Analisis Spasial Kualitas Tanah untuk Mendukung Sistem Pertanian Presisi di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan

Penulis

  • I Kadek Agus Widhiartana Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Sumiyati Widhiartana Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Ni Luh Yulianti Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p12

Kata Kunci:

analisis spasial, inverse distance weighted, kualitas tanah, pertanian presisi

Abstrak

Penilaian kualitas tanah untuk mendukung sistem pertanian presisi dapat dilakukan melalui analisis spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas tanah dan hasil analisis spasial yang ditinjau dari sifat fisik dan kimia tanah di Desa Candikuni ng. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan uji laboratorium dan pemetaan menggunakan software QGIS. Indikator yang diamati adalah tekstur tanah, porositas tanah, C - organik, dan N - total. Metode yang digunakan adalah metode pipet untuk tekstur tanah, gravim etri untuk porositas tanah, walkley and black untuk C - organik, dan kjeldahl untuk N - total. Penentuan titik sampel tanah menggunakan grid melalui metode systematic sampling berjumlah 50 titik sampel, kemudian dilakukan pemetaan menggunakan metode interpolasi inverse distance weighted. Hasil penelitian kualitas sifat fisik tanah adalah tekstur tanah terdiri atas lempung berpasir, pasir berlempung, dan lempung liat berpasir. Porositas tanah memiliki rata - rata sebesar 48,62% dengan nilai terendah pada titik sam pel 17 sebesar 34,39% dan nilai tertinggi pada titik sampel 5 sebesar 62,77%. Sifat kimia tanah C - organik memiliki rata - rata sebesar 3,29% dengan nilai terendah pada titik sampel 21 sebesar 1,59% dan nilai tertinggi pada titik sampel 3 sebesar 4,83%. N - tot al memiliki rata - rata sebesar 0,25% dengan nilai terendah pada titik sampel 21 sebesar 0,08% dan nilai tertinggi pada titik sampel 9 sebesar 0,55%. Hasil analisis spasial kualitas tanah ditinjau dari tekstur tanah didominasi oleh tekstur lempung berpasir, porositas tanah didominasi oleh nilai 40,01 – 50,00%, C - organik didominasi oleh nilai 3,01 – 5,00% yang masuk dalam kriteria tinggi , dan N - total didominasi oleh nilai 0 ,21 - 0,50% yang masuk dalam kriteria sedang

Referensi

Arifin, M., Putri, N. D., Sandrawati, A., & Harryanto, R. (2019). Pengaruh posisi lereng terhadap sifat fisika dan kimia tanah pada Inceptisols di Jatinangor. SoilREns, 16(2), 113–124.

Badan Pusat Statistik. (2021). Kecamatan Baturiti dalam angka 2021.

Balafoutis, A., Beck, B., Fountas, S., Vangeyte, J., Van Der Wal, T., Soto, I., Gómez-Barbero, M., Barnes, A., & Eory, V. (2017). Precision agriculture technologies positively contributing to GHG emissions mitigation, farm productivity and economics. Sustainability (Switzerland), 9(8), 1–28.

Bintoro, A., Widjajanto, D., & Isrun. (2017). Karakteristik fisik tanah pada beberapa penggunaan lahan di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. E-Jurnal Agrotekbis, 5(4), 423–430.

Farrasati, R., Pradiko, I., Rahutomo, S., Sutarta, E. S., Santoso, H., & Hidayat, F. (2020). C-organik tanah di perkebunan kelapa sawit Sumatera Utara: Status dan hubungan dengan beberapa sifat kimia tanah. Jurnal Tanah dan Iklim, 43(2), 157–167.

Firmansyah, I., & Sumarni, N. (2016). Pengaruh dosis pupuk N dan varietas terhadap pH tanah, N-total tanah, serapan N, dan hasil umbi bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada tanah Entisols-Brebes Jawa Tengah. Jurnal Hortikultura, 23(4), 358–367. http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/3416

Irwansyah, E. (2013). Edy Irwansyah. In Digibooks (Issue June 2013).

