Pengaruh PerlakuanUap Etanolterhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i16.Kata Kunci:
Mangosteen, ethanol vapor, modified atmosphere packaging, postharvest qualityAbstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan uap etanol terhadap mutu dan masa simpan buah manggis pada suhu ruang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan 3 ragam volume etanol ; 0 ml, 2 ml, dan 4 ml masing - masing diperangkap dalam 5 gram karagenan dan dimasukkan kedalam sachet teh. Sachet kemudian ditempatkan pada alas styrofoam dimana terdapat 5 buah manggis, selanjutnya di tutup dengan plastik film regang LDPE. Buah manggis tanpa perlakuan atau kontrol disediakan sebagai pembanding. Buah selanjutnya disimpan pada suhu kamar (28±2°C). Susut bobot, intensitas kerusakan, vitamin C, total padatan terlarut, warna, kekerasan dan uji organoleptikdiamati selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan uap etanol secara umum berpengaruh nyata dalam menurunkan tingkat kerusakan, susut bobot, memperlambat laju perubahan kekerasan, warna kulit dan aril, serta total padatan terlarut dan vitamin C dibandingkan buah kontrol. Demikian pula uap etanol mampu memberikan nilai tingkat kesukaan panelis lebih tinggi terhadap warna dan rasa aril serta penampilan secara kesuluruhan dibandingkan dengan buah kontol. Dari ragam perlakuan volume etanol, 4 mL etanol perkemasan mengkreasi uap terbaik untuk memperlambat laju kerusakan, perubahan mutu, menurunkan susut dan meningkatkan kesukaan panelisReferensi
Asoda, T. 2009. Effects of postharvest etanolvapor treatment on ethylene responsiveness in broccoli. Postharvest Biology and Technology 52:216-220
Bagnato, N., Sedgley, M. R. Barrett. Klieber, A. 2003. Effect of etanolvacuum infiltration on the ripening of ‘Cavendish bananas’ cv. Williams. Postharvest Biol.Technol. 27, 337-340
Beauliu, J.C. dan Saltveit. 1989. Inhibition or promotion of tomato fruit ripening byAcetaldehyde and Etanolis concentration dependent and varies with initial fruit maturity. J. Amer. Soc. Hort. SCI. 122(3) : 392-398
Cahyono, F. 2011. Budidaya Manggis. Grafindo. Surabaya.
Davies, D.D., 1980. Anaerobic metabolism and the production of organic acids. In: PK. Stumpf and E.E. Conn (Editors), The Biochemistry of Plants, A Comprehensive Treatise, Volume 2. Academic Press, New York, N.Y., pp. 581-611.
Setyabudi,D.A.,S. M. Widayanti, dan Sulusi Prabawati. 2015. Daya Simpan Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) Pada Berbagai Tingkat Ketuaan Dan Suhu Penyimpanan. Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Volume 12 No.2 : 20 –27.
Elwahab, S.M.A., and I.A.S. Rashid. 2013. Using Etanol, Cinnamon Oil Vapors And Waxing As Natural Safe Alternatives For Control Postharvest Decay, Maintain
192Quality And Extend Marketing Life Of Mandarin. J. Agr. Bio. Sci. 9(1): 27-39
Gardjito, M. 2015. Penanganan Segar Hortikulktura Untuk Penyimpanan dan Pemasaran.Jakarta: Prenadamedia Group
Hewage, K.S., Wainwright, H., Luo,Y., 1995. Effect of etanoland acetaldehyde on banana ripening. J. Hort. Sci. 70, 51-55.
Hidayat, A. 2000. Budi Daya Manggis. Ganesa. Bandung.
Kader, A.A. (2002). Postharvest technology of horticultural crops. Regents of the University of California, Division of Agricultural and National Resources, Oakland, CA, USA, p. 535.
Kader, A. A. 2006. Mangosteen facts, Recommendations for Maintaining Postharvest Quality. http://postharvest.ucdavis.edu.html [14 April 2009]
Kays, S. J. 1991. Postharvest Physiology ofPerishable Plant Products. An AVI Book, NY
Kelly, M.O. and Saltveit, M.E., 1988. Effect of endogenously synthesised and exogenously applied etanolto tomato fruit ripening. Plant Physiol., 88: 143-147.
Kitinoja., Lisa.,dan Kader, A.A. 2002. Praktik-praktik Penanganan Pascapanen Skala Kecil: Manual untuk Produk Hortikultura Edisi ke-4. Diterjemahkan oleh : Utama, I M.S. Bali. Universitas Udayana
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/