Karakteristik Asap Cair Batang Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ) Hasil Destilasi pada Suhu yang Berbeda
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p19Kata Kunci:
distillation, liquid smoke, tabah bambooAbstrak
T ujuan dari penelitian ini ialah agar mengetahui densitas, rendemen, serta senyawa kandungan kimia (pH, total asam, total fenol) yang terdapat didalam destilat asap cair hasil pirolisis batang bambu tabah pada suhu 125 o C dan 150 o C. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu menggunakan suhu (suhu 125 o C dan 150 o C). Analisis sidik ragam menunjukkan jika perbedaan suhu antara 125 o C dan 150 o C berpengaruh nyata terhadap hasil analisis destilasi asap cair pirolisis bambu tabah. Adapun hasilnya ialah densitas tertinggi 35,8575 g pada suhu 125 o C dan terendah 31,629 g pada suhu 150 o C, pH tertinggi 3,20 pada suhu 125 o C dan terendah 3,14 pada suhu 15 0 o C, total asam tertinggi 10,94% pada suhu 150 o C dan terendah 7,70% pada suhu 125 o C, total fenol tertinggi 0,65% ada suhu 150 o C dan terendah 0,61% pada suhu 125 o C. Analisis beda nyata terkecil menunjukkan perbedaan suhu 125 o C dan 150 o C berpengaruh nyata t erhadap pH, total asam, dan total fenol. Hasil menunjukkan adanya perbedaan karakteristik asap cair sebelum dan sesudah distilasiReferensi
Arifin, Syamsul. 2007. Penelitian Sifat fisik dan Kimia Asap Cair (Liquid Smoke) dari Cangkang dan Tandan Kosong Kelapa Sawit. Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.
Darmadji, P. 1996. Aktivitas Antibakteri Asap Cair Yang Diproduksi Dari Bermacam Macam Limbah Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Jurnal agritech vol. 16. No 4.
Darmadji, P.2001. Optimasi pemurnian asap cair dengan metoda distilasi. Prosiding Seminar Nasional PATPIDaun, R. 1979, Interaction Of Wood Smoke ComponentAnd Foods. Food technol. 5 66 –83
Girrard, J. P. 1992. Tecnologi of Meat and Meat Products. Ellis Horwoow, Newyork.
Kencana, P. K. D., Widia, W. dan Antara, N. S. 2012. Praktek Baik Budi Daya Bambu Rebung Tabah (Gigantochloa Nigrociliata Buse-Kurz)’, pp.1–69.
Komarayati, S., Anggraeni, I. & Pari G. (2012). Pemanfaatan cuka kayu sebagai pencegah hama/penyakit tanaman. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Hutan dan Kesehatan Pengusahaan Hutan untuk Produktivitas Hutan, 221-228. Bogor.
Maga, J. A.1987. Smoke in Food Processing,CRC Press,Inc., Boca rotan.
Florida.Maga, J.A. 1988. Smoke in Food Processing. CRC Press, Florida.Nurhayati, T., Han Roliadi and Nurliani Bermawie. 2005. Production of Mangium Wood Vinegar and Its Utilization. Jurnal of Foresty Research 2:1 (13-26).
Foresty Research and Development Agency. Jakarta.Septian, C. Y. 2014. Rendemen dan beberapa sifat fisik asap cair (Liquid Smoke) dari kayu karet (Hevea brasiliensis). Samarinda: Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.
Siamto, A. 2013. Rendemen dan sifat fisik asap cair (Liquid Smoke) grade I dari limbah kernel kelapa sawit (Elaeisguineensisjack).Samarinda: Politeknik Pertanian Negeri Samarinda
Simon R, B Calle, S Palme, D Meler, dan E Anklam. 2005. Composition and analysis of smoke liquid flavouring primary products. Journal Food Science 24(1): 143-148. North Carolina.
Utomo, B.S.B., Febriani, R.A, Purwaningsih, S. dan Nurhayati, T. 2009. Pengaruh konsentrasi larutan asap cair terhadap mutu belut asap yang dihasilkan. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi 4 (1): 49–58.
Yatagai. (2002). Utilization of charcoal and wood vinegar in Japan. Graduate School of Agricultural and Life Sciences, The University of Tokyo.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/