Studi Variasi Suhu Pengeringan dan Kapasitas Wadah Fermentasi terhadap Karakteristik Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Kering
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p11Kata Kunci:
kakao, biji kakao kering, kapasitas wadah fermentasi, suhu pengeringanAbstrak
Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang memiliki
peran penting dalam perekonomian nasional. Produksi kakao di Indonesia dalam beberapa tahun
terakhir terus mengalami peningkatan dan hal ini berbanding lurus dengan bertambahnya luas areal
perkebunan kakao. Dari hasil produksi kakao tersebut hanya sebagian kecilnya saja yang menerapkan
proses pascapanen seperti fermentasi biji kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
perlakuan variasi suhu udara pengeringan dan kapasitas wadah fermentasi terhadap karakteristik biji
kakao kering untuk menghasilkan biji kakao yang berkualitas sesuai dengan standar SNI. Penelitian ini
menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor, yaitu faktor pertama kapasitas wadah
fermentasi yaitu, kapasitas fermentasi 5,5 kg, 7,5 kg, dan 9,5 kg dan faktor kedua suhu pengeringan
yaitu 40oC, 50oC, dan 60oC. Adapun parameter yang diteliti meliputi: suhu fermentasi, kadar air, kadar
kulit, dan uji belah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan parameter yang diamati,
perlakuan A2B3 dengan kapasitas fermentasi 7,5 kg dan suhu udara pengeringan 60oC menghasilkan
karakteritik biji kakao kering terbaik yaitu suhu biji kakao fermentasi sebesar 46,5oC, kadar air sebesar
7,54%, kadar kulit sebesar 10,79%, biji tidak terfermentasi sebesar 2,67%, biji setengah terfermentasi
sebesar 14%, dan biji terfermentasi sempurna sebesar 83,88%.
Referensi
Alvian S., H., Harnesa Putri, S., & Iflah, T. (2020).
Perubahan Fisik Dan Kimia Biji Kakao
Selama
Fermentasi.
Jurnal
Industri
Pertanian (JUSTIN), 2, 158-165.
Arinata, I., Yulianti, N., & Arda, G. (2019).
Pengaruh Variasi Dimensi Wadah dan
Lama Fermentasi Terhadap Kualitas Biji
Kakao (Theobroma cacao L.) Kering.
Jurnal BETA (Biosisten dan Teknik
Pertanian, 8, 1-3.
Ariningsih, E., Purba, H., Sinuraya, J., Septanti, K.,
& Suharyono, S. (2021). Permasalahan dan
Strategi Peningkatan Produksi dan Mutu
Kakao Indonesia. Analisis kebijakan
Pertanian, 19, 89-108.
Ariyanti, M. (2017). Karakteristik Mutu Biji Kakao
(Theobroma Cacao L) Dengan Perlakuan
Waktu Fermentasi Berdasar SNI2323-2008.
Jurnal Industri Hasil Perkebunan, 12, 34
42.
Cahyaningrum, N., Safitri, A., Kobarsih, M., Fajri,
M.,
& Marwati, T. (2019). Kajian
Pengeringan Biji Kakao Hasil Panen Akhir
Musim di Gunungkidul Yogyakarta.
Research Fair Unisri, 3, 655-662.
Hayati, R., Yusmanizar, Mustafril, & Fauzi, H.
(2012). Kajian Fermentasi dan Suhu
Pengeringan padaMutu Kakao (Theobroma
cacao L.). JTEP (Jurnal Keteknikan
Pertanian), 26, 129-135.
Karinawantika, E. (2015). Karakteristik Fisik dan
Kimia Biji Kakao Hasil Fermentasi dalam
Wadah Karung Plastik di Pusat Penelitian
Kopi dan Kako Indonesia. Skripsi S1. Tidak
dipublikasikan.
Fakultas
Pertanian UNEJ, Jember.
Teknologi
Kustyawati, M., E., dan Setyani, S. (2008).
Pengaruh Penambahan Inokulum Campuran
Terhadap
Perubahan
Kimia
dan Mikrobiologi Selama Fermentasi Coklat.
Jurnal Teknologi Industri dan Hasil
Pertanian, 13(2).
Mahardika, E. (2015). Karakteristik Fisiko Kimia
Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Hasil
Variasi
Jenis
Ukuran dan Wadah
Fermentasi di Pusat Penelitian Kopi dan
Kakao Indonesia. Skripsi S1. Tidak
dipublikasikan.
Fakultas
Pertanian UNEJ, Jember.
Teknologi
Marwati, H., Suprapto, & Yulianti. (2013).
Pengaruh Tingkat Kematangan Terhadap
Mutu Biji Kakao (Theobroma cacao L.)
yang Dihasilkan Petani Kakao di Teluk
Kedondong Bayur Samarinda. Jurnal
Teknologi Pertanian, 8(1), 6-11.
Nursalam, N. (2016). Mutu Biji Kakao Lindak pada
Berbagai Lama Waktu Fermentasi. Jurnal
Agrisains, 6(2).
Putra, G. G., Sutardi, S., & Kartika, B. (2017).
Peranan Perubahan Komponen Prekursor
Aroma dan Cita Rasa Biji Kakao Selama
Fermentasi Terhadap Cita Rasa Bubuk
Kakao yang Dihasilkan. Jurnal Agritech,
13(4), 13-17.
Rasadi, Y. (2015). Karakteristik Fisik dan Kimia
Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Hasil
Fermentasi Variasi Wadah Kotak Kayu,
Krat Plastik dan Daun Pisang di Pusat
Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.
Skripsi S1. Tidak dipublikasikan. Fakultas
Teknologi Pertanian UNEJ, Jember.
SNI 2323. (2008). Standar Nasional Indonesia Biji
Kakao. Jakarta: Dewan Standarisasi
Nasional.
Rachmatullah, D., Putri, D., Herianto, F., & Harini,
N.
(2021). Karakteristik Biji Kakao
(Theobroma cacao L.) Hasil Fermentasi
Dengan Ukuran Wadah Berbeda. Jurnal
Viabel Pertanian, 15(1), 32-44.
Suprapti & Direktorat Jenderal Perkebunan. (2011).
Statistik Perkebunan Kakao 2009-2012.
Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan
Kementerian Pertanian.
Utami, H., & Rustijarno, S. (2012). Teknologi
Pengolahan Biji Kako Menuju SNI Biji
Kakao . Yogyakarta: Badan Pengkajian
Teknologi Pertanian.
Utami, R. R., Supriyanto, S., Rahardjo, S., &
Armunanto,
R.
(2016).
Aktivitas
Antioksidan Kulit Biji Kakao dari Hasil
Penyangraian Biji Kakao Kering pada
Derajat Ringan, Sedang dan Berat. Agritech,
37. 88-94.
Winarno, F. G., (1997). Kimia Pangan dan Gizi.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-09 (2)
- 2023-09-30 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/