Pengaruh Penggunaan Jenis Mulsa terhadap Sifat Fisik Tanah dan Laju Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum L.)

Penulis

  • I Kadek Dwi Adi Saputra Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana
  • I Wayan Tika Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana
  • Ni Luh Yulianti Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p01

Kata Kunci:

mulsa, sifat fisik tanah, tanaman tomat

Abstrak

Pengolahan tanah secara intensif tanpa memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain kurangnya unsur hara, pemupukan yang tidak berimbang dapat menurunkan kualitas sifat fisik tanah. Oleh karena itu dibutuhkan pengolahan tanah agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman tomat. Penggunaan berbagai jenis mulsa pada tanaman tomat diharapkan mampu menciptakan iklim mikro yang sesuai bagi tanaman dan memperbaiki ketersediaan hara bagi tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan sifat fisik tanah akibat penggunaan jenis mulsa sejalan dengan usia tanaman tomat dan mengetahui pengaruh penggunaan jenis mulsa terhadap laju pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak lengkap dengan perlakuan tanpa mulsa, mulsa plastik perak, mulsa plastik hitam, mulsa plastik UV transparan, dan mulsa jerami padi. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 15 plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tanah 2 Minggu Setelah Tanam 13-35%, 4 Minggu Setelah Tanam 20-42%, 6 Minggu Setelah Tanam 23-44%, 8 Minggu Setelah Tanam 27-51%, 10 Minggu Setelah Tanam 26-53%, 12 Minggu Setelah Tanam 32-63%. Rata-rata bahan organik tanah 1,16% dengan kategori rendah. Rata-rata permeabilitas tanah 4,13 cm/jam dengan kategori lambat sampai sedang. Perlakuan tanpa mulsa berpengaruh nyata pada porositas tanah dengan nilai ratarata 48%. Rata-rata nilai jumlah daun pada perlakuan mulsa plastik perak 122.89 helai dan pada perlakuan jerami padi 124.83 helai. Nilai berat kering tanaman tomat pada perlakuan mulsa jerami padi 205.87 gram dan pada perlakuan mulsa plastik UV transparan 118.33 gram.

Referensi

Agromedia, Redaksi.2007. Panduan Lengkap Budidaya Tomat. Agromedia, Jakarta

Arga 2010 Pengantar Ilmu Pengendalian gulma Ilmu Gulma Buku I Rajawali Press Jakarta p.122

Ashari, S. 2006. Hortikultura Aspek Budidaya. Universitas Indonesia, Jakarta.

Brady, N. C dan Ray R. Weil. 2008. The Nature and Properties Of Soil. Pearson Prentice Hall, Ohio

Endriani. 2010. Sifat Fisika dan Kadar Air Tanah Akibat Penerapan Olah Tanah Konservasi. Jurnal Hodrolitan. Vol. 1, No.1 : 26 – 34.

Fried, George H. dan George J. Hademenos. 2006. Schaum’s Outlines: Biologi Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.

Hanafiah, Kemas Ali. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta: Raja Grafindo.

Hardjowigeno, S. 2010. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta. 288 hal.

Lumbanraja, P. 2013. Pengaruh Pola Pengolahan Tanah dan Pupukkandang terhadap Beberapa Sifat Fisika Tanah dan Pertumbuhan Vegetativ Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogea L) pada Ultisol Simalingkar. Prosiding Seminar Nasional BKS-PTN Wilayah Barat Indonesia, (Hal.: 599 s/d 607). Pontianak. Kalimantan Barat. 19-20 Maret 2013.ISBN 978-602-17664- 1-5.

Noorhadi dan Sudadi. 2003. Kajian Pemberian Air dan Mulsa Terhadap Iklim Mikro Pada Tanaman Cabai di Tanah Entisol. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. Vol 4 (1) (2003) pp 41-49. Fakultas Pertanian UNS, Surakarta.

Pitojo, Setijo. 2005. Bertanam Tomat. Kanisius. Yogyakarta.

Purwati, E. dan Khairunisa. 2007. Budidaya Tomat Dataran Rendah dengan Varietas Unggul serta Tahan Hama dan Penyakit. Penebar Swadaya. Jakarta. 67 hlm.

Puslittanak. 2005. Satu Abad : Kiprah Lembaga Penelitian Tanah Indonesia 1905 – 2005. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor

Sutandi, C.M. 2012. Air Tanah. Fakultas Teknik. Univesitas Kristen Maranatha. Bandung

Sutanto, R., 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah Konsep dan Kenyataan. Kanisius, Yogyakarta

Tim Bina Karya Tani. 2009. Pedoman Bertanam Tomat. Bandung: Yrama Widya.

Trisnoto, 2008. Tingkat Erodibilitas Tanahdi Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Fakultas Geografi : Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tugiyono, H. 2005. Bertanam Tomat. Penebar Swadaya. Jakarta.

Umboh, A. H. 2000. Petunjuk Penggunaan Mulsa. Penebar swadaya, Jakarta

Wiryanta, W. 2002. Bertanam tomat. Agromedia Pustaka. Jakarta: 102 halaman.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-03

Cara Mengutip

Saputra, I. K. D. A., Tika, I. W., & Yulianti, N. L. (2026). Pengaruh Penggunaan Jenis Mulsa terhadap Sifat Fisik Tanah dan Laju Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum L.). Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 9(1), 1–9. https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p01

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>