Praktik Literasi Hibrida dalam Adopsi Qris pada UMKM Pedesaan
Studi Kasus Desa Plosokandang
DOI:
https://doi.org/10.24843/sita-ayana.2026.v01.i01.p05Keywords:
Literasi Keuangan, qris, UMKM Pedesaan, literasi hibrida, Literasi InformasiAbstract
Rendahnya literasi keuangan dan lambatnya adopsi pembayaran digital tetap menjadi tantangan utama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah pedesaan Indonesia. Penelitian ini mengidentifikasi proses adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta hubungannya dengan komponen literasi keuangan di kalangan pelaku UMKM di Desa Plosokandang. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif terhadap enam pelaku UMKM, temuan menunjukkan bahwa adopsi QRIS sebagian besar bersifat reaktif, didorong oleh permintaan pelanggan, dengan intensitas penggunaan hanya 20–40% dan terbatas pada fitur-fitur dasar. Adopsi QRIS secara parsial meningkatkan literasi keuangan, terutama dalam pemantauan arus kas dan pemisahan keuangan usaha dan pribadi. Penelitian ini mengidentifikasi praktik literasi hibrida kombinasi pencatatan manual dan digital sebagai strategi adaptasi rasional di tengah keterbatasan infrastruktur dan literasi digital. Dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM), Perceived Ease of Use dan Perceived Usefulness menjadi pendorong utama, meskipun terdapat hambatan seperti koneksi internet yang tidak stabil dan kurangnya dukungan pasca-adopsi. Penelitian ini berkontribusi pada studi literasi informasi dengan menyoroti praktik literasi hibrida dalam transformasi digital UMKM pedesaan.
References
Aziz, R. F. L. D. S. T. A. M. M., & Diah, W. T. (2025). Inovasi digital dalam pengelolaan keuangan UMKM: Sosialisasi pencatatan laporan keuangan melalui aplikasi Teman Bisnis.
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008
Indriani, S., & Rahman, Z. D. (2024). Literasi keuangan, pemanfaatan QRIS, dan kinerja usaha mikro dan kecil (UMK) di Jakarta Selatan. Jurnal Akuntansi, Bisnis dan Ekonomi Indonesia (JABEI), 3(2), 53–63. https://doi.org/10.30630/jabei.v3i2.245
Laras, O., Handrias, P., Hendri, N., & Kurniawan, A. (2025). Pengaruh penggunaan QRIS dan literasi keuangan terhadap kinerja usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Metro. Journal of Oikonomia, 3(1), 17–26. https://doi.org/10.69747/oikonomia.v3i1.100
Nurrisa, F., & Hermina, D. (2025). Pendekatan kualitatif dalam penelitian: Strategi, tahapan, dan analisis data. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran (JTTP), 2(3), 793–800.
Pangrazio, L., & Sefton-Green, J. (2021). Digital rights, digital citizenship and digital literacy: What’s the difference? Journal of New Approaches in Educational Research, 10(1), 15–27. https://doi.org/10.7821/naer.2021.1.616
Qomaruddin, Q., & Sa’diyah, H. (2024). Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting and Administration, 1(2), 77–84.
Savolainen, J. (2019). Managing collaborative design processes in construction projects [Doctoral dissertation, Tampere University]. Tampere University.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Yagcioglu, O. (2017). Blended learning in higher education framework, principles and guidelines by D. Randy Garrison and Norman D. Vaughan: Book review. European Journal of Education Studies, 3(5), 29–40. https://doi.org/10.5281/zenodo.814302




