Prediksi Erosi MenggunakanMetode RUSLEpada Lahan Pertanian di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, KabupatenTabanan
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p09Kata Kunci:
Erosi, Lahan, Overlay, RUSLE, Tingkat bahaya erosiAbstrak
Kondisi lahan di Desa Candikuning yang berada di dataran tinggi dengan topografi antara datar sampai sangat curam dan intensitas curah hujan tinggi dapat menyebabkan erosi pada lahan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian terkait erosi menggunakan metode RUSLE . Metode RUSLE memiliki 5 parameter yakni: erosivitas curah hujan, erodibilitas tanah, indeks panjang dan kemiringan lereng, indeks vegetasi tutupan lahan, dan indeks pengelolaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai prediksi erosi dan tingkat bahaya erosi pada lahan. Berdasarkan overlay peta jenis tanah, kemiringan lereng dan tutupan lahan, terdapat 40 unit karakteristik lahan. Hasil analisis erosivitas curah hujan di Desa Candikuning adalah sebesar 239,82 MJ mm/ha/jam/th. Parameter erodibilitas tanah diperoleh nilai indeks dalam rentan g 0,18 - 0,53. Indeks p arameter panjang dan kemiringan lereng berdasarkan klasifikasi k riteria kemiringan diperoleh indeks lahan datar sebesar 0 , 29 - 1 , 79, lahan landai sebesar 1 , 97 - 3 , 70, lahan agak curam sebesar 2 , 94 - 7 , 23, lahan curam sebesar 6 , 11 - 10 , 17, lahan sangat curam sebesar 10 , 25 - 13 , 42. Indeks vegetasi tutupan lahan memiliki 13 jenis vegetasi dengan nilai indeks C berturut - turut yakni 0 , 001, 0 , 3, 0 , 4, 0 , 6, 0 , 7, 1 , 0. Parameter indeks pengelolaan lahan diperoleh nilai indeks P sebanyak 6 parameter yaitu 0 , 032, 0 , 4, 0 , 5, 0 , 75, 0 , 9, 1 , 0. B erdasarkan pe r hitungan metode RUSLE , nilai prediksi erosi pada lahan di Desa Candikuning diperoleh nilai terkecil sebesar 0,11 ton/ha/tahun sampai nilai terbesar 313,59 ton/ha/tahun. Berdasarkan nilai prediksi erosi, maka didapatkan lahan dengan tingkat bahaya erosi (TBE) sangat ringan , ringan, sedang, berat , sangat berat dengan luas lahan berturut - turut sebesar 1 . 552,92 ha , 260,54 ha , 124,12 ha, 23,8 4 ha, dan tidak ada lahan dalam kriteria sangat berat.Referensi
Adi, R. N., & Santosa, P. B. (2006). Pengaruh vegetasi terhadap tata air (pp. 1–18).
Agustian, B., Masimin, M., & Azmeri, A. (2018). Studi erosi dan sedimentasi pada Sub-DAS Krueng Keureuto Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan, 1(1), 142–150. https://doi.org/10.24815/jarsp.v1i1.10363
Arifin, M. (2010). Kajian sifat fisik. Jurnal Pertanian Maperta, XII(2), 111–115.
Arnoldus, H. M. J. (1980). An approximation of the rainfall factor in the Universal Soil Loss Equation. In M. de Boodt & D. Gabriels (Eds.), Soil Erosion (pp. xx–xx). John Wiley & Sons Ltd.
Arsyad, S. (2010). Konservasi tanah dan air (Edisi kedua). Institut Pertanian Bogor.
Ayuningtyas, E. A., Ilma, A. F. N., & Yudha, R. B. (2018). Pemetaan erodibilitas tanah dan korelasinya terhadap karakteristik tanah di DAS Serang, Kulonprogo. Jurnal Nasional Teknologi Terapan (JNTT), 2(1), 135. https://doi.org/10.22146/jntt.39194
Bukhari, I., Lubis, K. S., & Lubis, A. (2015). Pendugaan erosi aktual berdasarkan metode USLE melalui pendekatan vegetasi, kemiringan lereng, dan erodibilitas di Hulu Sub DAS Padang. Jurnal Online Agroekoteknologi, 3(2337), 160–167.
Herawati, T. (2010). Analisis spasial tingkat bahaya erosi di wilayah DAS Cisadane Kabupaten Bogor. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, VII(4), 413–424.
Kartasapoetra, A. G. (2010). Teknologi konservasi tanah dan air. Rineka Cipta.
Poerbandono, Basyar, A., Harto, A. B., & Rallyanti, P. (2006). Jurnal Infrastruktur dan Lingkungan Binaan, 2, 21–28.
Purba, E. C., Suryani, L., Musthofa, A. N. H., & Syafe’i, H. (2020). Analisis tingkat bahaya erosi area hulu dan hilir menggunakan metode USLE Daerah Aliran Sungai (DAS) Garang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Jurnal Geosains dan Teknologi, 3(2), 73–82. https://doi.org/10.14710/jgt.3.2.2020.73-82
Sari, U. C., & Ulfiana, D. (2021). Pelatihan online analisis laju erosi menggunakan aplikasi QGIS bagi mahasiswa. Jurnal Pengabdian Vokasi, 2(1), 61–65.
Seran, S. S. L. M. F. (2022). Analisis erosi pada DAS Noelmina menggunakan metode USLE. Eternitas: Jurnal Teknik Sipil, 2(1), 33–39. https://doi.org/10.30822/eternitas.v2i1.1716
Suarsana, I. W., Merit, I. N., & Sandi Adnyana, I. W. (2016). Prediksi erosi, klasifikasi kemampuan lahan dan arahan penggunaan lahan di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. ECOTROPHIC: Jurnal Ilmu Lingkungan, 10(2), 148. https://doi.org/10.24843/ejes.2016.v10.i02.p11
Susatyo, M. O., Marsono, D., Kusumandari, A., & Supriyanto, N. (2016). Pendekatan spasial ekologis untuk pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) berkelanjutan berbasis pengendalian erosi: Studi kasus di Sub DAS Ngrancah, Kabupaten Kulon Progo. Jurnal Warna Tropika, 6(1), 70–86. http://journal.instiperjogja.ac.id/index.php/JWT/article/view/933
Susila, I. K. G. (2021). Kecamatan Baturiti dalam angka (Vol. 4, Issue 1). Badan Pusat Statistik Kabupaten Tabanan.
Utami, R. (2022). Prediksi laju erosi dengan menggunakan metode RUSLE (Revised Universal Soil Loss Equation) dan pemetaan spasial di Sub DAS Mamasa [Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin]. http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/14996/
Wang, H., & Zhao, H. (2020). Dynamic changes of soil erosion in the Taohe River basin using the RUSLE model and Google Earth Engine. Water (Switzerland), 12(5). https://doi.org/10.3390/W12051293
Wischmeier, W. H., & Smith, D. D. (1978). Predicting rainfall erosion losses: A guide to conservation planning. Department of Agriculture, Science and Education Administration.
Zulkarnain, M., Prasetya, B., & Soemarno. (2013). Pengaruh kompos, pupuk kandang, dan custom-bio terhadap sifat tanah, pertumbuhan, dan hasil tebu (Saccharum officinarum L.) pada entisol di kebun Ngrangkah-Pawon, Kediri. Indonesian Green Technology Journal, 2(1), 45–52. https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/article/view/103
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/