Analisis Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada Budidaya Tanaman Padi di Subak Kabupaten Tabanan
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p03Kata Kunci:
: Subak, irigas, , budidaya tanaman padi, , analisis RPM.Abstrak
Sistem subak adalah merupakan salah satu bentuk sistem irigasi yang mampu mengakomodasikan dinamika
sistem sosio-teknis masyarakat setempat. Air irigasi dikelola dengan prinsip-prinsip keadilan, keterbukaan,
harmoni dan kebersamaan, melalui suatu organisasi yang fleksibel yang sesuai dengan kepentingan
masyarakat. Sistem irigasi erat kaitannya tentang pemberian air irigasi pada tanaman budidaya tanaman
padi. Salah satu aspek yang akan dinilai dalam sistem irigasi adalah Rasio Prestasi Manajemen (RPM)
irigasi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi RPM di suatu subak. Perolehan data
primer dilakukan dengan metode wawancara, pengamatan secara langsung dan pengukuran sedangkan data
sekunder diperoleh dari BMKG Wilayah III Denpasar. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya akan
dianalisis menggunakan metode Rasio Prestasi Manajemen (RPM) Irigasi. RPM irigasi setiap subak dinilai
dengan menggunakan empat rentang nilai yaitu Baik bila 0.75 < RPM <1.25, Cukup bila 0.60 < RPM <
0.75 atau 1.25 < RPM < 1.40, Kurang 0.40 < RPM< 0.60 atau 1.40 <RPM<1.60 dan Sangat kurang bila
RPM < 0.40 atau RPM >1.60 Hasil metode analisis rasio prestasi manajemen irigasi pada budidaya
tanaman padi diperoleh RPM daerah hulu dari periode I sampai VII rasio prestasi manajemen irigasinya
dengan nilai rata-rata 3.35 (Sangat Kurang) dan untuk daerah tengah RPM irigasi dari periode I sampai V
nilai rata-ratanya 1.78 (Sangat Kurang), periode VI dengan nilai 1.56 (Kurang), periode VII dengan nilai
1.03 (Baik) sedangkan untuk subak daerah hilir diperoleh RPM irigasinya dari periode I sampai III dengan
nilai rata-rata 2.25 (Sangat Kurang) dan untuk periode IV sampai VII dengan nilai rata-rata 0.92 (Baik).
Referensi
Anonim. (2011). Standar Perencanaan Irigasi. Kriteria Perencanaan (KP-01, KP- 07). Direktorat Jenderal Pengairan.
Asri, A., Kusuma, Z., & Suprayogo, D. (2014). Kajian Faktor Penentu Sosio-Kultural dan Kinerja Sistem Irigasi (Studi Kasus Audit Irigasi Daerah Irigasi (DI) Molek Kepanjen Kab. Malang). HABITAT, 25(1), 40-48.
Farhan, A. (2012). Kinerja Pendistribusian Air Irigasi di Daerah Hulu, Tengah, dan Hilir. Banda Aceh: Universitas Syah Kuala.
Heryani, N., Balitklimat, B. B. S. D. L. P., Balitbangtan, K.,Kartiwa, B., Balitklimat, B., Hamdani, A & Balitklimat, B. (2017). Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Irigasi pada Lahan Sawah: Studi Kasus di Provinsi Sulawesi Selatan.
Jannata, J., Abdullah, S. H., & Priyati, A. (2015). Analisa Kinerja Pengelolaan Irigasi Di Daerah Irigasi Lemor, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, 3(1), 112-121.
Kalsim, D. (2006). Kebutuhan Air Irigasi [diktat matakuliah irigasi dan draninase. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Kusumowarno, S. (2014). Percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi di lahan rawa berkelanjutan dan lestari. In Prosiding Seminar Nasional “Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi”. Bogor.
Nugroho, P. S., & Pamuji, P. (2007). Evaluasi Kinerja Jaringan Irigasi Banjaran Untuk Meningkatkan Efektifitas Dan Efisiensi Pengelolaan Air Irigasi.
Subagyono, K., Dariah, A., Surmaini, E., & Kurnia, U. (2010). Pengelolaan air pada tanah Sawah. Diakses dari: http://balittanah. litbang.deptan. go.id/dokumentasi/buku/tanahsawah/tanahsawah7.
Sugeng, P. (2015). Efisiensi irigasi, [diktat matakuliah irigasi dan draninase. Bogor:Institut Pertanian Bogor. Sukertayasa, I. P., & Wijaya, I. M. A. S. & Tika, I. W. Analisis Efisiensi Penggunaan Air Irigasi pada Subak Agung Yeh Sungi. Jurnal BETA(Biosistem dan Teknik Pertanian), 5(1), 45-50.
Takeda, K., & Sosrodarsono, S. (2003). Hidrologi untuk Pengairan. Editor Sosrodarsono, S. PT Pradnya Paramita: Jakarta. Vegara, B. S., & et al. (2002). Bertanam Padi Sawah. Swadaya, Jakarta.
Viessman. (2001). Introduction to Hydrology (2nded.). New York: Harper and Row Publishers.
Windia, Sudarta, W. W., & Astiti, W. S. (2015). Sistem Subak di Bali (Kajian Sosiologis). Denpasar: Universitas Udayana Press.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/