Pengaruh Kadar Air Terhadap Proses Pengomposan Jerami Dicampur Kotoran Sapi
DOI:
https://doi.org/10.24843/j.beta.2018.v06.i01.p09Kata Kunci:
jerami padi, kotoran sapi, pengomposan, kualitas komposAbstrak
V arietas padi unggul yang dihasilkan dapat menghasilkan jerami padi dalam satu kali panen mencapai 25 ton / ha dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk kompos . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar air pada proses pengomposan jerami dan kotoran sapi, dan mengetahui kadar air yang ses uai agar proses pengomposan jerami dan kotoran sapi lebih cepat. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan yaitu: P1 (perlakuan kadar air 40%), P2 (perlakuan kadar air 45%), P3 (perlakuan kadar air 50%), P4 (perlakuan kadar air 55%), dan P5 (perlakuan kadar a ir 60%). Berat bahan untuk masi ng - masing perlakuan adalah 35 kg menggunakan perbandingan jerami dan kotoran sapi 3:4 . Parameter yang diamati adalah suhu, kadar air, rendemen, pH, nitrogen, karbon dan rasio C/N. Suhu puncak maksimal dari 5 perlakuan adalah pada perlakuan kadar air 60% dengan suhu 49,8 o C dan suhu puncak terendah adalah perlakuan kadar air 40% dengan suhu tertinggi 48,4 o C. Pengomposan awal, nilai pH berkisar 6,4 - 6,6 pada akhir proses pengomposan, nilai pH berkisar 6,9 - 7,2. Rasio C/N dari semu a perlakuan memenuhi standar SNI yaitu rasio C/N berkisar 18,60 - 19,01. Kualitas kompos yang dihasilkan dari bahan baku jerami dan kotoran sapi pada kelima perlakuan sudah sesuai dengan standar SNI No. 19 - 70302004 digunakan sebagai acuan kualitas komposReferensi
Anonim. (2015). Statistik Provinsi Bali. Badan Pusat Statistik, Denpasar.
Atmaja, K., Tika, W., & Anom, S. (2016). Pengaruh perbandingan komposisi jerami dan kotoran ayam terhadap kualitas pupuk kompos. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), Volume 5, Nomor 1, Januari 2017.
http://ojs.unud.ac.id/index.php/beta
Djuarnani, N., et al. (2005). Cara cepat membuat kompos. Jakarta: AgroMedia Pustaka.
Djuarnani, N., Kristiani, & Setiawan, B. S. (2008). Cara cepat membuat kompos. Jakarta: Penerbit PT Agromedia Pustaka.
Graves, R., Hattemer, G. M., Stetter, D., Krider, J. N., & Dana, C. (2000). National engineering handbook. United States Department of Agriculture.
Harada, Y. K., Haga, Tosada, & Kashino, M. (1993). Quality of produced from animal waste. JARQ, 26: 238–246.
Indriani, Novita Hety. (2011). Membuat kompos secara kilat. Jakarta: Penebar Swadaya.
Isroi. (2008). Kompos. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, Bogor.
http://id.wikipedia.org/wiki/kompos
. Diakses tanggal 15 April 2017.
Kurnia, Anggraini Dwi., et al. (2009). Aromaterapi bunga lavender memperbaiki kualitas tidur pada lansia. Jurnal Kedokteran Brawijaya. Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang.
Kusuma, M. A. (2012). Pengaruh variasi kadar air terhadap laju dekomposisi kompos sampah organik di Kota Depok. Tesis. Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Indonesia.
Massa, S., Setiyo, Y., & Widia, W. (2016). Pengaruh perbandingan jerami dan kotoran sapi terhadap profil suhu dan karakteristik pupuk kompos yang dihasilkan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), Volume IV, Nomor 2, September 2016.
http://ojs.unud.ac.id/index.php/beta
Madrini, I. A. G. B. (2016). Community-based composting and management of leftover food for urban agriculture. Thesis. Agricultural and Environmental Engineering, United Graduate School of Agricultural Science, Tokyo University of Agriculture and Technology.
Murbandono, L. (2008). Membuat kompos. Jakarta: Penebar Swadaya.
Ponnamperuma, F. N. (1984). Straw as a source of nutrient for wetland rice. In Organic matter and rice, p. 117–136. International Rice Research Institute, Los Banos, Philippines.
Setiyo, Y., Arnata, W., Yuliarti, N. L., & Arda, G. (2012). IBM Simantri Kelompok Tani Sari Bumi.
Setiyo, Y., Hadi, K. P., Subroto, M. A., & Yuwono, A. S. (2007). Pengembangan model simulasi proses pengomposan sampah organik perkotaan. Journal Forum Pascasarjana, Vol. 30(1), Bogor.
Supadma, A. A. N., & Athagama, D. M. (2008). Uji formulasi kualitas pupuk kompos yang bersumber dari sampah organik dengan penambahan limbah ternak ayam, sapi, babi, dan tanaman pahitan. Jurnal Bumi Lestari, 8(2): 113–121.
Sutedjo, M. (2002). Pupuk dan cara pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.
Yulipriyanto. (2010). Biologi tanah dan strategi pengelolaannya. Yogyakarta: Graha Ilmu
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/