diperlukan pada pemanenan padi. Penelitian ini terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu persiapan mesin dan lahan, pengujian performansi mesin dan analisis data. Parameter yang diamati adalah lebar komplemen pemanen, kecepatan gerak maju Combine Harvester, luas lahan yang dipanen, waktu pemanenan, kapasitas kinerja teoritis, kapasitas kinerja aktual, efisiensi kinerja dan kebutuhan Combine Harvester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan kerja Combine Harvester1,35 m/detik. Kapasitas kinerja aktual sebesar 0,574 ha/jam atau 57,4 are/ jam. Kapasitas kinerja teoritis sebesar 0,921 ha/jam atau 92,1 are/jam. Efisiensi kinerja Combine Harvester61,6%. Kebutuhan Combine Harvestersebanyak 2unit untuk pemanenan padi di Desa polongaan.
Referensi
Aisyah, S. (2015). Analisis kebutuhan dan pengelolaan traktor tangan pada kegiatan pengolahan tanah pertanian di Desa Sumber Kalong Kecamatan Kalisat. Jurusan Teknik Pertanian, Universitas Jember.
Amirrullah, J. (2016). Efisiensi penggunaan alat mesin panen padi combine harvester pada lahan sawah pasang surut di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2016, 465–470.
Anas, M., Sada, M. A., & Azisah. (2020). Respon petani terhadap penggunaan combine harvester di Desa Bonto Marannu Kecamatan Lau Kabupaten Maros. Jurnal Agribis, 11(1), 33–44.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamuju. (2020). Kecamatan Tobadak dalam angka 2020. BPS Kabupaten Mamuju.
Dalapati, A., Asni, A., & Bakhri, S. (2009). Pengelolaan tanaman terpadu padi sawah (Ed. ke-1). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tengah.
Fahmy, K. (2021). Sistem manajemen mesin pertanian. Interaktif Learning. https://fateta.ilearn.unand.ac.id/course/index.php?categoryid=567
Hawinuti, R. (2020). Perbandingan perhitungan luas tanah poliban dengan metode perhitungan segitiga dan metode perhitungan koordinat. Jurnal Gradasi Teknik Sipil, 4(2), 46–58. https://doi.org/10.31961/gradasi.v4i2.1029
Iswari, K. (2013). Kesiapan teknologi panen dan pascapanen padi dalam menekan kehilangan hasil dan meningkatkan mutu beras. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 31(2). https://doi.org/10.21082/jp3.v31n2.2012.p
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2001). Arti kata kinerja. https://kbbi.web.id/kinerja
Karimah, N., Sugandi, W. K., Thoriq, A., & Yusuf, A. (2020). Analisis efisiensi kinerja pada aktivitas pengolahan tanah sawah secara manual dan mekanis. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 8(1), 1–13. https://doi.org/10.21776/ub.jkptb.2020.008.01.01
Maksudi, I., Indra, & Fauzi, T. (2018). Efektivitas penggunaan mesin panen (combine harvester) pada pemanenan padi di Kabupaten Pidie Jaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 3(1), 140–146.
Mokalu, R. J., Lengkey, L. C. C. E., & Wenur, F. (2018). Uji kinerja alat panen jagung combine harvester Maxxi Corn tipe-G di Desa Lopana Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Teknologi Pertanian, 7.
Mokthor, S. A., Febrian, D. El, & Johari, N. A. A. (2020). Actual field speed of rice combine harvester and its influence on grain loss in Malaysian paddy field. Journal of the Saudi Society of Agricultural Sciences, 19(4), 422–425. https://doi.org/10.1016/j.jssas.2020.07.002
Noviawati, H. (2015). Analisis efisiensi penggunaan mesin pemanen padi (combine harvester) di Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 1, 1–13.
Ramadhan, K. P. A. B. P. (2018). Unjuk kerja mesin pemanen padi (combine harvester) merek Maxxi tipe NDR-85 Turbo di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan.
Saputra, H. (2021). Analisis kelayakan mesin combine harvester dari aspek teknis, finansial dan sosial budaya pada usaha tani padi di Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung. Journal of Global Sustainable Agriculture, 1(2), 46–55. https://doi.org/10.32502/jgsa.v1i2.3212
Setyono, A. (2010). Perbaikan teknologi pascapanen. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian, 3(3), 212–226.
Sumarlan, S. H., Achmad, A. M., & Hariyanto, F. (2017). Analisis keberlanjutan pemanfaatan mesin pemanen padi (combine harvester) di Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Prosiding Seminar Nasional FKPT-TPI 2017, 20–21.
Suprapto, A., Umar, S., & Pangaribuan, S. (2014). Evaluasi kinerja mini combine harvester di lahan pasang surut. Jurnal Keteknikan Pertanian, 6, 9.
Syamsiah, S., Nurmalita, R., & Fariyanti, A. (2015). Analisis sikap petani terhadap penggunaan benih padi varietas unggul di Kabupaten Subang Jawa Barat. Jurnal Agrise, 16(3), 205–215.
Thoriq, A., Sugandi, W. K., Yusuf, A., & Nurhasanah, R. (2021). Analisis kapasitas kerja dan kelayakan usaha agroindustri beras. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 9(1), 43–55. https://doi.org/10.21776/ub.jkptb.2021.009.01.06
Tobing, T. H. D. L. (2010). Uji unjuk kerja traktor Yanmar tipe TF85 pada lahan basah dan kering di Desa Dolok Hataran Kabupaten Simalungun. Jurusan Teknik Pertanian, Universitas Sumatera Utara.
Yunus, Y. (2004). Tanah dan pengolahan (Cet. pertama). CV Alfabeta.
Zahrawani, A. (2012). Perception of farmers to the use rice seeds Ciherang varieties and the relationship of income rice farming in Sungai Dua Village Subdistrict Rambutan Banyuasin Regency.
Zainuddin, Mursalim, & Waris, A. (2016). Analisis ekonomi penggunaan combine harvester tipe Crown CCH 2000 Star. Jurnal Agritechno, 44(1), 191–200.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/