Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2026-02-11. Baca versi terbaru.

Analisis Rasio Prestasi Manajemen (RPM) pada Distribusi Air Irigasi Subak Gede Kedewatan

Penulis

  • I Made Bayu Suweta Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Wayan Tika Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p29

Kata Kunci:

distribusi air, irigasi, rasio prestasi manajemen, subak

Abstrak

Rasio Prestasi Manajemen (RPM) dijabarkan sebagai hasil bagi antara debit yang diberikan dengan debit yang dibutuhkan di setiap lahan pertanian. Sistem subak di Bali didasari konsep sosio-teknis religius dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai RPM dan sebarannya serta mengetahui strategi distribusi air irigasi agar kinerja irigasi menjadi “cukup” hingga “baik” di Subak Gede Kedewatan Wilayah Kabupaten Gianyar. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan analisis kuantitatif melalui survey dan pengukuran langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan persentase sebaran RPM kriteria “baik” sebanyak 5 subak (18,52%), “cukup” 4 subak (14,81%), “kurang” 9 subak (33,33%), dan “sangat kurang” 9 subak (33,33%). Nilai RPM subak di daerah hulu seluruhnya berada pada kriteria “sangat kurang” dengan nilai RPM 1, 85. Subak di daerah tengah seliruhnya berada dikriteria “kurang” dengan nilai RPM 1,45. Di hilir, subak yang berada di daerah ini memiliki kriteria yang “cukup” dan “baik” dengan sebaran nilai RPM 0,64 – 1,05. Subak yang mendapatkan air berlebih, kemudian sisa air irigasinya disalurkan menuju ke pangkung, yang akan menjadi sumber air utama untuk subak-subak natak tiyis (sadap tiris).

Referensi

Arnanda, I., Tika, I., & Madrini, I. (2020). Analisis

Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada

Distribusi Air di Subak Kabupaten Tabanan.

Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik

Pertanian), 8(2), 290–300.

Arsyad, K. M. (2017). Modul Kebutuhan Air. Pusat

Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air

dan Konstruksi Pusat.

Darismanto & Mularia. (2005). Pedoman

Konstruksi dan Bangunan Sipil: Penguatan

Masyarakat Petani Pemakai Air Dalam

Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.

Pusat Pengkajian Sosial Budaya dan Ekonomi

Wilayah. Badan Penelitian dan

Pengembangan. Departemen Pekerjaan

Umum.

Fuadi, A., Purwanto, J., & Tarigan, D. (2016).

Kajian Kebutuhan Air dan Produktivitas Air

Padi Sawah dengan Sistem Pemberian Air

secara SRI dan Konvensional menggunakan

Irigasi Pipa. Jurnal Irigasi, 11(1), 23–32.

Handika, I., Sumiyati, & Wijaya, I. (2015). Analisis

Neraca Air Irigasi untuk Tanaman Padi pada

Subak Jaka sebagai Subak Natak Tiyis. Jurnal

BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian),

3(2).

Haryono. (2007). Subak dalam Perspektif

Keteknikan. Jurnal Info Teknik, 8(2), 93–102.

Hendrayana, A., Sumiyati, & Madrini, I. (2018).

Analisis Teknis Penggunaan Sumber Daya Air

Tanah Untuk Irigasi Tanaman Padi di

Kabupaten Jembrana. Jurnal BETA (Biosistem

Dan Teknik Pertanian), 6(2), 98-105.

Heryani, N., Kartiwa, B., Hamdani, A., & Rahayu, B.

(2020). Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan

Air Irigasi pada Lahan Sawah : Studi Kasus di

Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Tanah dan

Iklim, 41(2), 135.

Krisnayanti, S., Hangge, E., Sir, M., Mbauth, N., &

Damayanti, C. (2020). Perencanaan Embung

Wae Lerong untuk pemenuhan kebutuhan air

irigasi di Daerah Irigasi Wae Lerong Ruteng

Provinsi NTT. Jurnal Irigasi, 15(1), 15–30.

Madrini, I. (2017). Sistem Irigasi Permukaan. Bahan

Ajar Teknik Irigasi dan Drainase. Denpasar:

Universitas Udayana.

Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2012

Tentang Subak.

Priyonugroho, A. (2014). Analisis Kebutuhan Air

Irigasi (Studi Kasus pada Daerah Irigasi Sungai

Air Keban Daerah Kabupaten Empat Lawang).

Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 2(3), 457

470.

Purwanto, & Ikhsan, J. (2006). Analisis Kebutuhan

Air Irigasi pada Daerah Irigasi Bendung

Mrican. Jurnal Ilmiah Semesta Teknika, 9(1),

83–93.

