Dampak Dosis Kompos Kotoran Sapi terhadap Profil SuhuTanah di Zona Perakarandan Produktivitas TanamanPakcoy (Brassicarafa L.))
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i23Kata Kunci:
Environmental temperature, soil temperature, dosage of compost, root zoneAbstrak
Suhu tanah adalah salah satu sifat fisik tanah yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman pakcoy. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis suhu di zona perakaran, (2) menganalisis hubungan antara dosis pemupukan mempergunakan kompos dengan suhu di zona perakaran dan (3) untuk menganalis suhu yang optimum untuk produktivitas dan kualitas pakcoy yang dihasilkan saat panen. Rancangan penelitian yang digunakan rancangan acak lengkap, dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah P0 : dosis kompos 0 kg/m2, P1 : dosis kompos 1 kg/m2, P2 : dosis kompos 2kg/m2, P3 : dosis kompos 3 kg/m2, dan P4 : dosis kompos 4 kg/m2. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah suhu udara, suhulingkungan, kadar air tanah dan produktivitas. Padamalam hari suhu tanah dizona perakaran lebih tinggi 0,59 oC dari pada suhu lingkungan. Suhu tanah di zona perakaran terendah dan tertinggi adalah 18,02 oC dan 21,94 oC. Suhu tanah malam hari dan siang hari untuk dosis 0-5kg/m2 masih toleran pada tanaman pacoy. Berat kering tanaman pakcoy tertinggi pada perlakuan dosis kompos 4kg/m2 denganberat 92,21 gram/tanaman dan terendah pada perlakuan kontrol dengan berat 71,82 gram/tanamanReferensi
Arsa IW, Setiyo Y, Nada IM. 2012. Kajian relevansi sifat pisikokimia tanah pada kualitas danproduktivitas kentang.
Darmawijaya, Isa, 1998. Dasar-dasar Klasifikasi Tanah. Gadjah Mada University Press
El-Aswad, R.M. and P.H. Groenevelt, 1985. Hydrophysical Modification and its Effect onEvaporation. Journal of American Society of Agricultural Engineer. No.28 (6) : 1927-1932
Hillel, D, 1998, Pengantar Fisika Tanah, Mitra Gama Widya, Yogyakarta
Inggrit. 2013. Fisiologi Tumbuhan.http://inggritmemo.com/2013/02/fisiologi-tumbuhan-soal-dan jawaban.html. Diakses 24 Agustus 2018.
Lesmanawati I. R. 2005. Pengaruh pemberian kompos, thiobacillus, dan penanaman gmelina serta sengon pada tailing emas terhadap biodegradasi sianida dan pertumbuhan kedua tanaman [Tesis]. Bogor: Program Pasca Sarjana.Institut Pertanian Bogor.
Samekto R. 2006. Pupuk Kompos. PT Intan Sejati. Klaten.Setiyo, y., Gunadnya IBP., Gunam IBW., Permana M., Susrusa B., Triani L. 2016. Agriculture and Agricultural Science Procedia. Elsevier.
Setiyo, Y., Ada IW., Susrusa B., Gunam IBW., Gunadnya IBP. dan Yulianti N. 2017. Agribisnis Kentang. Udayana press.
Setyamidjaja, Djoehana. 1986. Pupuk dan Pemupukan. Jakarta : CV. Simplex
Soepardi, G. 1983. Sifat Dan Ciri Tanah. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian. IPB. Bogor. 591 hal.
Sudyastuti, Tri dan Nurdin Setyawan. 2007. Sifat Thermal Tanah Pasiran Pantai Dengan Pemberian Bahan Pengkondisi Tanah Dan Biomikro Pada Budidaya Tanaman Cabai(Capsicum Annuum). Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
Widiastuti, L., Tohari, Sulistyaningsih, E. 2004. Pengaruh Intensitas Cahaya dan Kadar Daminosida terhadap Iklim Mikro dan Pertumbuhan Tanaman Krisan dalam Pot. Jurnal Ilmu Pertanian(11)2:35-42.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/