Tingkat Erodibilitas Tanah pada Budidaya Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) dengan Berbagai Jenis Mulsa Plastik dan Jeram
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p14Kata Kunci:
soil erodibility, tomato cultivation, mulchAbstrak
Erodibilitas tanah merupakan kepekaan tanah untuk tererosi, semakin tinggi nilai erodibilitas suatu tanah semakin mudah tanah tersebut tererosi. Salah satu cara untuk mengurangi laju erosi dengan cara menutup permukaan tanah dengan mulsa. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menentukan tingkat erodibilitas tanah pada berbagai jenis mulsa plastik dan jerami yang ditanami tanaman tomat dan (2) menentukan jenis mulsa yang memberikan tingkat terendah pada erodibilitas tanah yang ditanami tanaman tomat. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan yang terdiri dari tanaman tomat yang ditanam tanpa mulsa, tanaman tomat yang dit anam menggunakan mulsa plastik hitam , tanaman tomat yang ditanam menggunakan mulsa plastik perak, tanaman tomat yang ditanam menggunakan mulsa plastik transparan dan t anaman tomat yang ditanam menggunakan jerami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakua n tanpa mulsa dan perlakuan dengan jerami mempunyai nilai erodibilitas yang lebih tinggi dari awal budidaya, sedangkan perlakuan dengan menggunakan plastik hitam dan dengan menggunakan plastik perak mempunyai nilai erodibilitas yang lebih rendah dari awal budidaya. Pada perlakuan dengan mulsa transparan tidak mengalami perubahan nilai erodibilitas. Masing – masing perlakuan mempunyai nilai yang berbeda tetapi memiliki tingkat kategori yang sama yaitu sangat tinggi. Jenis mulsa yang memiliki nilai paling ren dah adalah mulsa plastik perak dengan nilai erodibilas 0,58 pada awal budidaya dan 0,55 pada tiga bulan usia tanam.Referensi
Arsyad, Sitanala. 2006. Konservasi Tanah dan Air, Edisi Kedua. Bogor: IPB Press.
Asdak, Chay. 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara. 2016. Teknologi Mulsa Plastik Untuk Budidaya Tanaman Tomat Spesifik Lokasi Kepulauan Sangihe. http://sulut.litbang.pertanian.go.id/index.php/. Diakses pada tanggal 2 Juli 2018.
Cahyono, Bambang. 2008. Tomat: Usaha Tani dan Penanganan Pasca Panen. Yogyakarta: Kanisius.Darkam,
M., N. Nurtika dan R. M. Sinaga. 1995. Pengaruh kultivar dan cara pemangkasan terhadap mutu buah tomat. Bul. Penel. Hort. XXVII(3):127-133.
Effendi, S. 2000. Pengendalian Erosi Tanah Dalam Rangka Pelestarian Lingkungan Hidup. Jakarta: Bumi Askara.
Fadil Mappiasse, Mahmud. 2013. Pengaruh PenggunaanMulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) Pada Budidaya Cabai Merah (Capsicum annuum L.). Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Foth, Henry Donald. 1998. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Hakim, N., M. Y. Nyakpa,A.M. Lubis, S. G. Nugroho, M. A. Diha, G. B. Hong dan H. H. Bailey. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Lampung: Universitas Lampung.Hamidi, Akram. 2019. Budidaya Tanaman Tomat. http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/. Diakses pada tanggal 21 Januari 2019.
Hardjowigeno, S dan M. Luthfi Rayes. 2005. Tanah Sawah, Karakteristik , Kondisi dan Permasalahan Tanah Sawah di Indonesia. Bayumedia Publishing IKAPI. Jawa Timur: Malang.
Hardjowigeno, Sarwono dan Widiatmaka. 2007. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tataguna Lahan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Hasibuan, B. E. 2008. Dasar –Dasar Ilmu Tanah. Universitas Sumatra Utara Press. Medan.
Hillel, D. Soil dan Water. 1971. Physical Prinsiples and Process. New York-London. Academic Press.
Hilman, Y. dan Suwandi. 1989. Pengaruh dan dosis pupuk kandang terhadap tomat varitas gondol. Varitas Gondol. Bul. Penel. Hort. 18(2):33-82.
Instanto, Dwi. 2018. Pengertian dan Pengaruh Tekstur Tanah Terhadap Faktor Erodibilitas. http://www.duaistanto.com/2018/01/. Diakses pada tanggal 2 Juli 2018.
Jiunn-Yann, L dan Tang-Kai, W. 2004. Panduan Budidaya Sayuran. Penerjemah Yong Sindarti. R.O.C. Agricultural Technical Mission to Indonesia.
Sleman dan Bayolali.Kadarso. 2008 . Kajian penggunaan jenis mulsa terhadap hasil tanaman cabai merah varietas Red Charm. Agros. 10 (2) : 134 –139.
Kertasapoetra, A. G. 2005. Teknologi Konservasi Tanah dan Air. Rineka Cipta. Jakarta.
Kurnia, Undang, A. Rachman dan A. Dariah. 2004. Teknologi Konservasi Tanah Pada Lahan Kering Berlereng. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Departemen Pertanian.
Meyer, L. D. dan W. C. Harmon. 1984. Susceptibility of agricultural soils to interill erosion. Soil Sci. Soc. Am.J. 8:1. 152-1.157.
Priatna, S.J. 2001. Indeks erodibilitas dan potensi erosi pada areal perkebunan kopi rakyat dengan umur dan lereng yang berbeda. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia. 3(2) : 84-88.
Puslittanak. 2005. Satu Abad : Kiprah Lembaga Penelitian Tanah Indonesia 1905 –2005. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor.
Rubatzky, Vincent .E. dan Yamaguchi M. 1999. Sayuran Dunia 3: Prinsip, Produksi, dan Gizi. Edisi Kedua. Bandung: ITB Press.
Trisnoto. 2008. Tingkat Erodibilitas Tanah di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Fakultas Geografi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Wijayanti, E., dan Anas D., Susila. 2013. Pertumbuhan dan produksi dua varietas tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) secara hidroponik dengan beberapa komposisi media tanam. Bul. Agrohorti. 1 (1): 104 –112.
Wischmeier, W. H. dan D. D. Smith. 1978. Predicting Rainfall Erosion Losses –A Guide to Conservation Planning. US Department of Agriculture. Agriculture Handbook No. 537.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/