Ruzziyatno, R. (2021). Tingkatkan Kemampuan

Operasi Dan Pemeliharaan Sistem Irigasi

Melalui Pelatihan. Berita Kementerian PUPR, 4

Oktober

2021

https://pu.go.id/berita/Tingkatkan

Kemampuan-Operasi-Dan-Pemeliharaan

Sistem-Irigasi-Melalui-Pelatihan

Santika, I., Tika, I., & Budisanjaya, I. (2019). Analisis

Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada

Budidaya Tanaman Padi (Oryza sativa L.) di

Subak Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA

(Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2), 204.

https://doi.org/10.24843/jbeta.2020.v08.i02.p0

3

Saragih, H. M. (2009). Efisiensi Penyaluran Air

Irigasi Di Kawasan Sungai Ular Daerah Irigasi

Bendang Kabupaten Serdang Bedagai. Skripsi.

Medan: Universitas Sumatera Utara.

Sayonara, R., & Siswoyo, D. (2019). Optimasi debit

dengan memaksimalkan luas lahan pertanian

guna mendapatkan hasil produksi pertanian

yang maksimal pada Jaringan Irigasi Weliman

di Kabupaten Malaka. JUTEKS: Jurnal Teknik

Sipil, 4(1), 18–27.

Sudjarwadi, C. D. (1990). Teori dan Praktek

Irigasi. Yogyakarta: Pusat Antar Universitas

Ilmu Teknik, Universitas Gadjah Mada.

Sugeng, P. (2015). Efisiensi Irigasi. Diktat Mata

Kuliah Irigasi dan Drainase. Bogor: Institut

Pertanian Bogor.

Sukertayasa, I., Tika, I., & Wijaya, I. (2017).

Analisis Efisiensi Penggunaan Air Irigasi pada

Subak Agung Yeh Sungi. Jurnal BETA

(Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 45

50.

Tanga, M. (2005). Analisis Efesiensi Pemberian Air

di Jaringan Irigasi Pada Saluran Sekunder

DI Ciherang. Institut Teknologi Bandung.

Tika, I., Madrini, I., & Sumiyati. (2019). Distribusi

Air Irigasi pada Subak dengan Tanaman Cabai

sebagai Tanaman Sela. 2nd International

Conference on Science Technology and

Humanities (ICoSTH). Universitas Udayana,

Bali, Indonesia, 14–15 Nopember 2019.

Tika, I., Madrini, I., Sumiyati, S., & Sulastri, N.

(2020). Penghematan Air Irigasi Saat Olah

Tanah

dengan

Tanaman

Sela

pada

Subak. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian

Agrotechno, 5(2), 87-91.

Tika, I. W. (2012). Analisis Surplus Air Irigasi

Sebagai Dampak Aplikasi Teknik Ngenyatin

Pada Subak Sungi I. PERTETA: Peran

Keteknikan Pertanian Dalam Pembangunan

Industri Pertanian Berkelanjutan Berbasis

Kearifan

Lokal.

Universitas

Udayana

Denpasar, 13-14 Juli 2012, 260–266.

Triadi, I. N. S., Mudhina, M., & Handayani, K. W.

(2013). Pengelolaan Sumber Daya Air Tukad

Ayung Sebagai Upaya Ketersediaan Air.

Jurnal Logic, 13(2), 114–120.

Walbat, F., Tika, I., & Madrini, I. (2022). Analisis

Persentase Kekurangan Air Irigasi pada Subak

di DAS Ho Saat Musim Kemarau. Jurnal

BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian),

10(1), 34-44.

Widjiharti, E., Sri, S., Sumadiman, & Ernanda, H.,

(1997). Studi Optimasi Kapasitas Waduk

Gogor dan Waduk Mojogede Daerah Irigasi

Gogor Kabupaten Gresik. Tugas Mata Kuliah

Rekayasa Sumber Air. Surabaya: Pasca

Sarjana Teknik Sipil Institut Teknologi

Sepuluh November.

Wiguna, P. P. K. (2019). Metode Perhitungan

Kebutuhan Air Irigasi. Program Studi

Agroekoteknologi,

Fakultas

Universitas Udayana.

Unduhan

Diterbitkan

2023-09-30 — Diperbaharui pada 2026-02-11

Versi

Cara Mengutip

Suweta, I. M. B., Tika, I. W., & Aviantara, I. G. N. A. (2026). Analisis Rasio Prestasi Manajemen (RPM) pada Distribusi Air Irigasi Subak Gede Kedewatan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 11(2), 493–499. https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p29 (Original work published 30 September 2023)

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>