Analisis Persentase Kelebihan Air Irigasi pada Subak DAS Ho Saat Musim Hujan

Penulis

  • Dian Dwi Cahyo Pangestu Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia.
  • I Wayan Tika Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia.
  • I.B. Putu Gunadnya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p03

Kata Kunci:

Subak, irigasi, kebutuhan air, debit tersedia, kelebihan air

Abstrak

Berlebihnya ketersediaan air irigasi yang disebabkan oleh debit air yang melimpahpada saat musim hujan dan sifatnya tidak merata, dimana pada bagian hulu ketersediaan air cenderung berlebih dan di hilir cenderung kekurangan. Dengan adanya kondisi seperti itu maka perlu dilakukan penelitian mengenai kelebihan air irigasi pada saat musim hujan agar dapat dilakukan pengelolaan air secara proporsional pada (DAS) Ho. Penelitian dilakukan untuk mengetahui persentase kelebihan air irigasi
yang ada pada setiap subak dan menentukan teknik pengelolaan air irigasi agar proporsional pada setiap bagian subak. Perolehan data primer dilakukan dengan metode wawancara, pengamatan, dan pengukuran sedangkan data sekunder diperoleh dari (BMKG) Wilayah III Denpasar. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan CROPWAT 8.0 untuk mencari persentase kelebihan air irigasi yang terjadi pada saat musim hujan dan untuk menentukan proposi distribusi air irigasi. Hasil penelitian menunjukan persentase kelebihan air irigasi pada subak (DAS) Ho saat musim hujan rata-rata pada daerah hulu 207,31%, tengah 417,78%, hilir 239,05%. Teknik pengelolaan distribusi air pada hulu, tengah, hilir saat musim hujan agar kelebihan bersifat proporsional yaitu dengan cara mengubah debit awal sesuai dengan debit rekayasa

Referensi

Andi Juhana, E., Permana, S., & Farida, I. 2015. Analisis Kebutuhan Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Bangbayang Uptd Sdap Leles Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Garut. Jurnal Konstruksi, Vol. 13 No(ISSN : 2302-7312), 1–28.

Arnanda, Y., Tika, I. W., & Madrini, I. A. L. G. B. 2019. Analisis Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada Distribusi Air di Subak Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2), 290.

BMKG. 2020. Prakira Musim Hujan Tahun 2020/2021 di Indonesia. Dharmananta, I Dewa., R. S., & Trigunasih, N. M.

2019. Pengaruh Morfometri DAS terhadap Debit dan Sedimentasi DAS Yeh Ho. 8(1), 32-42.

Fitriati, U., Novitasari, N., Rusdiansyah, A., & Rahman, A. 2015. Studi Imbangan Air Pada Daerah Irigasi Pitap. Cantilever, 4(1), 27–33.

Fuadi, N. A., Purwanto, M. Y. J., & Tarigan, S. D. 2016. Kajian Kebutuhan Air dan Produktivitas Air Padi Sawah dengan Sistem Pemberian Air Secara SRI dan Konvensional Menggunakan Irigasi Pipa. Jurnal Irigasi, 11(1), 23.

Heryani, N., Kartiwa, B., Hamdani, A., & Rahayu, B. 2020. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Irigasi pada Lahan Sawah : Studi Kasus di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Tanah Dan Iklim, 41(2), 135.

Kusumowarno, S. 2014. Percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi di lahan rawa berkelanjutan dan lestari. In Prosiding Seminar Nasional “Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi”. Bogor. Malahayati S.Y. 2009. Kajian Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Respon Hidrologi Pada DAS Cirasea Menggunakan MWSWAT.Surabaya. Model Mediani, A., Fajar, M., Basuki, A., & Finesa, Y. 2019. Analisis Neraca Air Dan Kebutuhan Air

Tanaman Padi Kekeringan Pada Sub Das Samin. 2012, 179–187.

Priyonugroho, A. 2014. Analisis Kebutuhan Air Irigasi ( Studi Kasus Pada Daerah Irigasi Sungai Air Keban Daerah Kabupaten Empat Lawang ). Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan, 2(3), 457-470.

Purnama, I. L. S., Trijuni, S., Hanafi, F., Aulia, T., & Razali, R. 2012. Analisis Neraca Air di Das Kupang dan Sengkarang. 1–79.

Santika I. K. A., Tika. I. W., Budisanjaya. I. P. G. 2019. Analisis Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada Budidaya Tanaman Padi di Subak Kabupaten Tabanan. Journal of Biosystem and Engineering Agriculture, 8(2), 204-210.

Suroso 1) , PS. Nugroho 2), dan P. P. 3. 2007. Evaluasi Kinerja Jaringan Irigasi Banjaran untuk Meningkatkan Efektifitas dan Efisiensi Pengelolaaan Air. 7(Di), 55–62.

Windia, W. 2006. Transformasi Sistem Irigasi Subak yang Berlandaskan Ojs.Unud.Ac.Id, 1–15.

Tri Hita Karana. Windia, Wayan, Pusposutardjo, S., Sutawan, N., Sudira, P., & Arif, S. 2005. Sistem Irigasi Subak

Dengan Landasan Tri Hita Karana (THK) Sebagai Teknologi Sepadan Dalam Pertanian Beririgasi. Social Economic of Agriculture, 5(Vol. 5, No. 3 November 2005), 1–15.

Yendri, O., Putranto, D. DA, & Sarino, S. 2019. Analisis Besaran Komponen Imbangan Air pada Lahan Irigasi Kelingi Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Civronlit Unbari, 4(2), 57.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-03 — Diperbaharui pada 2026-02-11

Versi

Cara Mengutip

Pangestu, D. D. C., Tika, I. W., & Gunadnya, I. P. (2026). Analisis Persentase Kelebihan Air Irigasi pada Subak DAS Ho Saat Musim Hujan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 9(2), 167–176. https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p03 (Original work published 3 Februari 2026)

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>