Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2026-02-09. Baca versi terbaru.

Kajian Proses Fermentasi Urin Sapi dengan Beberapa Model Diffuser

Penulis

  • Ni Luh Trimayanti Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Yohanes Setiyo Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Made Anom Sutrisna Wijaya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p17

Kata Kunci:

biourin, diffuser, fermentasi, urin sapi

Abstrak

Limbah cair sapi seperti urin sapi berpotensi menjadi biourin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh dari jenis diffuser terhadap kualitas biourin, serta mengetahui jenis diffuser terbaik selama
proses fermentasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan
dan 3 ulangan. Setiap perlakuan berisi 10 liter urin, 2% bakteri nitrifikasi, dan 2% molase. Adapun
perlakuan yang dilakukan adalah perlakuan tanpa aerasi, perlakuan menggunakan aerasi tanpa diffuser,
perlakuan menggunakan diffuser gelembung halus, perlakuan menggunakan diffuser gelembung kasar,
dan perlakuan menggunakan diffuser batu aerasi. Fermentasi ini dilakukan selama 20 hari dengan
pengukuran setiap 5 hari. Parameter diamati adalah suhu, pH, TDS, EC, C-Organik, N-Total, dan C/N
Ratio selama proses fermentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan beberapa jenis
diffuser berpengaruh nyata terhadap proses fermentasi urin sapi. Proses fermentasi tanpa penggunakan
diffuser menunjukan bahwa seiring bertambahnya waktu fermentasi diikuti dengan penurunan nilai pH
dari 7,72 menjadi 7,54. Pada hari ke-20 fermentasi bio-urin, nilai Biochemical Oxygen Demand tertinggi
ditunjukan oleh perlakuan penggunaan diffuser gelembung halus dengan nilai 9,2 mg/l. Dari lima
perlakuan fermentasi urin yang dibuat hanya fermentasi dengan diffuser yang memenuhi standar
No.70/Permentan/SR.140/10/2011. Perlakuan dengan jenis diffuser gelembung halus merupakan
perlakuan terbaik.

Referensi

Adriani, A., & Novra, A. (2017). Peningkatan Kualitas Biourin Dari Ternak Sapi Yang Mendapat Perlakuan Trychoderma harzianum. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 20(2), 77-84.

Aisyah, S., Sunarlim, N., & Solfan, B. (2011). Pengaruh Urin Sapi Terfermentasi Dengan Dosis Dan Interval Pemberian yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). Jurnal Agroteknologi, 2(1), 1-5.

Aritonang, M., Setiyo, Y., & Gunadnya, I. B. P. (2013). Optimalisasi Proses Fermentasi Urin Sapi Menjadi Biourin. Beta E-Journal, 1(2).

Arthawidya, J., Sutrisno, E., & Sumiyati, S. (2017). Analisis Komposisi Terbaik dari Variasi C/N Rasio Menggunakan Limbah Kulit Buah Pisang, Sayuran dan Kotoran Sapi dengan Parameter C-Organik, N-Total, Phospor, Kalium dan C/N Rasio Menggunakan Metode Vermikomposting. Jurnal Teknik Lingkungan, 6(3), 1-2.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. (2019). Produksi Daging Ternak Provinsi Bali.

Huda, M. K., Latifah, L., & Prasetya, A. T. (2013). Pembuatan pupuk organik cair dari urin sapi dengan aditif molasses metode fermentasi. Indonesian Journal of Chemical Science, 2(3).

Hidayat, R. (2019). Penagruh Pemberian Pupuk Organik Cair Urin Sapi dan ZPT Hormonik Terhadap Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Seledri (Apium Graveolens L.) secara NFT. Doctoral dissertation. Universitas Riau.

Kurnia, V. C., Sumiyati, S., & Samudro, G. (2017). Pengaruh kadar air terhadap hasil pengomposan sampah organik dengan metode open windrow. Jurnal Teknik Mesin Mercu Buana, 6(2), 119-123.

Mudiarta, I. M., Setiyo, Y., & Widia, I. W. (2018). Kajian Proses Fermentasi Bioslurry Kotoran Sapi dengan Penambahan Molase. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 3(1), 277–283.

Purba, R., Sutrisno, E., & Sumiyati, S. (2013). Pengaruh Penambahan Limbah Udang Pada Pupuk Cair Dari Fermentasi Urin Sapi Terhadap Kualitas Unsur Hara Makro. Jurnal Teknik Lingkungan, 2(3), 1-5.

Putra, G. J. K., Setiyo, Y., & Sucipta, I. N. (2021). Pengaruh Penambahan Bakteri Nitrifikasi Pada Fermentasi Urin Sapi Terhadap Kualitas Pupuk Organik Cair. Beta E-Jurnal, 10 (1).

Rasyid, W. (2017). Kandungan Fosfor Pupuk Oganik Cair (POC) Asal Urin Sapi dengan Penambahan Akar Serai (Cymbopogon citratus) Melalui Fermentasi. Doctoral dissertation, Univeritas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Septiani, N., Hazmi, H. Y., & Marlinda, D. (2020). Pemanfaatan Produk Olahan Urin Sapi Menggunaakan Sistem Aerasi Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) Di Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Warta Desa (JWD), 2(1), 89-94.

Suteja, K. S., Setiyo, Y., & Aviantara, I. G. N. A., (2019). Optimalisasi Proses Fermentasi Urin Sapi. Beta E-Jurnal, 7(1).

Zahmi, H. R. H. A., Sumarsono, S., & Anwar, S. (2012). Pertumbuhan dan Produksi Bahan Kering Eceng Gondok sebagai Sumber Daya Pakan di Perairan yang Mendapatkan Limbah Kotoran Itik. Animal Agriculture Journal, 1(1), 307-318.

Unduhan

Diterbitkan

2023-09-30 — Diperbaharui pada 2026-02-09

Versi

Cara Mengutip

Trimayanti, N. L., Setiyo, Y., & Wijaya, I. M. A. S. (2026). Kajian Proses Fermentasi Urin Sapi dengan Beberapa Model Diffuser. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 11(2), 392–401. https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p17 (Original work published 30 September 2023)

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>