Studi Variasi Konsentrasi Asam Stearat dan Amonium Molibdat terhadap Karakteristik Fisik Kemasan Cerdas Bioplastik
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p09Kata Kunci:
asam stearat, amonium molibdat, karakteristik fisik, kemasan cerdas bioplastikAbstrak
Kemasan cerdas merupakan kemasan yang memiliki kemampuan untuk memberikan informasi tentang mutu produk yang dikemas secara langsung dengan memanfaatkan sejumlah senyawa yang berperan sebagai indikator mutu produk yang dikemas, sehingga penelitian tentang kemasan cerdas layak untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh konsentrasi asam stearat dan amonium molibdat terhadap karakteristik fisik kemasan cerdas bioplastik; menentukan perlakuan yang menghasilkan karakteristik fisik kemasan cerdas bioplastik terbaik sesuai SNI serta mendapatkan respon indikator kemasan cerdas bioplastik terhadap tingkat kematangan buah alpukat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi asam stearat yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 0,4%, 0,5% dan 0,6%. Faktor kedua adalah konsentrasi amonium molibdat yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 1g, 2g dan 3g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antar perlakuan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter pemanjangan, kuat tarik, penyerapan air, ketebalan dan elastisitas. Perlakuan terbaik diperoleh pada penggunaan konsentrasi asam stearat 0,4% dan amonium molibdat 1g yang menghasilkan nilai kuat tarik sebesar 13,85 MPa, nilai pemanjangan sebesar 3,60%, nilai elastisitas sebesar 384,93 MPa, nilai penyerapan air sebesar 0,81% dan nilai ketebalan bioplastik sebesar
0,23 mm. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini yaitu perlakuan konsentrasi asam stearat 0,4% dan amonium molibdat 1g merupakan perlakuan terbaik yang mampu memberikan respon terhadap tingkat kematangan buah alpukat berupa perubahan warna kemasan yang dihasilkan.
Referensi
Aripin, S., Saing, B., & Kustiyah, E. (2017). Studi
Pembuatan
Bahan
Alternatif
Plastik
Biodegradable Dari Pati Ubi Jalar Dengan
Plasticizer Gliserol Dengan Metode Melt
Intercalation. Jurnal Teknik Mesin, 6(2), 18.
https://doi.org/10.22441/jtm.v6i2.1185
Aritonang, D. H., Hartiati, A., & Harsojuwono, B. A.
(2020). Karakteristik Komposit Bioplastik Pada
Variasi Rasio Pati Ubi Talas Belitung
(Xanthosoma Sagittifolium) dan Karagenan.
Jurnal
Rekayasa
Dan
Agroindustri, 8(3), 348–359.
Manajemen
Association Japanese Industrial Standard. (2017).
Japanese Industrial Standards (JIS). Tokyo.
Japan.
Azrita, M. W., Ahmad, U., & Darmawati, E. (2019).
Rancangan Kemasan Dengan Indikator Warna
Untuk Deteksi Tingkat Kematangan Buah
Alpukat. JTEP, 7(2), 155–162.
Badan Standarisasi Nasional. (2014). Kantong
Plastik Mudah Terurai. SNI 7818:2014. Badan
Standarisasi Nasional, Jakarta.
European Committee Standardization. (1993). BS
EN 317:1993 Determination of Swelling In
Thickness After Immersion In Water. CEN,.
February, 41778–41782.
Farah, S. (2021). Karakteristik Bioplastik Dari
Alginat Padina Sp. Dengan Pemlastis Gliserol.
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Haloho, R. J., Hasojuwono, B. A., & Suwariani, N.
P. (2021). Pengaruh Konsentrasi Asam Stearat
dan Lama Pengadukan Proses Gelatinisasi
terhadap Karakteristik Komposit Bioplastik
Maizena-Glukomanan. Jurnal Rekayasa Dan
Manajemen Agroindustri, 9(4), 488–503.
Harsojuwono, B. A., & Arnata, W. (2015).
Karakteristik Fisik dan Mekanik Bioplastik
(Studi Konsentrasi Tapioka dan Perbandingan
Campuran Pemlastis). In Seminar Nasional
Sains dan Teknologi (Senastek).
Hayati, N. (2018). Preparing of Cornstarch (Zea
mays) Bioplastic Using ZnO Metal. Indonesian
Journal of Chemical Science and Technology,
1(1), 23–30.
Iskandar, A., Yuliasih, I., & Warsiki, E. (2020).
Performance Improvement Of Fruit Ripeness
Smart Label Based On Ammonium Molibdat
Color Indicators. Indonesian Food Science &
Technology
Journal,
3(2),
48–57.
https://doi.org/10.22437/ifstj.v3i2.10178
Lang, C., & Hubert, T. (2012). A colour ripeness
indicator for apples. Food and Bioprocess
Technology, 5(8), 3244–3249.
Makmur, C. L., Dewata, I., & Oktavia, B. (2021).
Effect Of Addition Of Carrageenan On Tensile
Strength And Biodegradation Of Edible Film
From Cassava Peel Starch. JKPL, 2(2), 9–17.
Melani, A., Herawati, N., & Kurniawan, A. F. (2017).
