Penerapan Koefisien Pemias Untuk Redesain Bangunan TembukuPengalapan pada Jaringan Irigasi Subak(Studi Kasus di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali)
DOI:
https://doi.org/10.24843/j.beta.2018.v06.i01.p07Kata Kunci:
Bangunan bagi sadap (tembuku), Debit, Koefisien Pemias, Lebar Ambang, Irigasi SubakAbstrak
Bangunan bagi tembuku pengalapan merupakan salah satu bangunan bagi sadap yang digunakan pada subak. Adanya infiltrasi, evaporasi, dan bocoran pada saluran irigasi di subak menyebabkan berkurangnya debit air yang seharusnya diterima oleh petani. Tuj uan penelitian in i adalah: (1) untuk mengetahui koefisien pemias pada saluran kuarter atau telabah penyahcah di subak, dan (2) untuk mendapatkan dimensi bangunan bagi sadap individual (tembuku pengalapan) yang memberi keadilan secara proporsional dengan lu as lahan yang dialiri ditinjau dari aspek pemias dalam rangka untuk mendesain ulang bangunan bagi. Analisis debit riil dilakukan dengan mengukur lebar ambang dan tinggi air pada bangunan bagi dan debit seharusnya dihitung dengan menggunakan perbandingan lu as lahan yang dialiri. Debit riil dan debit seharusnya digunakan untuk menentukan koefisien pemias dan koefisien pemias digunakan untuk menentukan desain lebar ambang seharusnya pada bangunan bagi. Berdasarkan hasil analisis rata - rata koefisien pemias adal ah sebesar 0.024. Nilai RMSE pada tembuku pengalapan adalah 13,2 %. Disain ulang pada bangunan bagi tembuku pengalapan dengan menerapkan koefisien pemias secara teoritis menghasilkan nilai RMSE dibawah 10%.Referensi
Anonim. (2012). Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2012 tentang Subak.
Hakim, A. R. (2011). Perancangan sistem informasi pengukuran konduktivitas hidraulik tidak jenuh tanah dengan sensor tensiometer dan higrometer digital. Skripsi S1, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Jember.
Pakaja, F. (2012). Peramalan penjualan mobil menggunakan jaringan syaraf tiruan dan certainty factor. Jurnal EECCIS, 6(1), 9–16.
Prasetyo, G. (2003). Hidrolika dan pneumetika: Pedoman bagi teknisi dan insinyur. Jakarta: Erlangga.
Rahmat, S. (2011). Analisa kerugian head akibat perluasan dan penyempitan penampang pada sambungan 90°. Skripsi, Universitas Hasanuddin, Makassar.
Sumiasih. (2016). Desain bangunan bagi numbakan dan ngerirun pada sistem distribusi air irigasi subak berdasarkan konsep pemias. Skripsi S1, Jurusan Teknik Pertanian, Universitas Udayana, Bali.
Suryani, & Hendryadi. (2015). Metode riset kuantitatif. Jakarta: Prenadamedia Group.
Sutawan, N. (1986). Struktur dan fungsi subak. Makalah Seminar Peranan Berbagai Program Pembangunan dalam Melestarikan Subak. Universitas Udayana, Bali.
Waldi. (2012). Pengukuran debit pada saluran terbuka. Diakses dari www.academia.edu/pengukurandebitsaluranterbuka
(diakses 17 April 2017).
Windia, W. (2006). Transformasi sistem irigasi subak yang berlandaskan Tri Hita Karana. Denpasar: Pustaka Bali Post.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/