Analisis Persentase Penghematan Air Irigasi dengan Metode Pergiliran (Magilihan) pada Subak di Das Ho

Penulis

  • I Wayan Aditya Putra Pratama Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana
  • I Wayan Tika Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana
  • I Putu Gede Budisanjaya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p15

Kata Kunci:

subak, irigasi, pergiliran, penghematan air, proporsional

Abstrak

Berkurangnya ketersediaan air irigasi dapat disebabkan oleh debit air sungai yang turun pada musim kemarau, hilangnya air pada saluran irigasi, dan evaporasi. Dengan demikian, upaya-upaya penghematan perlu dilakukan seperti sistem pergiliran dalam pemberian air irigasi dan proporsi dalam ditribusi air irigasi pada setiap subak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persentase penghematan air irigasi pada suatu subak dan proporsi pemberian air irigasi pada saat kurangnya ketersediaan air. Perolehan data primer dilakukan dengan metode wawancara, pengamatan, dan pengukuran sedangkan data sekunder diperoleh dari BMKG Wilayah III Denpasar. Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis untuk mencari persentase penghematan yang terjadi pada saat kekurangan air dan proporsi distribusi air irigasi. Hasil penelitian menunjukan metode pergiliran dilakukan pada saat debit air tersedia tidak bisa memenuhi kebutuhan air irigasi. Metode pergiliran dilakukan pada subak kawasan tengah dan subak kawasan hilir pada bulan April sampai Mei tahun 2020. Metode pergiliran dilakukan dengan menurunkan jumlah kebutuhan air irigasi dan memberikan air irigasi sesuai dengan debit air tersedia dengan rentang waktu setiap dua hari selama terjadi kekurangan air irigasi. Pada subak kawasan hulu tidak terjadi penghematan karena proses pergiliran tidak berjalan, penghematan air irigasi pada subak kawasan tengah rata-rata sebesar 28,3 persen dan subak kawasan hilir sebesar 24 persen. Dengan penerapan metode pergiliran pada saat kekurangan air irigasi kebutuhan air irigasi bisa terpenuhi dari debit air yang tersedia. Untuk mencapai proposional penghematan air irigasi pada bulan April sampai Mei, pada subak kawasan hulu air irigasi diturunkan sebesar 17,46 persen, subak tengah dinaikan 13,37 persen, dan subak hilir dinaikan 8,39 persen.

Referensi

Anonim. 2019. Bab iv profil kabupaten Tabanan. Cipta Karya Kabupaten Tabanan Arnanda, I. K. Y., Tika, I. W., & Madrini, I. A. G. B. 2020. Journal of Biosystem and Engineering Agriculture, 8, 290–300.

Arif, C., B.I Setiawan., H.A. Sofiyuddin, L.M. Martief, Mizoguchi M, Doi R. 2012. Estimating crop coefficient in intermittent irrigation paddy fields using excel solver. Rice Science, Vol. 19(2): 143. BMKG. 2020. Prakira Musim Hujan Tahun 2020/2021 di Indonesia.

Dipayana, I. K. A., Tika, I. W., & Sumiyati. 2017. Analisis Pemakaian Air Irigasi Pada Budidaya Padi Beras Merah Dengan Sistem Tanam Legowo Nyisip (Studi Kasus di Subak Sigaran). Journal of Biosystem and Engineering Agriculture, 5, No. 1, 131–138.

Ezward, C., Efendi, S., Jauharil Makmun. 2018. Pengaruh Frekuensi Irigasi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.). Jurnal Agroteknologi Universitas Andalas, 1(1), 17–24. www.jagur.com

Fuadi, N. A., Purwanto, M. Y. J., & Tarigan, S. D. 2016. Kajian Kebutuhan Air dan Produktivitas Air Padi Sawah dengan Sistem Pemberian Air Secara SRI dan Konvensional Menggunakan Irigasi Pipa. Jurnal Irigasi, 11(1), 23. https://doi.org/10.31028/ji.v11.i1.23-32.

Gao, Y, A. Duan, J. Sun, F. Li, Z. Liu, H. Liu, Z. Liu. 2009. Crop coefficient and water-use efficiency of winter wheat/spring maize strip inter cropping. Field Crop Research, 111: 66.

