Pengaruh Penambahan Urea dan Pemanasan terhadap Produksi Biogas
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p11Kata Kunci:
urea, pemanasan,, , kotoran sapi, biogas, metana.Abstrak
Biogas merupakan salah satu sumber energi yang berasal dari limbah peternakan yang ramah lingkungan
(renewable energy) dan berkelanjutan (suistainable energy). Biogas adalah campuran gas hasil proses fermentasi anaerob dari kotoran ternak (sapi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan urea dan pemanasan selama fermentasi pada produksi biogas. Penelitian ini menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan: penambahan urea (2%, 4%, 6%, 8%) dan
pemanasan (pemanasan dan tanpa pemanasan). Pengamatan yang dilakukan berupa pengukuran suhu media biogas, volume gas, volume CO2 biogas, volume gas metana, dan waktu terbentuk biogas. Analisis ragam menunjukkan bahwa interaksi perlakuan berpengaruh signifikan (P <0,05) terhadap suhu media biogas, volume gas, volume CO2 biogas, volume metana, dan waktu terbentuk biogas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pemanasan dengan penambahan 8% urea adalah perlakuan terbaik dalam memproduksi biogas dengan karakteristik volume gas 16,67 ml, volume CO2 0,08 ml, volume
metana 15,49 ml, dengan waktu terbentuk biogas yaitu di hari ke-10
Referensi
Bond, T., & Templeton, M. R. (2011). History and future of domestic biogas plants in the developing world. Energy for Sustainable development, 15(4), 347-354. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0973082611000780
Darmanto, A., Soeparman, S., & Widhiyanuriawan,D. (2012). Pengaruh Kondisi Temperatur Mesophilic (35oC) dan Thermophilic (55oC)Anaerob Digester Kotoran Kuda Terhadap Produksi Biogas (Vol. 3). Retrieved from http://rekayasamesin.ub.ac.id/index.php/rm/article/download/155/151
Demucyk M, Nyns EJ, Naveau HP. 1984. A review of the effects of anaerobic digestion on odor and on disease survival. In: Composting of agricultural and other wastes. In: Gasser JKR (ed) Elsevier Applied Sience Publisher, London.
Dennis A. Burke P.E., 2001, Dairy Waste Anaerobic Digestion Handbook, Environmental Energy Company, Olympia.
Haryati, T. (2006). Biogas : Limbah Peternakan yang Menjadi Sumber Energi Alternatif (Vol. 16).
Hantoni.2000. Perancangan Bioreaktor Gas Bio Tipe Generator Asitelin. Universitas Udayana. Skripsi. Tidak dipublikasikan, Jurusan Teknik Pertanian.
Hessami M.A., Christensen S. and Gani R. 1996. Anaerobic digestion of household organic waste to produce biogas. Renewable Energy (9) : 1-4, 954-957.
Holm-Nielsen, J. B., Al Seadi, T., & OleskowiczPopiel, P. (2009). The future of anaerobic digestion and biogas utilization. Bioresource technology, 100(22), 5478-5484. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0960852408011012
Indarto Khori (2010). Produksi Biogas Limbah Cair Industri Tapioka Melalui Peningkatan Suhu dan Penambahan Urea pada Perombakan Anaerob. Jurusan Biologi Universitas Sebelas maret Surakarta. https://eprints.uns.ac.id/9242/
Mahajoeno, E., Lay W.B, Sutjahjo, H.S.,SiswantoHal 2008. Potensi Limbah Cair Pabrik Minyak Kelapa Sawit untuk Produksi Biogas. Biodiversitas 9: 48 –52.
Pedrawati. A. A. I. R. 2010. Kajian Ratio Kotoran Sapi Dengan Air Pada Bioreaktor Tipe “UAS (Up flow Anaerobic Sludge)” Dalam Memproduksi Biogas. Universitas Udayana. Skripsi. Tidak dipublikasikan. Jurusan Teknik Pertanian. Program Studi Teknologi Pertanian. Universitas Udayana. Denpasar.
Ratnaningsih, H. Widyatmoko danT. Yananto. 2009. Potensi pembentukan biogas pada proses biodegradasi campuran sampah organik segardan kotoran sapi dalam batch bioreaktoranaerob. J. Teknol. Ling. 5(1):19-26. http://ced.petra.ac.id/index.php/jtl/article/view/17550
Sahidu, S. 1983. Kotoran Ternak Sebagai Sumber Biogas. Dewaruci. Jakarta.
Santoso, A. A. (2010). Produksi Biogas Dari Limbah Rumah Makan Melalui Peningkatan Suhu Dan Penambahan Urea Pada Perombakan Anaerob. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2
Saputra, T., Triatmojo, S., & Pertiwiningrum, A. (2010). Produksi Biogas dari Campuran Feses Sapi dan Ampas Tebu Dengan Rasio CN yang Berbeda (Vol. 34). https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v34i2.
Setu Embu W. 2019. KESDM Terus Dorong Penggunaan EBT Jadi Sumber Energi Masyarakat.
https://www.merdeka.com/uang/esdm-terusdorong-penggunaan-ebt-jadi-sumber-energimasyarakat.html. Kamis, 4 April 2019. 12:45
Wiratmana, I., Sukadana, I., & Tenaya, I. (2012). Studi Eksperimental Pengaruh Variasi Bahan Kering Terhadap Produksi dan Nilai Kalor Biogas Kotoran Sapi (Vol. 5).
Weiland, P. (2010). Biogas production: Current state and perspectives (Vol. 85). https://doi.org/10.1007/s00253-009-2246-7
Uli, W., Ulrich, S., Nicolai, H., 1989, Biogas Plants in Animal Husbandry, GTZ, Germany.
Yanuartono, Y., Nururrozi, A., Indarjulianto, S., Purnamaningsih, H., & Raharjo, S. (2018). Urea: Manfaat Pada Ruminansia. Jurnal IlmuIlmu Peternakan, 28(1): 10-34. https://doi.org/10.21776/ub.jiip.2018.028.01.02
Zulkarnaen, R., Bagus, I., Gunadnya, P., & Setiyo, Y. (2017). Modifikasi Instalasi Biogas KotoranSapi Tipe Fixed Dome di Anggota Kelompok Tani Kanti Sembada Desa Candikuning Modification of Cow Manure Fixed Dome Type Biogas Installation Kanti Sembada Farmers Group in Candikuning Village Abstrak Abstract The purpose (Vol. 5)
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/