Iswahyudi, B., Bakri, B., Studi, P., Ilmu, M., Pertanian, F., Sriwijaya, U., Tanah, J., Pertanian, F., & Sriwijaya, U. (2019). Pemetaan status unsur hara fosfor perkebunan kelapa sawit rakyat di Kelurahan Babat, Sumatera Selatan. Jurnal Pertanian, 8(1), 77–85.

Kurniawan, M. F., Rayes, M. L., & Agustina, C. (2021). Analisis kualitas tanah pada lahan tegalan berpasir di DAS Mikro Supiturung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 8(2), 527–537.

Lesmana, D., Fauzi, M., & Sujatmoko, B. (2021). Analisis kemiringan lereng daerah aliran sungai Kampar dengan titik keluaran waduk PLTA Koto Panjang. Jom FTEKNIK, 8(2), 1–7.

Mujiyo, Larasati, W., Widijanto, H., & Herawati, A. (2021). Pengaruh kemiringan lereng terhadap kerusakan tanah di Giritontro, Wonogiri. Agrotrop: Journal on Agriculture Science, 11(2), 115–123.

Naharuddin, N., Sari, I., Harijanto, H., & Wahid, A. (2020). Sifat fisik tanah pada lahan agroforestri dan hutan lahan kering sekunder di Sub DAS Wuno, DAS Palu. Jurnal Pertanian Terpadu, 8(2), 189–200.

Rahmanipour, F., Marzaioli, R., Bahrami, H. A., Fereidouni, Z., & Bandarabadi, S. R. (2014). Assessment of soil quality indices in agricultural lands of Qazvin Province, Iran. Ecological Indicators, 40, 19–26. https://doi.org/10.1016/j.ecolind.2013.12.003

Rozi, F., Saifudin, S., & Junaidi, J. (2022). Studi erodibilitas tanah pada lahan bekas penambangan tanah (galian C) di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang. Perkebunan dan Lahan Tropika, 12(1), 9–17.

Siahaan, R. C., & Kusuma, Z. (2021). Karakteristik sifat fisik tanah dan C-organik pada penggunaan lahan berbeda di kawasan UB Forest. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 8(2), 395–405.

Siswanto, B. (2019). Sebaran unsur hara N, P, K dan pH dalam tanah. Buana Sains, 18(2), 109–118.

Suarsana, I. W., Merit, I. N., & Sandi Adnyana, I. W. (2016). Prediksi erosi, klasifikasi kemampuan lahan dan arahan penggunaan lahan di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. ECOTROPHIC: Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science), 10(2), 148–158.

Suastika, I. M. N., Setiyo, Y., & Sulastri, N. N. (2021). Kajian kemampuan media tanam penyimpan air dan produktivitas tanaman pada budidaya kentang (Solanum tuberosum L.). Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 10(2), 269–280.

Syam, T., Sukri Banuwa, I., Niswati, A., & Buchori, H. (2019). Analisis spasial kandungan hara N, P, dan K serta produksi gabah kering panen di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.

Tamara, W. R., Sumiyati, & Made Anom Sutrisna Wijaya, I. (2020). Analisis kualitas sifat fisik tanah pada lahan Subak di Bali. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8, 245–256.

Utama, D., Gofar, N., & Napoleon, A. (2020). Perbaikan stabilitas agregat tanah pasir berlempung menggunakan bakteri pemantap agregat dan bahan organik. Jurnal Tanah dan Iklim, 42(2), 161–170.

Zulkarnain, M., Prasetya, B., & Soemarno. (2013). Pengaruh kompos, pupuk kandang, dan custom-bio terhadap sifat tanah, pertumbuhan, dan hasil tebu (Saccharum officinarum L.) pada Entisol di Kebun Ngrangkah-Pawon, Kediri. Indonesian Green Technology Journal, 2(1), 45–52.

Unduhan

Diterbitkan

2024-04-30

Cara Mengutip

Widhiartana, I. K. A., Widhiartana, S., & Yulianti, N. L. (2024). Analisis Spasial Kualitas Tanah untuk Mendukung Sistem Pertanian Presisi di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 12(1), 106–113. https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p12

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 > >>