Bioplastik Pati Umbi Talas Melalui Proses Melt
Intercalation (Kajian Pengaruh Jenis Filler,
Konsentrasi Filler dan Jenis Plasticiezer).
Distilasi, 2(2), 53–67.
Ngibad, K. (2019). Analisis Kadar Fosfat dalam Air
Sungai Ngelom Kabupaten Sidoarjo Jawa
Timur. J.Pijar MIPA, 14(3), 197–201.
Nurhabibah, S. A., & Kusumaningrum, W. B. (2021).
Karakterisasi Bioplastik Dari K-Karagenan
Eucheuma Cottoni Terplastisasi Berpenguat
Nanoselulosa. Jurnal Kimia Dan Kemasan,
43(2),82–94.
Nuriyah, L., Saroja, G., Ghufron, M., Razanata, A.,
Rosid, N. F. (2018). Karakteristik Kuat Tarik
dan Elongasi Bioplastik Berbahan Pati Ubi
Jalar Cilembu Dengan Variasi Jenis Pemlastis.
NATURAL B, 4(4).
Permana, E., Riski Gusti, D., Tarigan, I. L., Andika,
Y., & Nirwana, A. C. (2021). Sifat Fisik
Bioplastik Dari Pati Umbi Gadung Dan Pelepah
Sawit. Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan
Teknologi, 7(1), 45–54.
Pranindyah, A. T. (2017). Pembuatan dan
Karakterisasi Edible Film Komposit Dari Pati
Ganyong (Canna Edulis Ker.) – Karagenan dan
Asam Stearat.
Purnavita, S., & Dewi, V. C. (2021). Kajian
Ketahanan Bioplastik Pati Jagung Dengan
Variasi Berat Dan Suhu Pelarutan Polivinil
Alkohol. Journal of Chemical Engineering,
2(1), 14–22.
Putra, D. M. D. P., Harsojuwono, B. A., & Hartiati,
A. (2019). Studi Suhu Dan Ph Gelatinisasi Pada
Pembuatan Bioplastik dari Pati Kulit Singkong.
Jurnal
Rekayasa
Dan
Agroindustri , 7(3), 441–449.
Manajemen
Putri, R. R. A., Hartiati, A., & Harsojuwono, B. A.
(2021). Pengaruh Jenis dan Konsentrasi
Pemlastis Terhadap Karakteristik Komposit
Bioplastik
Pati
Ubi
Talas
Belitung
(Xanthosoma Sagittifolium)-Kitosan. Jurnal
Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri, 9(3),
323–334.
Radhiyatullah, A., Indriani, N., & Ginting, M. H. S.
(2015). Pengaruh Berat Pati dan Volume
Plasticizer Gliserol Terhadap Karakteristik
Film Bioplastik Pati Kentang. Jurnal Teknik
Kimia
USU,
4(3),
35–39.
https://doi.org/10.32734/jtk.v4i3.1479
Saputro, A. N. C., & Ovita, A. L. (2017). Sintesis Dan
Karakterisasi Bioplastik dari Kitosan-Pati
Ganyong (Canna edulis). JKPK (Jurnal Kimia
Dan Pendidikan Kimia), 2(1), 13–21.
Sitompul, A. J. W. S., & Zubaidah, E. (2017).
Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Plasticizer
Terhadap Sifat Fisik Edible Film Kolang
Kaling ( Arenga pinnata ). Jurnal Pangan Dan
Agroindustr, 5(1), 13–25.
Suryati, S., Meriatna, M., & Marlina, M. (2017).
Optimasi Proses Pembuatan Bioplastik Dari
Pati Limbah Kulit Singkong. Jurnal Teknologi
Kimia
Unimal,
5(1),
78.
https://doi.org/10.29103/jtku.v5i1.81
Susetyarsi. (2012). Kemasan Produk Ditinjau Dari
Bahan Kemasan, Bentuk Kemasan dan
Pelabelan
Pada
Kemasan
Pengaruhnya
Terhadap Keputusan Pembelian Pada Produk
Minuman Mizone Di Kota Semarang. Jurnal
STIE Semarang, 4(3), 19–28.
Syamani, F. A., Kusumaningrum, W. B., Akbar, F.,
Ismadi, Widyaningrum, B. A., & Pramasari, D.
A. (2020). Characteristics Of Bioplastic Made
From Modified Cassava Starch With Addition
Of Polyvinyl Alcohol. IOP Conference Series:
Earth and Environmental Science, 591(1).
https://doi.org/10.1088/17551315/591/1/01201
6
Utami, M. R., Latifah, & Widiarti, N. (2014). Sintesis
Plastik Biodegradable dari Kulit Pisang dengan
Penambahan Kitosan dan Plasticizer Glisero.
IJCS - Indonesia Journal of Chemical Science,
3(2252), 163–167.
Wara, F. Y., Hartiati, A., & Harsojuwono, B. A.
(2020). Karakteristik Komposit Bioplastik Pada
Variasi Perbandingan Campuran Pati Gadung
(Dioscorea Hispida Deenst) dan Karagenan
(Carrageenan).
Jurnal
Rekayasa
Manajemen Industri, 8(4), 484–491.
Dan
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-09 (2)
- 2023-09-30 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/