Handika. I. P. R., Sumiyati., Wijaya. I. M. A. S. 2015. Analisis Neraca Air Irigasi Untuk Tanaman Padi Pada Subak Jaka Sebagai Suba Natak Tiyis. Journal of Biosystem and Engineering Agriculture, 3, 2.

Hariyono, H. 2015. Keragaan Vegetatif Dan Generatif Beberapa Varietas Tanaman Padi ( Oryza Sativa L. ) Terhadap Cekaman Kekeringan Pada Fase Pertumbuhan Yang Berbeda. Planta Tropika: Journal of Agro Science, 2(1), 20–27. https://doi.org/10.18196/pt.2014.019.20-27.

Heryani, N., Kartiwa, B., Hamdani, A., & Rahayu, B 2020. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Irigasi pada Lahan Sawah : Studi Kasus di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Tanah Dan Iklim, 41(2), 135. https://doi.org/10.21082/jti.v41n2.2017.135-148.

Joubert, M. D., Ahmad, H., & Triyono, J. 2012. Pengaruh Perlakuan Pemberian Air Irigasi Pada Budidaya SRI, PPT, dan Konvensional Terhadap Produktivitas Air,Jurnal Irigasi 7(1), 28–42. https://doi.org/10.1039/C6IB00077K.

Kalsim, D. 2006. Kebutuhan Air Irigasi diktat matakuliah irigasi dan draninase. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Manik, T., Rosadi, R., & Karyanto, A. 2012. Evaluasi Metode Penman-Monteith Dalam Menduga Laju Evapotranspirasi Standar (ET0) di Dataran Rendah Propinsi Lampung, Indonesia. Jurnal Keteknikan Pertanian, 26(2), 21612.

Purba, H. 2014. Kebutuhan Dan Cara Pemberian Air Irigasi Untuk Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa L). Jurnal Sains dan Teknologi, 10(3), 145-155.

Prasetya. I. K. A., Tika. I. W., Sumiyati. 2014. Kajian Penghematan Air Irigasi Pada Metode System Of Rice Intensification (Sri) Dan Teknik Irigasi Berselang (Mgenyatin) Pada Bidudaya Padi (Studi Kasus Di Subak Sigaran). Journal of Biosystem and Engineering Agriculture, 2(2), 2502-3012.

Priyonugroho, A. 2014. Analisis Kebutuhan Air Irigasi ( Studi Kasus Pada Daerah Irigasi Sungai Air Keban Daerah Kabupaten Empat Lawang ). Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan, 2(3), 457–470.

Purbayuda, A., Tika, I. W., & Aviantara, I. G. N. A. 2017. Studi Kasus Tentang Pengolahan Tanah Dengan Bajak Singkal Dan Rotary Terhadap Sifat Fisik Tanah Pada Budidaya Tanaman Padi Sawah. Journal of Biosystem and Engineering Agriculture, 5, 61–67.

Santika I. K. A., Tika. I. W., Budisanjaya. I. P. G. 2019. Analisis Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada Budidaya Tanaman Padi di Subak Kabupaten Tabanan. Journal of Biosystem and Engineering Agriculture, 8(2), 204-210.

Saragih, B. 2001. Keynote Address Ministers of Agriculture Government of Indonesia. 2nd National Workshop On Strengthening The Development And Use Of Hibrid Rice In Indonesia, 1.10.

Sukertayasa, P. I., Tika, I. W., Wijaya. I. M. A. S. 2017. Analisis Efesiensi Penggunaan Air Irirgasi Pada Subak Agung Yeh Ho. Journal of Biosystem and Engineering Agriculture, 5(1), 45-50.

Windia, W., Pusposutardjo, S., Sutawan, N., Sudira, P., & Arif, S. 2005. Sistem Irigasi Subak Dengan Landasan Tri Hita Karana (Thk) Sebagai Teknologi Sepadan Dalam Pertanian Beririgasi. Social Economic of Agriculture, 5(3), 1–15. https://ojs.unud.ac.id/index.php/soca/article/view/4095/3082.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-03

Cara Mengutip

Pratama, I. W. A. P., Tika, I. W., & Budisanjaya, I. P. G. (2026). Analisis Persentase Penghematan Air Irigasi dengan Metode Pergiliran (Magilihan) pada Subak di Das Ho. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 9(1), 138–147. https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p15

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >>